Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Melihat Sisi Unik dan Budaya Negara Belanda

Kemajuan suatu negara ditentukan oleh kualitas masyarakatnya

Pergi ke luar negeri memang menjadi salah satu impian banyak orang. Mungkin kamu pun juga begitu, memimpikan pergi ke suatu negara tujuan, untuk sekadar berlibur atau mencari pengalaman yang tak terlupakan dari pergi ke luar negeri.

Seperti contohnya ketika kita pergi ke salah satu negara Eropa yaitu Belanda.
Belanda adalah salah satu negara yang terletak di benua Eropa. Negara yang terkenal dengan bunga tulip dan kincir anginnya ini memiliki banyak sekali sisi unik dan budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya.

Karena kedua hal itulah yang menjadikan negara Belanda tampak menarik bagi para turis yang berkunjung ke negara kicir angin ini. Kebanyakan dari para turis yang datang ke negara Belanda, merasa tidak sabar melihat berbagai bunga-bunga cantik bewarna-warni yang disandingkan dengan tempat-tempat indah di Belanda, seperti Taman Bunga Keukenhof.
Taman Bunga Keukenhof merupakan taman bunga terindah di dunia dan merupakan ladang tulip terbesar di Belanda.

Berlibur sekaligus memanjakan mata dengan keindahan dari bunga-bunga tulip yang juga merupakan kualitas terbaik di dunia, dan bunga-bunga lainnya seperti Sakura, Anggrek, Mawar, Lavender, dan tumbuhan subtropis lainnya. Dengan melihat berbagai keindahan dari bunga-bunga yang ada di taman terbaik di Belanda, akan membuat pengalaman berliburmu di negara ini takkan mengecewakan.

Lantaran, bukan hanya tempat-tempatnya saja yang indah. Penduduk di negara Belanda pun juga dikenal sangat ramah dan baik. Ketika ada seseorang yang bertanya alamat jalan atau meminta bantuan pada penduduk Belanda. Penduduk Belanda akan dengan sangat ringan hati untuk menolong. Selain itu, penduduk Belanda juga sering kali menyapa, walau belum kenal.
Tidak banyak penduduk di negara Eropa yang mempunyai sifat ramah dan mau menyapa, walau belum kenal. Hal itulah yang menjadi daya tarik tersendiri dari negara Belanda.

BACA JUGA :   Mengintip Sejarah Pergerakan Perempuan

Jika membahas tentang negara Belanda, kurang komplit rasanya jika kita tidak membahas tentang mahasiswa dan budaya disana.

Hal yang paling menarik dari mahasiswa di Belanda, adalah mereka terbiasa bekerja paruh waktu, termasuk dengan mahasiswa yang tergolong mampu secara ekonomi.

Alasan mahasiswa disana bekerja paruh waktu adalah untuk bisa pergi berlibur di akhir pekan, sehingga tidak perlu meminta uang tambahan dari orangtua.
Nampaknya pemikiran mandiri dari mahasiswa di Belanda pun juga tertanam dari diri mereka. Kesadaran untuk tidak meminta uang dari orangtua dan belajar bertanggung jawab atas keinginan mereka yang memilih bekerja paruh waktu, menjadi salah satu hal yang positif untuk dicontoh oleh anak muda.
Pekerjaan paruh waktu yang mereka kerjakan pun beragam, seperti menjadi pelayan bar atau restoran, menjaga anak kecil, atau menjadi pramuniaga toko. Upah yang dibayarkan untuk mahasiswa disana pun cukup tinggi, yaitu 9 gulden/jam (nilai mata uang Belanda), jika dikalkulasikan ke nilai rupiah, senilai Rp. 74.000,-
Dalam sebulan mahasiswa disana dapat menghasilkan 200-400 gulden atau senilai 1,2 – 3,1 juta rupiah. Nilai yang cukup tinggi bukan, untuk ukuran pekerjaan paruh waktu?
Dari hal itu bisa kita nilai, bahwa betapa makmurnya negara Belanda, sampai tempat-tempat perekonomian disana rela membayar cukup tinggi para pekerja paruh waktu.

Sehingga, tidak heran negara Belanda termasuk kedalam negara maju yang mempunyai penghasilan perkapita yang sangat tinggi yaitu sebesar +52 juta USD atau jika dikalkulasikan dalam rupiah yaitu senilai 753 trilliun.

Oleh karena itulah, alasan mengapa negara Belanda disebut sebagai negara maju. Di balik majunya negara Belanda, ada pula faktor budaya yang diterapkan oleh penduduknya, sehingga negara Belanda dapat mencapai kemakmuran di berbagai sektor.

BACA JUGA :   Senja yang selalu ku rinduka

Salah satu budaya di negara kicir angin ini adalah disiplin. Penduduk Belanda setipa hari terbiasa bangun di pagi hari, agar bisa sampai tepat waktu di tempat pekerjaan. Penduduk Belanda paling anti sama yang namanya ‘telat’, karena hal itu dinilai sebagai sikap tidak menghargai waktu.

Seperti para dosen yang ada di Belanda. Mereka biasanya datang ke kelas 10-15 menit sebelum mata kuliah dimulai. Penduduk Belanda juga terkenal dengan strict with the rules (ketat dengan aturan). Mereka tidak kenal kompensasi, jika ada yang melanggar. Hal ini lantaran, jika satu contoh buruk dibiarkan, maka akan menjadi pemicu yang lainnya juga mencontoh, karena melihat tidak tegasnya penerapan hukum yang berlaku.

Budaya disiplin lainnya, yaitu aturan muka jalan bagi pengendara, seperti bus, sepeda, dan mobil. Pengendara wajib untuk berada pada jalurnya masing-masing, yang artinya tidak boleh mengambil jalan bagi pengendara lain. Karena budaya disiplin inilah yang menyebabkan sedikitnya kasus pelanggaran lalu lintas di negara Belanda.

Budaya disiplin di negara Belanda, menciptakan keteraturan sistemik, keselarasan hidup, dan juga kemakmuran bagi penduduknya. Sehingga rasa nyaman dan tentram pun juga turut serta dalam kehidupan disana.
Penulis berangan-angan, jika kondisi disana juga terjadi di Indonesia. Bukan hal yang tidak mungkin, negara Indonesia juga akan menjadi negara yang makmur di segala sektor kehidupan. Penduduknya juga menerapkan budaya-budaya yang menjadi jalan untuk kesejahteraan negara Indonesia.

Budaya yang diterapkan dan hukum yang dibuat benar-benar ditegakkan, sehingga bukan hal yang utopis kita akan menyusul negara Belanda yang sejahtera.

Baca juga : https://imbicom.club/2021/08/09/inner-child-yang-terbawa/

Aidaannisa28 (27)

Penulis yang senang berimajinasi, berekspresi, dan bertumbuh menjadi berarti. For know more : @aidaannisa28 (Instagram)
Happy Reading!

BACA JUGA :   Perempuan-Perempuan Metropolitan: Hantu Perempuan
Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: