Oktober 26, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sastra: Di Penghujug Fajar

Di Penghujug Fajar

Tak terasa olehku tiba di penghujung fajar.
Bersama malam panjang telah aku lalui.
Mimpi yang menghanyutkan.
Terlelap dan lupa waktu.

Kedok suara ayam telah lama pergi.
Cicauan burung-burung mulai akan berhenti.
Waktu fajar sedikit lagi nampak.
Aku masih enak dalam tidurku.

Waktu fajar sudah mau pergi.
Aku tak sempat bersenda gurau dengannya.
Bermunajat pada Tuhan.
Berdoa akan hidup di pagi hari.

Fajar menjauh karena aku terlelap dan lupa diri.
Waktu tak akan terputar lagi.
Fajar berlalu dan kini setetes embun.
Yang tak bergegas pasti akan tertinggal.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Cerpen : Cinta Sang Ilahi
%d blogger menyukai ini: