Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Imbalan dari Sang Bidadari

https://pixabay.com/id/photos/bidadari-wanita-perempuan-muda-3388708/

Ada seorang laki-laki duduk terdiam memandangi keindahan alam di atas tebing yang curam seorang diri. Matanya begitu fokus melihat ke arah matahari terbit di ufuk timur. Kilauan cahayanya menampar wajah laki-laki itu dengan kelembutan, namun tangannya menghempaskannya kembali ke sisi matahari.

Tiba-tiba, pandangan matanya dikejutkan oleh sesosok bayangan hitam yang terbang mengitari langit kebiruan. Karena penasaran dengan makhluk itu, ia pun berlari mengejarnya.

“Apa itu? Sangat indah sekali, Sepertinya seekor burung tapi kenapa bentuknya aneh? Sebaiknya aku ikuti dia,” kata laki-laki itu.

Ia tak henti-hentinya mengejar makhluk aneh itu hingga menuntunnya sampai ke mulut sebuah gua. Dari kejauhan ia melihat makhluk itu berubah menjadi sesosok perempuan yang cantik jelita.

Pria itu kaget dengan apa yang dilihatnya. Namun, saat ia memperhatikan wajah perempuan itu secara saksama, hatinya langsung terpikat kepadanya. Ia pun berjalan menghampiri perempuan itu secara perlahan-lahan.

“Hai, apakah kamu manusia?” tanya laki-laki itu.

Melihat ada laki-laki yang mendekatinya, perempuan itu pun langsung lari ke dalam mulut gua.

“Hei, tunggu! Jangan pergi, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu,” ujar laki-laki itu sambil mengikutinya masuk ke dalam gua.

Perempuan itu terus berlari menghindari kejaran si laki-laki aneh tersebut. Namun, mendadak kakinya tersandung batu dan membuatnya jatuh ke dasar sumur. Untung saja ia bergelantungan di akar pohon beringin yang menjalar di dalam sumur tua itu, sehingga nyawanya bisa terselamatkan. Tapi masih ada satu masalah lagi, ia tidak bisa keluar dari dalam sumur itu. Ia pun berteriak minta tolong.

“Tolong, seseorang tolonglah aku! Aku mohon, aku terjebak di dalam sini. Adakah orang di atas sana? Tolong aku,” teriak perempuan itu dari dalam sumur.

Mendengar teriakan minta tolong, laki-laki itu pun langsung mencari tahu letak sumber suara itu. Setelah mencari begitu lama, akhirnya ia menemukan sumurnya. Di sana, ia melihat tubuh perempuan itu sedang terlilit akar pohon. Dengan cepatnya, laki-laki itu langsung masuk ke dalam sumur itu untuk melepaskan perempuan itu dari jeratan akar pohon beringin yang melilit tubuhnya.

BACA JUGA :   BAHAGIAKAN ISTRIMU SEPERTI TUJUAN AWALMU MENIKAHINYA

“Tenanglah, jangan menangis! Kau akan baik-baik saja, aku akan segera mengeluarkanmu dari sini. Sekarang, tenangkan dirimu, biar aku lepaskan lilitan akar ini perlahan-lahan.”

Laki-laki itu mendekap tubuh perempuan itu sangat erat agar ia tidak jatuh ke dasar sumur. Saat hendak memotong salah satu akar, tiba-tiba perempuan itu hampir mau terperosok ke bawah. Untungnya, laki-laki itu bisa menarik tangannya tepat waktu. Tapi, tanpa sengaja wajah perempuan itu menyentuh wajah si laki-laki, dan terjadilah ciuman romantis di antara keduanya.

Perempuan itu langsung tersadar dan memukul wajah laki-laki itu dengan keras.

“Beraninya kau!” bentak perempuan itu sambil menampar wajah laki-laki itu.

“Aduh, itu tidak disengaja! Kalau aku tidak menarikmu, kau pasti sudah jatuh ke bawah sana sekarang. Karena kau sudah berani menamparku, bagaimana kalau aku turunkan saja kau ke dalam sumur ini?” goda laki-laki itu.

“Jangaaan!!!! Baiklah maafkan aku. Aku minta maaf sudah menamparmu tadi. Aku mohon maafkan aku,” jawab perempuan itu dengan rasa penyesalan.

“Aku akan memaafkanmu, tapi setelah keluar dari sini kau harus memberiku imbalan, bagaimana?”

“Apaaa? Kau sedang memerasku ya?”

“Terserah kalau kau tidak mau, kalau begitu aku lepaskan saja kau.”

“Eh, jangan! Baiklah apa imbalan yang kau inginkan? Aku akan memberikannya padamu.”

“Aku akan mengatakannya setelah kita berdua keluar dari sini. Sekarang yang harus kau lakukan adalah memelukku dengan sangat erat.”

“Kau ini benar-benar!”

“Ya sudah kalau tidak mau, aku lepaskan saja. Satu, dua, ti…”

“Ya baiklah. Sudah, aku sekarang sudah memeluk dirimu, sekarang apa?”

“Peluk lebih erat lagi, kalau tidak nanti kau terjatuh. Aku akan coba memanjat ke akar pohon beringin ini. Sudah siap?”

BACA JUGA :   Cerpen Kanvas Dan Pensil Ajaib

“Kau ini benar-benar banyak maunya. Ya sudah siap,” sahut perempuan itu dengan ketusnya.
Laki-laki itu memanjat dari satu akar ke akar lainnya dengan sekuat tenaga. Ketika mau sampai di atas, tiba-tiba saja tangan kirinya tergores batu sampai membuatnya berteriak.

“Aaaaaaaaa!” teriak laki-laki itu.

“Oh tidak, tanganmu tergores, bagaimana ini?” perempuan itu khawatir dengan kondisi si laki-laki

“Tidak apa-apa, aku bisa menahan rasa sakitnya. Yang terpenting sekarang adalah kita keluar dari sini. Jangan panik, aku baik-baik saja. Selama kau ada di sisiku, aku bisa melewati semua ini dengan mudah,” ujar laki-laki itu sambil mencium leher si perempuan yang ada di pelukannya.

“Geli, apa yang kau lakukan? Berani-beraninya kau melakukan ini padaku. Rasakan ini!” ujar perempuan itu sambil memukul punggung si laki-laki.

“Aduh, sakit, jangan gerak-gerak! Nanti kita berdua bisa jatuh. Kamu mau kita jatuh?”

“E e e enggak.”

“Ya sudah diam, biar aku panjat dengan tenang.” Bentak laki-laki itu dengan kerasnya.
Setelah bersusah payah memanjat akar-akar pohon beringin yang rapuh itu, mereka berdua pun akhirnya bisa keluar dari dalam sumur.

“Syukurlah, akhirnya aku bisa keluar juga. Terima kasih sudah menolongku,” ujar si perempuan.

“Iya sama-sama. Aku belum tahu namamu. Siapa namamu?” tanya si laki-laki sambil memberikan senyuman manis kepada perempuan itu.

“Aku tidak punya nama. Hah, sedang apa kau tidur di atasku. Minggir kau!” perempuan itu kaget melihat si laki-laki terbaring di atas tubuhnya. Ia pun langsung bangun dan mendorong tubuh si laki-laki sampai terjungkal membentur batu di sampingnya.

“Aduh, sakit, kau itu hobi sekali melukaiku,” suara si laki-laki yang merintih kesakitan.

“Maafkan aku. Tidurlah tengkurap, akan kuobati punggungmu.”

BACA JUGA :   Nomor Punggung 9 Milan, Bisakah Giroud Menjinakkan?

“Mengobatinya, bagaimana caranya?” tanya si laki-laki heran.

“Sudah lakukan saja perintahku, jangan banyak bertanya.”
Mendadak, keluar secercah cahaya dari tangan perempuan itu. Cahayanya sangat terang sekali sampai-sampai mata si laki-laki silau melihatnya. Perempuan itu mengarahkan gumpalan cahayanya ke atas punggung si laki-laki, dan kemudian terjadi ledakan hebat hingga si laki-laki menjerit begitu kerasnya.

“Aaaaaaaaaaa!!!” teriak si laki-laki-laki

“Sudah selesai, punggungmu sudah baik-baik saja,” kata si perempuan.

“Wah, sebenarnya kamu itu apa sih? Kamu setan ya? Atau jin? Atau jangan-jangan kau itu malaikat,” ujar si laki-laki yang penasaran.

“Aku adalah Bidadari yang turun dari langit.”

Mendengar pernyataan perempuan tersebut, si laki-laki tertawa terbahak-bahak.

“Aku tidak bercanda, aku memang bidadari. Kamu sudah lihat kan tadi, tanganku mengeluarkan cahaya. Sekarang coba pikir, apa bisa manusia biasa melakukan hal itu?”
Laki-laki itu diam dan menggelengkan kepalanya.

“Baiklah, sekarang aku haru segera pergi.”

Saat sang bidadari mau pergi, si laki-laki tiba-tiba saja menggenggam tangannya.

“Kau tidak bisa pergi, kau belum memberiku imbalan, Bidadari.”

“Aku lupa. Baiklah, apa yang kau inginkan?”

“Aku mau dirimu. Aku ingin memilikimu sepenuhnya. Menikahlah denganku wahai bidadariku.”

“Dasar manusia serakah. Rasakan ini,” karena laki-laki itu sudah kelewat batas, akhirnya Bidadari itu mendorongnya masuk ke dalam sumur.

“Sumur ini memang pantas untuk manusia serakah sepertimu. Kau akan hidup di sana seumur hidupmu.”

Bidadari itu pun berubah menjadi seekor burung dan terbang jauh meninggalkan si laki-laki yang terkurung di dalam sumur tua itu. Si laki-laki terus berteriak minta tolong, namun tak ada siapa pun yang menolongnya. Karena ia kelaparan selama berbulan-bulan, akhirnya laki-laki itu menghembuskan nafas terakhirnya di dalam sumur itu.

Sumber gambar :
https://pixabay.com/id/photos/bidadari-wanita-perempuan-muda-3388708/

Baca juga :

Asmara Dua Kasih Di Tepi Sungai

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: