Oktober 20, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Air Sungai Emereuw Meluap Merendami Permukiman Warga Di Organda Hingga Uncen Bawah, Abepura

Jayapura. Imbicom- Hujan dini hari pada hari Jumat (7/10) kemarin masih merendam kawasan Organda hingga Uncen Bawah, Kota Baru, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Curah hujan yang tinggi dari malam hingga dini hari, membuat beberapa pemukiman warga terendam. Walaupun pada hari ini Saptu (9/10) tidak hujan, namun ada beberapa daerah masih di genangi air, seperti daerah Konya dan Uncen Bawah.

Sebelumnya sejak Jumat lalu warga telah menyelamatkan barang berharga mereka, antara lain; kendaraan bermotor dan mobil hingga perabot rumah tangga lainnya.

Seperti saat kami temui pak Yakadewa, dia harus menyelamatkan Mobil dan motor ke daerah yang tidak tergenangi air.

” Kami harus mengeluarkan kendaraan karena melihat hujan yang belum redah. Kita belajar dari pengalaman dimana hujan membuat beberapa rumah terendam hingga motor anak saya yang diparkir di pinggir jalan juga terendam, tentu kami sendiri yang repot lagi mengeluarkan uang untuk biaya perbaikan, makanya belajar dari pengalaman itulah sehingga malam ini kami harus mengeluarkan kendaraan dari tempat parkir, Jelasnya.

Warga di RT 01. RW. 06, Kota Baru, Abepura, mengalami dampak terparah dari meluapnya air sungai Emereuw. Mengingat, daerah disana langganan banjir, namun mereka masih saja bertahan tinggal di Konya dan Uncen bawah.

Beberapa warga lain yang kami temui membenarkan hal tersebut. Kami lahir dan besar di sini dan dulu tidak pernah terjadi banjir atau air meluap seperti sekarang. Tapi setelah ada pembangunan perumahan Organda, dan pembangunan Rumah sakit milik Uncen menyebabkan air sering meluap.

Mengingat di dalam pembangunan tersebut, mereka banyak menimbun material sehingga daerah mereka tinggi dan tempat kami menjadi rendah. Makanya, dulu kami aman tapi kini mudah sekali air merembes ke wilayah tempat tinggal kami.
Kami tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Tapi kenyataannya demikian.

BACA JUGA :   Deretan Wilayah PPKM yang Berlakukan Ganjil Genap, Simak!

Perlu di ketahui, dalam menangani persoalan ini, sejak tahun 2019 lalu, Pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua, telah membuat taluk di sepanjang kali Emereuw yang berjarak 1000 meter dari Organda hingga Uncen bawah.

Namun jika hujan, debit air dari Jalan raya Sentani- Abepura masuk ke selokan dan terus mengalir ke sungai Emereuw. Menurut warga yang menjadi persoalan kini adalah soal pembuangan air yang kurang optimal, dimana saluran pembuangan melalui gua batu alami, yang mana sampah rumah tanggah telah menutupi gua yang satu-satunya pembuangan air ke kali Acai.

Selain itu, pembuangan lainnya masuk melalui drainase dari belakang toko Citra Abepura, namun selokan drainase tersebut tidak besar sehingga saluran air itu kurang optimal jadi debit air yang banyak itu harus bertahan dan merembes ke daerah yang rendah di permukaan warga dan masuk ke kolam kangkung milik warga sembari perlahan-lahan menunggu keluar dari gua batu dan dari drainase.

Paskalis (48)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: