Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Remaja dan Sahabat

Setelah bahas tentang remaja dan cinta, kayaknya enggak lengkap nih kalau enggak bahas tentang remaja dan sahabat. Wah kayaknya hampir semua remaja pasti memiliki sahabat. Tak terkecuali aku, menurut aku sih kualitas persahabatan itu bukan dinilai dari lamanya kita bersahabat dengan seseorang tapi dinilai dari kedekatan kita pada seseorang. Kaya pengalaman aku nih.
Waktu aku masih kecil sekitar umur 5 tahunan aku punya sahabat dia baik banget ya, walaupun 3 tahun lebih tua dari aku. Apalagi rumah kita dekat jadi hampir tiap hari kita ketemu. Bahkan malam hari pun dia masih sempat main ke rumahku. Dan lucunya nih, jam 8 tepat dia harus pulang. Jadi disela-sela kita main dia pasti tanya sama ayahku udah jam berapa. Yah, memang anak yang disiplin. Tapi sejak aku pindah, kita sudah enggak pernah ketemu lagi. Aku terpaksa pindah ke rumah nenekku karena ayahku sakit keras. Awalnya sih, kesepian gitu soalnya enggak ada teman. Biasanya kan aku mainnya sama si dia.
Enggak tahu mulai kapan aku kenal, tapi aku mulai akrab dengan tetanggaku kita sebut aja EA. Dia baik banget yah walaupun satu tahun lebih tua dari aku. Tapi dia yang mengajariku banyak hal bahkan dia yang mengajakku untuk sekolah, mengaji dan hal-hal kecil lain yang berdampak baik untukku. Kayaknya beruntung banget aku punya sahabat masa kecil kayak EA.
Yah dengan berjalannya waktu kita sudah mulai beranjak dewasa bahkan kita menjalani hidup masing-masing. Waktu EA udah SMP dia mulai sibuk dengan kegiatannya bahkan untuk ngobrol sebentar dia udah enggak sempat dan enggak punya waktu. Awalnya sih sebel banget rasanya kayak dicampakan gitu. Kalau basa kerennya sih sakitnya tuh di sini!!! Hahaha.
Tapi setelah aku SMP aku baru sadar sebenarnya EA itu enggak bermaksud mencampakan, ya dia kan memang anak yang selalu aktif dalam organisasi jadi enggak heran kalau dia sibuk banget. Berbanding terbalik sama aku anak yang enggak terlalu suka organisasi dan enggak suka yang ribet.
Setelah itu, kami punya kehidupan masing-masing. Jarang ketemu sih, tapi sekali ketemu pasti kalau ada yang penting aja. Aku juga merasa kayak ada yang berubah gitu dari EA mungkin memang pengaruh dari kehidupan dan lingkungannya sekarang.
Tapi anehnya nih, waktu aku SMP, aku punya teman yang baik dan mengerti aku. Bahkan kita itu deket banget udah kayak anak ayam sama induknya. Tiap ada dia selalu ada aku. Jadi kangen sama emm… panggil aja dia SA. Bahkan nih ya, saking deketnya, aku itu tahu semua tentang dia. Baiknya dia, buruknya dia, masalah dia, kekonyolan dia bahkan tentang asmaranya aku juga tahu. Yah, yang namanya pendengar setia jadi tahu banyak hal tentang SA. Dan mungkin SA juga kayak gitu tahu banyak hal tentang aku bahkan seluk beluk aku yang orang lain enggak tahu. Entah kenapa, tiap ada masalah atau hal yang ganjal aku pasti cerita sama SA. Padahal aku tipe orang yang enggak bisa langsung percaya gitu. Bahkan aku enggak bisa terbuka kayak gini ke orang lain selain sama SA. Mungkin belum.
Yah berharapnya sih, bisa dapat sahabat yang lebih baik lagi yang pastinya bisa saling mengerti dengan kekurangan yang aku miliki.
Oh ya, pengen tahu enggak nih tips-tips jadi sahabat yang baik. Ini nih tips nya:
Berusaha menerima kekurangan sahabat
Selalu ada disaat suka maupunduka
Memberikan solusi kalau sahabat punya masalah
Kalau sahabat enggak mau cerita tentang masalahnya mending enggak usah dipaksa, kan enggak semua masalah dia diceritain ke kamu. Mungkin dia lagi cari waktu yang tepat buat cerita.
Kalau kalian tipe orang yang suka bercanda, lihat-lihat sikonnya (situasi dan kondisi) ya, jangan sampai yang niatnya menghibur malah jadi masalah.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Bunga Seroja yang Malang
%d blogger menyukai ini: