Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Bunga Seroja yang Malang

Hari sudah mulai gelap, keadaan kota Jayapura kian tak menentu. Perilaku bejat dan tak bermoral sering di pentaskan dan meresahkan tentunya.

Gelap menandakan suasana menakutkan, apalagi jika anak gadis belum saja pulang ke rumah. Tentu menyisahkan kekawatiran bagi keluarga.

Sebut saja namanya Bunga Seroja, baru berusia 15 tahun, dia terlahir normal, namun satu dan lain hal menyebabkan kondisi anak ini memperihatinkan.

Cerita piluh itu bermula saat bunga Seroja mengalami sakit panas tinggi dan di ikuti kejang-kejang serta mengeluarkan busa di mulut sampai tidak sadarkan diri. Pengetahuan tentang cara mengurangi panas tinggi pada anak belum di miliki Keluarga.

Kasihan saja pada saat itu adalah masa tersulit bagi Orang tua di dalam berumah tangga karena sering berantem (berkelahi) sehingga perhatian bapak dan ibu terhadap anak semakin berkurang.

Melihat kondisi keluarga dan cucunya dalam suasana tidak tentram sehingga nenek bong beriniasif untuk merawat cucunya.

Berjalannya waktu, kini nenek sudah tua dan mulai jatuh sakit, memang karena faktor usia, apalagi nenek bong suka berjualan buah pinang hingga larut malam. Selain itu karena kamar tidur yang lembab dan nenek setiap harinya menghirup bauh kencing sang cucu di dalam kamar. Kemungkinan Hal ini sebagai pemicu Nenek Bong harus di rawat secara intensif.

Memang benar dari hasil diagnosa dokter, menunjukkan Nene Bong sakit paru-paru hingga harus di rawat di Rumah sakit.

Saat Nenek di rawat di bangsal Wanita Penyakit dalam RSUD Dok II Jayapura, bunga Seroja selalu berada di sampai nenek hingga Nenek mengembuskan nafas terakhirnya.

Setelah Alharhuma Nene Bong di panggil yang maha Kuasa pada desember tahun lalu, bunga Seroja terpukul dan belum menemukan sosok yang sama persisi dengan nene bong. Kini bunga Seroja masih mencari sosok yang peduli sama seperti Nene kandungnya itu.

Waktu nenek Bong masih hidup, bunga Seroja mendapatkan kasih sayang dari Neneknya. Kemana Nenek pergi atau beraktivitas pasti cucu di samping nenek.

BACA JUGA :   KONSEP DIVERSI

Kata Tante, Mereka tidur satu kamar, di rumah Papan yang terletak di pinggir kali. Bunga Seroja setiap malam suka kencing celana, dan nenek menghirup bauh kencing itu, melihat kamar yang mereka tempati juga lembab, tentu ini menjadi salah satu penyebab meninggalnya Nene bong.

Bunga Seroja adalah anak dengan berkebutuhan khusus sehingga perlu di rawat, dilindungan secara berlanjut di lingkungan keluarga.

Di dalam keseharian, anak Bunga Seroja bisa mandi atau melakukan aktivitas lainnya di kamar mandi. Walaupun sudah di ajarkan untuk hidup mandiri, namun bila rasa buang air kecil di malam hari, dia masih saja kencing celana.

Saat tidur, dia paling tidak suka di kasih bangun, dan kalau di kasih bangun di akan berontak dan menendang-nendang tempat sekeliling.

Bunga Seroja terlahir dengan normal, namun berjalannya waktu, dia perna sakit demam tinggi dan menyebabkan kaki serta tangannya mengalami cacat.

Selain itu, dokter mendiagnosis anak ini mengalami sakit Epilepsi/Kejang-kejang
, Anemia, Malaria Berat
, Sakit kulit
.

Di rumah, dia rajin mandi, menyisir rambut dan beres-beres rumah dengan menyapu dalam rumah dan halaman rumah. Dia menyesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD), mampun menulis dan menghafal perkalian dari perkalian satu sampai sepuluh dengan baik serta suka membaca Alkitab.
Bunga Seroja bisa di ajak komunikasi, namun lambat dalam membalas pembicara.

Setelah Nenek Bong meninggal dunia, dia sudah tidak tenang di rumah. Terkadang dia mulai jalan sendiri ke arah keramaian pusat kota dan saat petang hari tiba barulah dia pulang ke rumah. Tapi perna juga dia jalan kaki ke daerah yang jauh, dan untung baik ada orang uang baik menemukannya serta mengantarnya pulang ke rumah. Bagaimana jika di jalan anak Bunga Seroja bertemu dengan orang yang berniat buruk?

Bunga Seroja adalah anak yang penurut, bila ada orang baru memberi salam atau sesuatu barang, dia akan tersenyum dan senang menerima uang, atau makanan.

BACA JUGA :   Mencuri Di Rumah Pendeta, Dua Anak Berhadapan Dengan Hukum

Dari laporan perawat RS. Bayangkara, sudah empat kali warga menemukan dan mengantarnya ke kantor polisi dan di mengantar ke RS. Bayangkara.

Mengingat, di jalan ada orang baik dan di jalan pula ada orang yang tidak baik.

Banyak orang yang di pengaruhi Minuman keras, pemakai Narkoba hingga terkontaminasi Pornografi dan ini bisa membuat susah siapa saja menjadi korban. Apalagi dengan iming-imingan sesuatu barang, hal ini sangat di takutkan keluarga.

Keluarga telah berusaha untuk menegurnya bila dia mulai beranjak jalan keluar dari rumah, namun dia tetap berontak dan ingin jalan ke arah kota.

Tante adalah orang yang sangat peduli dengan kondisi yang dialaminya. Tante berusaha berjualan buah pinang untuk tambah penghasilan suami dalam menghidupkan empat orang anaknya dan keponakan bunga Seroja ini. Namun penghasilan tante belum cukup dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di dalam keluarga.

Dia tinggal bersama Tante, Suami Tante, bersama empat orang anak, di sebuah rumah kayu.

Sedih mendengar Bapak dan Ibu anak ini telah meninggal. Awalnya anak ini tinggal bersama Orang tua di kabupaten Biak Numfor, disana dia menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar, Setelah orang tua meninggal dunia, dia kembali ke Jayapura dan tinggal bersama Nene Bong dan Tantenya.

Anak bunga Seroja terlahir normal, tetapi saat di Kabupaten Biak, dia mulai mengalami keterbelakangan mental.

Menurut perawat RSJ Abepura, Tangan bunga Seroja menjadi cacat karena dia kemungkinan pernah mengalami demam tinggi dan keluarga lambat melakukan pertolongan pertama. Seperti dengan mengkompress atau dengan minum obat penurun panas.

Hal ini tidak di lakukan keluarga sehingga dia mengalami gangguan pada sarafnya membuat tangan kiri dan kaki kirinya kaku atau cacat.

Saat di Jayapura, Nene Bong adalah seorang paru baya yang peduli dan cinta sama cucunya.

Dia sangat perhatian dengan sepenuh hatinya. Nenek bong suka berjualan buah pinang, dan setiap berjualan cucunya selalu dia bawah, nenek klien berada dimana pasti klien juga di bawah.

BACA JUGA :   Naldi, Anak baik itu harus Berhadapan dengan Hukum

Beberapa staf dinas sosial kota Jayapura mengunjungi anak ini saat berada di ruang UGD, RS. Bayangkara sedang tidur pulas.

Bunga Seroja di temukan warga dalam keadaan telanjang dan menangis tersedu-sedu di jalan alternatif, Jayapura Selatan.

Dan warga mengantarnya ke kantor Polisi. Setelah itu polisi mengantarnya ke RS. Bayangkara. Disana dia nginap selama dua hari, tapi belum saja mendapatkan pelayanan medis.

Semua orang bingung, termaksud saya, dan menanyakan hal tersebut. Kenapa belum ada tindakan medis.

Dokter jaga di ICU menjawab, belum ada pihak keluarga yang menjenguknya sehingga pihak rumah sakit belum bisa melakukan tindakan medis.

Saya sempat berkomunikasi dengan perawat jaga di ICU, dimana dia diindikasi mengalami kekerasan seksual. Dan kali ini terjadi lagi tindakan yang sama, tercatat sudah empat kali dia mengalami hal serupa.

Kondisi ini juga di benarkan oleh ibu pendeta yang mendampingi anak Bunga Seroja.

Ibu Hana membenarkan anak ini sudah sering mengalami kekerasan seksual hingga mengalami trauma berat.

Sedikit emosi, ketika malam sekitar jam 18.00 WIT, dokter jaga ICU RS. Bayangkara menelepon agar segera bawah pulang anak Bunga Seroja ke rumah.

Atas koodinasi dengan Dinas Sosial kota Jayapura sehingga dia di rujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura.

Dan saat pemeriksaan, anak ini mengalami Anemia dengan hemaglobing (HB) berjumlah 2, mengalami gangguan jiwa, komplikasi Malaria hingga penyakit Ayan/ Epilepsos (kejang-kejang), sehingga bunga Seroja di rujuk ke RSUD Dok II Jayapura untuk tambah satu Kantong Darah, dan 3 Infus cairan.

Setelah mulai menunjukkan kondisi membaik, anak ini di rujuk kembali ke RSJ Abepura. Dan sekarang sedang di rawat di ruangan anak untuk mendapatkan traphi dan pengobatan secara medis.

Paskalis (47)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: