Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Pertemanan

Saat itu aku pernah meminta pada tuhan agar aku dan dia di persatukan.
Rasa nyaman dan ingin memilikinya membuatku takut jika harus jauh dan kehilangan dia.
Sehingga aku meminta pada tuhan, walaupun aku tau kalau jodoh sudah di atur oleh tuhan.
Dan ternyata tuhan mengabulkan permintaanku, kami di persatukan.
Semakin hari kami selalu dekat, saat ini sahabatku adalah kekasihku.
Setelah hubungan kami berjalan selama 6 tahun aku merasa kalau aku sudah salah.
Salah karna meminta kepada tuhan untuk di satukan, bahkan aku merasa kehilangan sahabat.
Semuanya tidak seperti dulu lagi, tidak semua hal bisa kami ceritakan.
Seperti ketika kami masih sebagai sahabat, apapun yang terjadi kami selalu berbagi cerita.
Kami selalu menguatkan satu sama lain, kami selalu berusaha ada satu sama lain.
Tapi ketika hubungan persahabatan kami berubah menjadi pacar.
Justru tidak semua hal yang bisa kami ceritakan seperti dulu lagi.
Perlahan lahan muncul sifat posesif, bahkan tidak membiarkan tumbuh dan berkembang.
Untuk melakukan hal yang di inginkan, bahkan kesibukan dan waktu menjadi pemacu renggangnya hubungan kami.
Dia yang awalnya selalu mensuport ku dan memahami kesibukanku,.
Justru sekarang dia yang mulai mempermasalahkan kesibukanku.
Padahal dia tau bahwa beberapa waktu terakhir kegiatanku sangat begitu padat.
Bahkan aku harus mengorbankan waktu tidurku,.
Aku selalu menyempatkan waktu walaupun hanya sebentar untuknya.
Mungkin saat itu ada seseorang yang justru membuatnya lebih nyaman dan meluangkan banyak waktu untuknya.
Hari demi hari kita komunikasi hanya berujung pertengkaran.
Sampai beberapa hari aku sama sekali tidak menghubungi dia dan begitu juga dengan dia.
Suatu perubahan drastis terjadi, perubahan yang membuatku membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi.
Sehingga aku mengabaikan orang orang sekitarku bahkan dia.
Sampai akhirnya hubungan kami berakhir tanpa kejelasan.
Mungkin kami memang tidak untuk bersama, mungkin memang dengan dia.
Aku harus merasakan patah hati agar aku lebih kuat dan tangguh untuk selanjutnya.
Itu menjadi patah hati yang teramat bagiku bagaimana tidak.
Dalam waktu yang bersamaan aku harus kehilangan pacar sekaligus sahabatku.
Setelah begitu lama aku menutup hati tapi dialah orang yang berhasil meyakinkanku.
Orang yang membuatku untuk mengenal cinta lagi tapi sekarang dia juga yang membuatku kembali menutup hati karna patah hati.
Persahabatan kami bukan berawal dari cerita yang indah justru sebaliknya.
2 orang yang di pertemukan dalam satu komunitas yang tidak pernah satu pemikiran.
Ada saja yang menjadi ketidak cocokan kami dalam berdiskusi.
Keraskepala dia yang membuatku selalu tidak sepaham dengannya.
Tapi justru aku yang bisa mengubah keras kepalanya itu dengan hal sederhana.
Aku selalu menjelaskan dan bertindak secara spontan ketika ada satu keputusan yang harus di ambil.
Dia yang keras kepala dan aku yang tegas membuat kita saling melengkapi.
Dia bisa keras kepala kepada siapapun tapi tidak denganku.
Begitu juga aku bisa tegas kepada siapapun tapi tidak dengannya.
Persahabatan yang berawal dari ketidak cocokan satu sama lain.
Justru menjadi saling melengkapi satu sama lain.
Tapi semua itu tidak berlangsung lama, setelah hubungan kami berakhir.
Kami sudah tidak pernah komunikasi lagi, dia yang sudah memiliki pacar baru.
Dan aku yang memilih untuk fokus dalam hal pendidikan dan komunitas.
Sepertinya hubungan dia dan pacar barunya tidak berlangsung lama

BACA JUGA :   Hindari Amarah dan Emosi

Sudah sangat jarang bahkan tidak pernah lagi aku lihat di memposting pacar barunya.
Semenjak itu dia semakin rajin melihat storyku di sosial media.
Sikap dia yang seolah olah masih ingin mengetahui aktifitasku.
Dan saat ini aku tidak lagi meminta pada tuhan agar kami di satukan kembali.
Tapi aku hanya meminta agar kami bisa berteman lagi, setidaknya bertegur sapa.
1 tahun berlalu setelah kami putus sempat aku menutup hati
Sampai ada seseorang yang berhasil meyakinkanku, seseorang yang membuatku benar benar melupakannya .
Orang itu hadir dalam hidupku dan meyakinkan diriku bahwa tidak akan seperti mantan ku.
Dan dia membuktikan semua yang dia katakan, dia selalu memahamiku.
Aku sempat bertanya akan kabat mantanku pada salah satu temannya.
Teman yang mengetahui hubungi kami waktu itu.
Dia mengatakan kalau mantanku sedang sakit, karna sebuah kecelakaan.
Aku tidak menanyakan lebih lanjut keadaannya, karna aku tidak ingin larut dalam kenangan masa lalu.
Bahkan seketika melihat dia yang selalu menjadi orang yg melihat story ku di sosial media.
Ingin membuat dia cemburu, dengan memposting bahwa aku bahagia dengan pacarku yang sekarang.
Ada sedikit sakit hati dan ingin balas dendam saat itu, karna dia meninggalkanku.
Sampai akhirnya aku sadar kalau keputusan yang aku lakukan tidak baik.
Aku coba mengikhlaskan semua masa laluku bersama dia.
Kalaupun saat ini tuhan akan mengabulkan permintaanku.
Aku hanya ingin kita menjadi teman kembali, teman yang bisa berbagi berbagai hal.
Memulai pertemanan ini dari awal.
Dan untuk dia semoga lekas sembuh.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: