Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Analisis Puisi Mekarnya Hanya Sesaat

Mekarnya Hanya Sesaat
Langit memancarkan sinar jingganya
Matahari mulai meratapi kepergiannya
Ketakutan mulai merajalela
Ketika sekuntum bunga mekar
Namun mekarnya hanya sesaat

Dalam diam dia memendam
Memendam kegelisahan akan mekarnya
Akankah dia mekar selamanya?
Atau sesaat hilang dalam kegelapan

Kini dia hanya bisa meratapi kepergian
Kepergian dirinya sendiri tanpa harapan
Bagai tenggelam dalam lautan kegelapan
Satu hal yang dia lupakan

Dia pernah berjuang melawan badai datang
Dia pernah kedinginan diantara hujan
Dia pernah menangis meratapi kepedihan
Dia pernah layu namun esoknya tetap bertahan
Hanya demi satu tujuan
Mekarnya yang indah walau hanya sesaat

Analisis :
Tema : Masa depan
Jenis atau bentuk : Epigram
Sajak horisonal
Dalam diam dia memendam (Aliterasi tak sempurna)
Sajak vertikal
Bait pertama : Sajak rata (sama)
Bait kedua : Sajak rata (sama)
Bait ketiga : Sajak rata (sama)
Bait ke-empat : Sajak awal dan sajak rata (sama)
Majas
Majas personifikasi
Langit memancarkan sinar jingganya
Matahari mulai meratapi kepergiannya
Memendam kegelisahan akan mekarnya
Majas hiperbola
Bagai tenggelam dalam lautan kegelapan
Majas paralelisme
Dia pernah berjuang melawan badai datang
Dia pernah kedinginan diantara hujan
Dia pernah menangis meratapi kepedihan
Dia pernah layu namun esoknya tetap bertahan

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Resep cumi pedes manis
%d blogger menyukai ini: