Oktober 26, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Persahabatan yang Hancur

“Bukankah kita masih bersahabat?.” Tanya Angela.
Semburat wajah Marie memperlihatkan raut tidak mengenakkan, dia tahu saat ini bukan waktunya lagi untuk mengenang romantisme persahabatan yang telah lalu.
“Persahabatan apa yang kamu maksud? Mungkin kamu salah ingat!.” Marie membalas pertanyaan Angela dengan sinis.
Marie dan Angela merupakan sahabat karib. Mereka mulai menjalin ikatan tersebut sejak masih sama-sama menjadi mahasiswi baru di sebuah universitas ternama di kota tempat tinggal mereka. Ikatan persahabatan itu masih tetap awet hingga mereka lulus dan kemudian meniti karir di tempat kerja masing-masing.
Namun beberapa waktu terakhir, hubungan persahabatan itu mulai merenggang sejak mereka menangani tender proyek yang sama dari perusahaan masing-masing. Awalnya mereka menganggap ini hanya persaingan bisnis biasa semata, namun semakin lama tanpa mereka sadari mulai merusak tatanan persahabatan mereka.
“Jadi kamu tak menganggap kita bersahabat?.”
“Terlalu banyak retorika dan pernyataan tak perlu dibalik kata persahabatan, sepertinya itu sudah mulai menjemukan.”
Kini Angela dan Marie saling berhadapan di bawah atap gedung megah, tempat mereka akan melakukan presentasi terakhir demi mendapatkan tender proyek. Sayangnya ikatan persahabatan mereka pun ikut menjadi bahan taruhan, apalagi keduanya terlihat begitu ambisius untuk menang.
“Kalau begitu mari kita saling memusuhi!.” Tegas Angela memutuskan.
“Tentu saja…dengan begitu semuanya akan lebih mudah.” Marie pun mengiyakan.
Dan ikatan persahabatan itu pun resmi menjadi kenangan yang menyedihkan pada akhirnya.

Ram Tadangjapi (8)

Seorang pria yang terjebak dalam kata, terpenjara rindu dalam pelukan dosa.
Silahkan interpretasi sendiri!.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Cerpen Harapanku Di Malam Tahun Baru
%d blogger menyukai ini: