Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Prinsip Prioritas dan Interaksi Sosial

KELUARGA SAMARA ( Bagian 7 )

Hal yang tidak kalah pentingnya untuk calon pasangan hidup yang akan berniat membangun rumah tangga adalah belajar memprioritaskan kebutuhan yang memang dibutuhkan. Ini jika tdk dibiasakan sedari awal sebelum menikah akan menjadi masalah yang terjadi didalam rumah tangga. Dan bisa jadi riak riak perbedaan pendapat yang rajang antara suami dan istri.
Sebab apa itu bisa terjadi ? Karena memang sebagian besar rumah tangga baru adalah dari keluarga yang menengah dan bawah, yang penghasilannya hanya cukup untuk biaya hidup keseharian saja. Sedangkan kemandirian rumah tangga menjadi hal yang penting untuk dijalankan. Yang tentunya itu butuh finansial yang cukup. Dan ini butuh managemen pengelolaan keuangan keluarga yang bagus.
Tulisan ini tidak membicarakan bagi pasangan hidup baru dari golongan papan atas alias berkemampuan finansial yang sudah berlebih, yang jelas sudah tidak memikirkan lagi tentang bagaimana untuk makan dalam sebulan dua bulan kedepan, karena memang sudah berlebih sumber dana hidupnya.
Tulisan ini terkait prinsip prioritas tentu lebih pas untuk keluarga baru golongan ekonomi menengah dan bawah. Yang tentunya butuh skill menerapkan prinsip prioritas belanja kebutuhan hidup yang harus termanage dan terkelola dengan baik.
Berbicara tentang prinsip prioritas belanja kebutuhan hidup berkeluarga, tentunya yang paling penting diutamakan dulu dengan basic niat kuat mandiri. Berikut beberapa hal utama untuk mewujudkan kemandirian berkeluarga, terutama keluarga baru :
1. Sandang / Pakaian
2. Pangan / Makan Minum Harian
3. Kendaraan / Motor Mobil
4. Papan / tempat tinggal
5. Membesarkan anak
6. Rekreasi termasuk didalamnya rekreasi religi.
Kelima kebutuhan diatas harus ada prioritas yang mesti dicapai dan di realisasikan. Dan menentukan prioritas mana yang harus didahulukan tentunya harus dirembug bersama berdua. Karena tidak akan sama kondisi dan keadaan masing-masing pasangan muda, sehingga bisa jadi berbeda pula priritas antara satu pasangan dengan pasangan lainnya, karena banyak faktor tentunya dalam menentukan prioritas utama yang harus ditarget dicapai terlebih dahulu.
Contoh kecil yang bisa dijadikan ilustrasi penerapan prinsip prioritas kebutuhan adalah misalnya ada keinginan untuk membeli kendaraan motor misalnya disatu sisi dan kebutuhan menjaga kehamilan akan hadirnya anak pertama .. misalnya. Sebagai calon orang tua tentu harus mampu memprioritaskan mana yang terlebih dahulu disiapkan dananya, tentunya dengan pertimbangan pertimbangan detail dan lengkap, sehingga bisa disepakati bersama sama pasangan mana yang terlebih dahulu di prioritaskan. Oleh karenanya disinilah komunikasi itu menjadi sangat penting dalam keluarga.

BACA JUGA :   MAKALAH PEMBUKUAN HADIST MASA DINASTI ABBASIYAH DAN CORAK-CORAK PENULISANNYA (2)

Interaksi Sosial
Beda tempat diantara pasangan hidup, tentunya menjadikan pasangan hidup tersebut harus belajar berinteraksi dan bergaul dengan masyarakat sekitarnya. Si suami harus berinteraksi dengan lingkungan sosial sekitar tempat tinggal istri, demikian juga sebaliknya, Si istri harus berinteraksi bergaul dengan lingkungan tempat tinggal suami.
Hal ini penting karena manusia hidup bersosial dan bermasyarakat, apalagi kita yang tinggal di negeri Indonesia yang sangat dikenal dengan sikap ramah tamah ya.
Komunikasi dengan tetangga jadi sangat penting untuk dilakukan.
Penting pula calon pasangan hidup mengurus administrasi pra nikah mulai dari silaturahim ke Pak RT, minta surat keterangan di Kantor Kelurahan, berkonsultasi ke KUA dll dll, semua harus dijalani calon pasangan hidup, disamping untuk pengalaman itu dilakukan juga sebagai bentuk interaksi sosial dilingkungan sekitarnya.
( Bersambung )

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: