Oktober 19, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Struktur dan Fungsi Pencernaan Makanan Pada Manusia

Makan di proses dalam tubuh melalui 4 tahap yaitu
Indgesti( proses pemasukan makanan dalam mulut). Digesti ( pencernaan), obserpsi ( penyerapan). Difikasi( pengeluaran). Pada saat makanan masuk kedalam mulut proses pencernaan dimulai. Pencernaan merupakan proses pemecah makanan menjadi molekul molekul kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah. Selanjutnya molekul dalam darah menuju sel melalui membran sel. Molekul yang tidak digunakan dan di butuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan dari tubuh melalui sistem ekskresi seperti urine dan keringat. Makanan yang tercerna berupa feses akan dikeluarkan melalu anus ini disebut defikasi. Pencernaan makanan ini terbagi menjadi dua bagian yaitu pencernaan mekanis dan pencernaan kimiawi.
Pencernaan mekanis terjadi ketika makanan dikunyah, dicampur, dan diremas.
Pencernaan mekanis terjadi di dalam mulut salah satu contoh nya ketika. Makanan dihancurkan oleh gigi. Proses pencernaan kimiawi terjadi reaksi kimia, dimana perubahan makanan dari molekul besar menjadi molekul molekul yang lebih kecil.
Proses pencernaan kimiawi pada pencernaan biasanya dilakukan dan dibantu oleh enzim enzim pencernaan, seperti enzim amilase pada mulut
Sistem pencernaan manusia terdiri atas organ utama berupa saluran pencernaan dan saluran eksesori ( Tambahan). Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui oleh makanan dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan berakhir di anus. Lidah, gigi, ludah, kelenjar ludah, hati, kantung empedu dan pankreas merupakan organ aksesori yang membantu pencernaan mekanis dan kimiawi.
Kelenjar makanan adalah organ aksesori yang mengeluarkan enzim dan membantu proses pencernaan. Di dalam mulut terdapat gigi lidah, ludah dan kelenjar ludah ( Saliva) . Air liur mengandung molkusa atau lendir senyawa yang berfungsi sebagai anti bakteri dan enzim amilase atau disebut dengan plitalin. Enzim ini akan memecah molekul Amilum menjadi molekul maltosa di dalam mulut terjadi pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi. Setelah melalui rongga mulut makanan yang berupa bolus akan masuk ke dalam tekak (faring)
Faring adalah bagian memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan ( esofagus). Pada pangkal faring terdapat katup pernapasan yang disebut efiglotis.
Efiglotis berfungsi menutup ujung saluran pernapasan ( laring) agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. Setelah melalui faring bolus akan menuju ke esofagus ( kerongkongan). Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas menghimpit dan menumbuk bolus menuju lambung. Gerakan otot kerongkongan ini di sebut gerakan pristaltik
Setelah dari esofagus makanan masuk ke lambung
Di dalam lambung juga terjadi pencernaan mekanis dan kimiawi. Secara mekanis otot lambung berkontraksi mengaduk aduk bolus, secara kimiawi bolus tercampur dengan getah lambung, getah lambung mengandung asam klorida( hcl) enzim pepsin dan enzim renin
HCL didalam lambung berfungsi menjadi kan lambung bersifat asam dengan pH 1-3 sehingga dapat membunuh kuman yang masuk bersama makanan,
Enzim pepsin akan meghodrolisis ( memecah) protein menjadi Pepton ( campuran poliptida Dengan asam amino). Enzim renin akan mengendapkan kasein yang terdapat dalam susu. Setelah melalui proses pencernaan 2- 4 jam di dalam lambung bolus akan menjadi bahan kekuningan yang di sebut kimnus( bubur usus).
Kimnus akan masuk sedikit demi sedikit ke dalam usus 12 jari, pengaturan ini dibantu oleh adanya sfinger yaitu otot otot yang tersusun melingkar antara lambung dan usus dua belas jari. Usus halus memiliki panjang 8,25 meter. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari ( deodenum) dengan panjang 0,25 meter, usust tengah ( yeoyenum) dengan panjang sekitar 7 meter dan usus penyerapan ( ileum) dengan panjang 1 meter.
Dalam usus halus terjadi pencernaan secara kimiawi saja, pada duodenum terdapat saluran penghubung dengan kantung empedu dan pankreas. Getah pankreas mengandung enzim lipase, amilase, dan tripsin.
Enzim lipase akan mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Enzim amilase akan mencerna Amilum menjadi maltosa.
Enzim tripsin akan mencerna protein menjadi poliptida.
Getah empedu yang dihasilkan hati akan mengemulsikan lemak yang membuat lemak agar larut dalam air. Pencernaan makanan akan dilanjutkan di yeyunium pada bagian ini terjadi pencernaan terakhir sebelum zat zat makanan diserap. Zat zat makanan yang melalui yeyunium menjadi bentuk zat zat yang siap diserap. Penyerapan zat-zat makanan terjadi di elium, glokusa, vitamin yang larut dalam air, asam amino dan mineral setelah diserap oleh usus halus akan dibawa oleh darah menuju hati dan di edarkan ke seluruh tubuh.
Struktur usus manusia memiliki lipatan lipatan baik bagian dalam maupun bagian luar yang berfungsi untuk memperluas bidang bidang penyerapan, semakin luas bidang permukaan bagian dalam usus semakin semakil luas penyerapan microvili dan proses pencernaan yang terjadi juga semakin efektif. Usus besar memiliki panjang 1 meter yang terdiri dari colun asindens atau naik, colun mendatar dan colun desindenc atau menurun dan berakhir pada anus. Diantara usus halus dan usus besar terhadap usus buntu( sekum). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut umbai cacing( ependiks) yang berisi masa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.
Bahan makanan yang sampai pada usus besar bisa dikatakan zat zat sisa. Zat zat sisa akan berada dalam usus besar selama 1- 4 hari. zat zat sisa tersebut terdiri atas sejumlah air dan sisa sisa makanan yang tidak dapat tercerna misalnya ( selolusa). Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan, bila kadar air pada makanan tersubut terlalu banyak makan dinding usus besar akan menyerap kelebihan air tersebut. Sebaliknya bila sisa makanan kekurangan air maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimnya ke sisa makanan. Di dalam usus besar terdapat banyak sekali bakteri esherias coli yang membantu membusukkan sisa sisa makanan tersebut. Bakteri echorechia coli yang membentuk vitamin k dan B12. Sisa makanan yang tidak terpakai oleh tubuh beserta gas gas ber bau disebut tinja( feses) akan dikeluarkan melalui anus.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Resep ayam goreng mentega0
%d blogger menyukai ini: