Oktober 19, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Bentrokan Berdarah di Lahan Tebu Indramayu, Ini Motif Ormas yang Melakukan Provokasi

Polisi telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus bentrokan berdarah di lahan tebu hak guna usaha (HGU) PT Rajawali 2 Jatitujuh di Indramayu, Jawa Barat.

Ketujuh orang tersebut yakni T sebagai Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis).

T juga merupakan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu.

Kemudian, E, D, S dan SW. Keempatnya merupakan anggota Ormas F-Kamis.

Sementara dua orang tersangka lainnya masih berstatus buron dan sedang dilacak oleh polisi.

“Motifnya adalah kelompok F-Kamis ini mempertahankan lahan garapan yang diakui sepihak di kawasan HGU PT Rajawali Jatitujuh,” kata Kapolres Indramayu AKBP Lukman M Syarif, dalam jumpa pers, Rabu (6/10/2021).

Menurut Lukman, tersangka menghasut para anggota dan pengurus F-Kamis untuk mempertahankan lahan garapan dengan melakukan perlawanan terhadap petani penggarap.

Para tersangka melakukan provokasi sehingga terjadi bentrokan yang menyebabkan 2 orang tewas.

“Kita di sini untuk melindungi masyarakat kecil dan para petani, agar mereka bertani dengan baik, bermitra dengan pemerintah, untuk meningkatkan swasembada gula nasional,” kata Lukman.

Saat ini, para pelaku tersebut, terancam pasal berlapis, yakni Pasal 33 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun.

Kemudian, Pasal 170 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 5,5 tahun.

Selain itu, Pasal 160 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun.

Kemudian, Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Tahun 1951 dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun, dan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun.

Polisi berhasil mengamakan barang bukti berupa 4 senjata tajam, 1 dokumen HGU PT Rajawali PG Jatitujuh, kartu keanggotaan F-Kamis, 4 pakaian milik tersangka, ponsel, dan rekaman peristiwa bentrokan.

Sebelumnya diberitakan, bentrokan antara dua kelompok terjadi di lahan tebu Pabrik Gula Jatitujuh di Desa Karticala, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (4/10/2021), pukul 10.15 WIB.

BACA JUGA :   Seniman Indramayu Minta Pelonggaran Kebijakan soal Hiburan di Musim Hajatan

Bentrokan tersebut mengakibatkan dua warga meninggal dunia.

Djuan Revi (352)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: