Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Saat Kerajaan Majapahit Dipimpin 2 Putri Keturunan Raden Wijaya

Raja Jayanegara penguasa Majapahit oleh abdi dalemnya sendiri bernama Tanca, membuat dua perempuan ini selamat. Bagaimana tidak dua perempuan yakni Tribuwanatunggadewi dan Dyah Wiyat atau Rajadewi Maharajasa, keturunan dari Raden Wijaya selamat dari cengkeraman Jayanegara.

Dikisahkan dalam buku “Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit” karya Slamet Muljana, kedua putri itu akhirnya memerintah di dua wilayah berbeda. Tribuwanatunggadewi memimpin Kahuripan dan Rajadewi Maharajasa memerintah Daha.

Keduanya memerintah wilayah masing-masing dengan gelar rani Kahuripan dan rani Daha. Tak hanya itu, sepeninggal Jayanegara membuat para laki – kami jejaka yang mempunyai ketertarikan kepada dua putri itu berani menginjakkan istana Majapahit lagi, untuk melakukan pendekatan.

Pada tahun 1250 Saka atau 1328 Masehi pun putri Tribuwanatunggadewi menikahi Sri Kertawardana dari Singasari, putra Cakradara. Sedangkan Rajadewi Maharajasa atau bhre Daha menikah dengan Raden Kuda Amerta dari Wengker, atau Bhreng Prameswara ring Pamotan, dengan nama abiseka sri Wijayarajasa.

Selanjutnya kedua putri Raden Wijaya ini memimpin Majapahit. Tribuwanatunggadewi dinobatkan sebagai rani Majapahit atau raja Majapahit. Ia memerintah bersama adiknya rani Daha atau Rajadewi Maharajasa.

Pemerintahan bersama dilakukan agar segala kesulitan yang mungkin timbul jika seandainya hanya rani Kahuripan atau Tribuwanatunggadewi saja yang memegang tampuk pemerintahan. Hal ini tak lepas dari hasil pemikiran Gajah Mada, yang terkenal sebagai orang bijaksana dalam tindakannya.

Kedua putri ini mengadakan persekutuan untuk memerintah Kerajaan Majapahit. Sementara saat itu patih amangku bumi masih tetap dijabat Aria Tadah.

Djuan Revi (352)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Gurun Terluas di Dunia
%d blogger menyukai ini: