Oktober 19, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Perhatikan 5 Hal Berikut Apabila Kirim Pesan pada Dosen

Siapa sih yang pernah ngalamin ketika chat dosen, malah dosennya mengabaikan pesan kita dan tak dibalas-balas?

Masalah pesan tak dibalas dosen mungkin tak jarang terjadi bagi kita yang menyandang status mahasiswa. Ada kalanya dosen dan mahasiswa sering mendapatkan batasan di dalam status sosial kampus. Predikat mahasiswa sebagai anak didik, mesti patuh dan menghormati ibu dan bapak dosen, begitu juga mahasiswa harus dapat sopan dan selektif saat berhubungan, ehh maksudnya berkomunikasi dengan dosen.

Budaya demikian, selalu saja menjadi iming-iming dalam dunia kampus, mahasiswa sering di didik agar dapat bersikap sopan, seperti cara berpakaian apalagi bertutur kata. Di samping itu pula, mahasiswa mestinya dapat lihai ketika mengirim pesan WhatsApp kepada bapak ibu dosen yang tercinta.

Dalam banyak kasus, mahasiswa sering kali ditempatkan sebagai objek, bukan subjek. Alhasil, terjadilah perbedaan dan pemisahan status antara dosen dengan mahasiswa, kurangnya harmonisasi diantara keduanya yang mengakibatkan tidak sedikit juga mahasiswa canggung berbicara ketika bertemu dengan dosen.

Padahal, mestinya dosen dan mahasiswa mampu mendapat predikat sama-sama subjek, dan objeknya adalah ilmu pengetahuan, bukan malah kebalik. Mungkin agak radikal, kalau saya mengatakan sistem Perguruan Tinggi di Indonesia sekarang ini masih terbawa dengan budaya Orde Baru. Peran mahasiswa sangat dibatasi berbicara di depan publik untuk menyampaikan kritik dengan narasi tidak sesuai etika bangsa, dan mahasiswa di dorong untuk menjadi manusia pekerja yang selalu patuh pada aturan.

Meski demikian, mahasiswa tentu tidak mudah lari dari kenyataan tersebut. Walau bapak ibu dosen kadang tak sepemahaman dengan mahasiswa, namun mahasiswa tetap dituntut agar dapat bersikap hormat pada dosen, kalau tidak mau tentu imbasnya pun pada nilai. Alhasil, tidak ada jalan lain bagi mahasiswa untuk tidak cekat dalam menarik simpati dosen demi tercapainya tujuan mahasiswa tersebut.

BACA JUGA :   Please Deh, Jangan Langsung Potong Pembicaraan Kalau Sementara Diskusi

Ketika mahasiswa ingin kirim pesan pada dosen, sering kali sang dosen malah mengabaikan pesan mahasiswanya, walau tidak semuanya begitu sih. Entah karena pesan dari mahasiswa sendiri yang tidak jelas, atau dosennya yang tak punya waktu membalas chat, atau kemungkinan juga lagi tidak ada moot. Alhasil, pesan mahasiswa pun tak tersampaikan dan malah dicuekin oleh dosennya sendiri, sungguh kasihan nasib mahasiswa seperti demikian, wkwkwk. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa agar mengetahui trik saat kirim pesan pada dosen agar nasib tidak lama menunggu sesuatu yang tak pasti.

  1. Perjelas Profil WhatsApp

Bapak ibu dosen bukanlah orang yang suka kepoin ketika ada pesan WhatsApp yang masuk di handphone-nya. Ketika dosen lagi memiliki banyak kegiatan, tentu ada rasa malas untuk membalas pesan bagi orang yang tak jelas profilnya, termasuk pemasangan foto profil WhatsApp.

Ada baiknya mahasiswa memasang foto profil yang jelas agar mudah dikenali, hindari memasang foto profil yang bergambar karikatur, apalagi memasang foto yang bukan dari mahasiswa bersangkutan, kecuali chatingannya bukan sama dosen. Oleh karena itu, jika ingin tidak diabaikan pesan dari ibu bapak dosen, ada baiknya untuk memasang foto profil yang mudah dikenali, kalau perlu pasang foto dengan memakai Almamater Kampus dengan muka yang jelas.

  1. Memulai Pesan dengan Salam Pembuka.

Mulailah chat dosen dengan membuat salam pembuka yang baik. Hal itu sebagai etika dalam melakukan komuniksi pada dosen melalui pesan WhatsApp, agar dosennya merasa dihargai juga. Contoh sederhanya dapat seperti ini, “Assalamu Alaikim Wr.Wb. Mohon sebelumnya telah mengganggu waktunya pak/ibu.” Lalu setelah itu, langsung menyampaikan inti pesan yang dimaksudkan. Dengan demikian, dosen pun akan terdorong untuk menjawab salam dari pesan tersebut jika memang pesannya ia lihat, apalagi kalau dosen umat muslin yang memang diwajibkan untuk menjawab salam.

  1. Pesan Jangan Bertele-tele.
BACA JUGA :   Cara Membuat Peuyeum Bandung

Setelah sudah ada pesan dengan salam pembuka, jangan malah menunggu pesan salam itu dijawab oleh dosen baru kirim kembali pesan. Ada baiknya pesan dari salam pembuka itu langsung saja disambung dengan pesan yang mengacu pada inti dan tujuan mahasiswa chat dosen. Hal itu juga bertujuan ketika dosen tidak cepat melihat pesan tersebut, maka setelah ia melihatnya dapat langsung menjawabnya karena sudah jelas maksud dari pesan tersebut.

  1. Memberikan Ucapan Terimakasih Saat Pesan Mau Diselesaikan.

Etika selanjutnya saat chat dosen agar mahasiswa tetap menutup percakapan dengan menyampaikan ucapan terimakasih. Secara tidak sadar dosen juga merasa dihargai karena telah membantu untuk pemenuhan tujuan mahasiswa sebagaimana yang dimaksud dalam pesan. Jangan biarkan saat bapak ibu dosen sudah memberikan jawaban sesuai pertanyaan, malah langsung keluar tanpa ada ucapan terimakasih, seperti kebiasaan saat chatingan desan teman. Perlu diingat bahwa ada etika saat chat dosen dengan teman.

  1. Cepat Membalas Pesan.

Walau dosen kadang lambat membalas pesan dari kita, namun kita sebagai mahasiswa jangan juga seperti itu. Selama pesan dari dosen itu kita bisa lihat, maka sebisa mungkin kita gercap untuk membalasnya, supaya dosen juga merasa punya rasa simpati kalau mahasiswa yang bersangkutan benar-benar serius menyampaikan maksud dan tujuan dari pesan.

  1. Ada Baiknya Jangan Menelfon Dosen, Cukup Pesan Saja

Kondisi sekarang bukan lagi jamannya berkomunikasi tanpa paket data internet. Dosen maupun mahasiswa lebih benyak menggunakan media komunikasi online seperti WhtsApp dan kadang juga ada memakai aplikasi Telegram. Oleh karena itu, pesan WhatApp menjadi sangat urgen digunakan untuk kondisi sekarang. Maka dari itu, apabila dosen tidak langsung menjawab pesan yang kita sampaikan, cukup menunggu saja. Selama maksud pesan yang ingin disampaikan sudah jelas, seperti profil dan isi pesan, saya pikir dosen pum akan tetap membalasnya jika memang pesan tersebut ia lihat. Jangan sampai bapak ibu dosen sementara sibuk atau lagi istirahat, kan jadi repot kalau menelfon dengan kondisi seperti itu.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: