Oktober 20, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Naldi, Anak baik itu harus Berhadapan dengan Hukum

Naldi suka membayangkan, jika sudah punya motor, maka dia bisa ikut gabung geng motor sekolahan, berboncengan sama pacar dan bisa kemana saja, tentu asikkan.

Saat lulus SMP, Ayah membelikan Motor Honda Merk Sonic. Tentu, Naldi senang mendapatkan hadiah sebuah motor baru. Memang ini seakan dalam mimpi saja, dan dia pikir tidak akan memiliki motor, tapi Ayah dapat membuktikan janjinya itu.

Ayah ku adalah sosok pekerja keras, dia berprofesi sebagai tukang bangunan merangkap mandor. Sudah banyak permintahan Orang kepada ayah untuk mengerjakan proyek.

Mereka melihat ayah itu ulet dan terampil serta tidak menuntut berlebihan. Sudah sebulan Ayah di Sarmi, sedang mengerjakan rumah murah proyek dari Pemda Sarmi.

Kata ibu ku, Bakat kerja bangunan juga ada pada diri ku. Tapi ayah tidak setuju, malah dia menyuruh saya agar rajin belajar, padahal nilai saya pas-pasan di sekolah.

Kini dengan motor Sonic, saya dapat bepergian ke sekolah dan melakukan aktivitas di luar bersama teman. Setiap remaja pasti ingin tampil bedah, apalagi Naldi pun baru berusia 16 tahun, tapi usia secuil itu tentu belum cukup umur untuk memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM).

Sebagai anak sulung dengan memiliki adik yang masih kecil bernama Dani, kami di asuh sepenuhnya dari Ayah dan ibu yang penyayang dan berusaha untuk melengkapi kebutuhan dasar bagi setiap anggota keluarga.

Ibu ku adalah sosok wanita hebat, sejak kecil dia suka memberikan nasehat dan mendidik kami agar rajin bersekolah menuntut ilmu, rajin beribadah serta berusaha menasehati ku di dalam pergaulan di lingkungan sosial. Setiap pagi ibu memberikan uang jajan dan mengingatkan kami untuk pergi ikut ibadah, serta orangtua memberikan contoh ketaatan untuk rajin beribadah dan mengikuti ibadah secara rutin.

Sejak bulan desember tahun lalu, kami pindah rumah ke kabupaten Jayapura. Disana terasa bosan, karena saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru, dan tentu belum memiliki teman karib.

Bila bosan, saya akan pergi bermain bersama teman lama saya di Perumnas I Waena, Heram Kota Jayapura.

Naldi seorang anak lelaki mulai beranjak masuk masa remaja dan suka bergaul , dia memiliki teman yang banyak serta mengikuti setiap trend pergaulan muda-mudi kekinian.
Ibu berulang kali mengingatkannya untuk bergaul secara baik di lingkungan sosial. Naldin terkenal anak yang aktif dan pintar. Orang tua melihat lingkungan sosial di daerah perumnas I Waena tidak nyaman dari berbagai tindakan kriminal, seperti terjadi perkelahian, kasus pencurian, mabuk-mabukan. Hal ini yang membuat orangtua sering takut, jangan sampai kedepan bisa terjerumus mengikuti lingkungan sosial yang buruk.

Sebelum kejadian tabrakan di Pantai Enggros, Holtekamp. Naldi dan ke dua temannya Arifin dan Arin mengisi hari akhir pekan pergi memancing ikan di tambak ikan Koya Timur. Orang tua mengijinkan karena kegiatan ini positif. Namun, setelah habis memancing dan hendak pulang ke rumah, musibah yang tidak di harapkan pun terjadi. Naldi mengaku melaju kencang dengan motor Honda Sonic dengan harapan cepat tiba di rumah tidak larut malam, tapi musiba itu tidak terhelakkan.

Kondisi ruas jalan Hamadi – Holtekamp merupakan jalan yang ramai dengan orang sedang lalu-lalang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, sebagai jalan alternatif yang menghubungkan kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami, tentu arus kendaraan begitu padat dan di saat akhir pekan warga masyarakat mengunjungi pantai Enggros, jembatan merah, Pantai Hamadi, sebagai objek wisata yang patut di kunjungi.

Saat kejadian tabrakan, Naldi melihat banyak warga masyarakat sedang menikmati akhir pekan di sisi bauh kiri dan kanan jalan.

BACA JUGA :   Dariku Untukmu, sebuah puisi

Setelah jalan alternatif di bangun sudah banyak terjadi kecelakaan serupa yang mengakibatkan orang meninggal dunia dan kini Naldi mengalami hal yang sama. Kendarahan yang melintas di jalan akternatif sering dengan kecepatan tinggi dan tidak memikirkan soal keselamatan dirinya dan para pejalan kaki atau warga masyarakat yang berada di bauh jalan yang sedang menikmati objek wisata.
Kebanyakan kejadian tabrakan karena kebiasaan buruk warga masyarakat saat berkendaraan sambil menunggak minuman keras atau sedang dalam kondisi mabuk, dan sering tanpa sengaja melakukan kelalaian mengakibatkan diri sendiri dan orang lain menjadi korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas jalan.

Naldi mengaku kaget dengan banyaknya warga di sisi kiri bauh jalan sedang menyeberang, dia tidak dapat mengontrol lajunya motor yang di kendarahinya, walaupun dia sudah berupaya ingin menghindari terjadinya korban tabrakan kepada warga sekitar tapi upaya itu tidak bisa di hindari sehingga salah satu warga menjadi korban atas kelalaiannya.

Korban tidak sadarkan diri di tempat kejadian dan di antarkan langsung oleh warga masyarakat ke Rumah Sakit Bayangkara. Rupahnya tabrakan itu buntut terjadi main hakim, warga mengakimi Naldi hingga babak belur dan tidak sadarkan diri.

Polisi menghubungi keluarga dan memberitahu soal kejadian tabrakan terjadi sekitar pukul 18.30 Wit, dan dia kini berada di RS. Bayangkara.

Informasi itu membuat keluarga besar Aldi merasa kaget dan takut. Naldi mendapatkan beberapa luka dan di jahit pada kepala belakang dan dahi serta beberapa anggota tubuhnya yang masih rasa sakit. Naldi sadar dia bersalah dengan membawah motor tidak hati-hati, dan memacu kecepatan dengan jarum spido meter menunjukan di atas lima puluh (50).

Namun karena kaget dan tidak bisa mengontrol laju motor membuat dia menabrak orang yang sedang menyeberang jalan di sisi jalan baru Pantai Enggros – Holtekamp. Kini dia berhadapan dengan hukum karena kelalahian saat mengemudi motor dan menambrak pejalan kaki hingga tewas di tempat.

Walaupun demikian, cinta kasih dari orang tua terutama bapak tidak pernah pudar, terbukti dia mendampingi anak sulungnya itu, saat mendapatakan perawatan di rumah sakit Bayangkara dan saat di periksa di kantor Polisi.

Tentu dilema di rasakan orang tua saat membelikan sebuah motor. Di lain sisi membantu anaknya dalam aktivitas, tapi berdampak fatal karena tidak hati-hati di dalam berkendara.

Di dalam keseharian, ibu Mariani Kurung adalah salah satu sosok yang memberikan andil besar memperhatikan tumbuh kembang dan pergaulan klien di lingkungan sosial. Terbukti klien masih hidup layak dengan baik, masih bersekolah, dan sedang duduk di bangku kelas X SMA. Walaupun di dalam pergaulan di lingkungan sosial, setiap anak terkadang membandel atau acuh tak acuh dalam mendengarkan nasehat orangtua, namun orangtua tidak bosan-bosannya memberikan nasehat dan arahan yang membangun serta memberikan motivasi untuk menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab pada keluarga, diri sendiri dan terutama kepada Tuhan.

Saya melihat, memang yang menjadi ancaman bagi setiap anak-anak saat berada di lingkungan pergaulan, dan memberikan dampak yang positif dan juga negatif.

Naldi di ijinkan orang tua membawah motor untuk kegiatan yang baik dan saat mengisi hari pergi memancing adalah kegiatan yang baik dan positif. Namun saat mengendarahi motor di jalan, kecepatan motor terkadang tidak di perhatikan.

Padahal, orang tua selalu memberikan nasehat demi nasehat agar anak saat berkendarahan di jalan harus dengan hati-hati.

BACA JUGA :   Kasus Pelajar Korban Kekerasan Seksual di Jayapura, Kini Bergulir di Polda Papua

Saat bertemu Naldi di Polsek, dia menceritakan tentang peran ibunya dalam pengasuhan anak yang telah dilakukan. Karena peran seorang ibu itu sangat penting di dalam pembinaan dirinya dan adik Dani.

Menurut ibu Naldi, dia sudah memberikan motivasi untuk rajin bersekolah, mendekatkan setiap anak-anak pergi ke Mesjid, dan ibu selalu mendoakan agar termotivasi untuk menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orangtua.

Selama ini, tanggung jawab yang di berikan ibu Mariani Kurung kepada setiap anaknya baik dan sudah di jalankan, pada waktu tertentu ibu memberikan nasehat soal pergaulan kepada sesama teman harus baik dan tidak ikut pengaruh buruk.

Selain itu, Ibu memberikan tanggung jawab kepada Naldi dan adiknya Julham Dani Amin membantu urusan di dalam rumah, seperti menyapu rumah, menyiram tanaman, kasih makan ayam, mencuci pakaian dan kegiatan lainnya.

Etika sopan santun, menghargai yang lebih tua, tidak mencari masalah dan dengar-dengaran pada orangtua menjadi nasehat berharga yang diberikan bapak kepada setiap anak-anaknya. Ibu selalu menyarankan kepada anak-anaknya bila bergaul di lingkungan sosial, mereka harus bisa bersahabat yang baik dengan teman, namun tidak terpengaruh dengan perilaku buruk lingkungan sekitar. Klien dan adeknya Dani sejak kecil rajin beribadah dan rajin pergi ke sekolah.

Setelah kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan baru Pantai Enggros-Holtekamp membuat bapak Naldi dengan tegas tidak mengijinkan dia mengemudi motor lagi. Naldi sebelumnya belum pernah berhadapan dengan hukum, kejadian tabrakan di Jalan baru Enggros-Holtekamp membuatnya berurusan dengan pihak berwajib.

Selama membawah motor Honda Sonic dia belum memiliki Surat ijin Mengemudi (SIM) karena belum cukup umur dalam mengurus SIM.

Selama ini, aktivitas Naldi di lingkungan dalam rumah maupun di dalam pergaulan lingkungan sosial dia tidak pernah melakukan sebuah tindakan yang negatif atau menyusahkan orang lain. Dia berharap bisa kembali tinggal bersama orangtua dan mendapatkan perawatan dari orangtua atas kondisi tubuh yang belum pulih dengan benar, dia berharap bisa bertemu lagi dengan teman sekolah.

Atas kejadian ini, Naldi merasa bersalah dia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya berharap semua persoalannya kepada pihak kepolisian dan orangtua untuk dapat menyelesaikan masalah yang membuatnya menjadi beban pikiran.

Setelah kejadian itu, dia banyak mendapatkan nasehat dari orangtua, salah satu nasehat adalah jangan lagi membawah motor. Bapak merasa bersalah dan berjanji akan terus membimbing setiap anak dengan lebih intensif lagi. Orangtua menyerahkan semua proses dari kasus yang menjerat anak kepada pihak kepolisian. Dia meminta maaf kepada keluarga korban atas kelalahian anaknya saat berkendarahan di jalan baru Pantai Engross-Holtekamp yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Dia juga berharap agar anaknya tumbuh menjadi anak yang dewasa dengan melihat persoalan ini menjadi pelajaran yang berharga. Dan tidak akan mengulangi lagi tindakan yang menyebabkan orang lain menjadi korban. Bapak klien juga berharap agar anaknya bisa bersekolah seperti semulah dan mengejar impiannya menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada waktu itu tidak ada satu pun orang yang membantu melerai dari tindakan amukan, dia menjadi bulan-bulanan amukan massal. Tindakan main hakim menyebabkan sekucur tubuhnya babak belur hingga tidak sadarkan diri di tempat kejadian. Dia mengalami tekanan batin dengan ketakutan dan kesakitan yang berlebihan.

Tentu kondisi itu akan membekas dan terbawah dalam hidupnya dan butuh waktu untuk pemulihan. Dia sedikit ketakutan dan merasa tidak nyaman serta menunduk murung. Beberapa kali dia menyampaikan bahwa masih merasakan kesakitan di bagian kepala, dan bagian dada. Saat batuk masih mengeluarkan darah segar dan kepalanya masih merasa pusing dan dia mengungkapkan menyesal dan merasa bersalah dengan kejadian ini.

BACA JUGA :   Bunga Seroja yang Malang

Saya berharap dia bisa menjalani control ulang ke rumah sakit, apalagi dia belum pulih dari kondisi tubuh yang memar karena diamuk massa. Dia rajin bersekolah, itu semua karena berkat orang tua yang suka memberikan nasehat kepadanya.

Klien menyampaikan bahwa ibunya adalah sosok penyemangat, ibu setiap pagi memberikan motivasi agar klien rajin pergi sekolah. Karena rajin bersekolah dan suka membantu orangtua di rumah sehingga orangtua memberikan hadiah sepeda motor merek Honda Sonic, dengan motor itu klien dapat melakukan aktivitas bersekolah dengan rajin lagi dan aktivitas lainnya yang positif.

Kejadian kecelakaan lalu lintas merupakan moment yang berat untuk di lupakan karena masalag ini menyisahkan trauma dan pengalaman pahit pertama kali yang buruk terjadi di dalam kehidupannya. Dia merasa bersalah atas kelalaian yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Dia tidak punya niat untuk melakukan tindakan yang membuat orang lain jadi korban, dia meminta maaf kepada kelaurga korban yang merasa kehilangan almahum.

Saat berada di ruang Lakalantas Polsel, dia tertunduk murung sambil melipat kedua tangan dengan pandangan ke lantai.

Setelah saya menyapa, dia pun mulai menunjukan reaksi dengan berusaha menoleh ke arah ku,sebelumnya dia terkadang tidak merespon baik pertanyaan, tapi berjalannya waktu dia mulai menunjukan sikap dengan saling berkomunikasi dua arah.

Dia mengungkapkan, kondisi kesehatannya belum pulih sambil menunjukan jahitan luka di kepala belakang dan dahi, dia juga cerita saat batuk terkadang keluar darah kental dan saat bangun tidur kepalanya terasa pusing.

Naldi adalah anak Sulung, suka dengar-dengaran dan taat dengan setiap nasehat orang tua. Kasus tindak pidana kecelakaan lalu lintas yang membuat korban meninggal dunia di jalan baru Pantai Engggros-Holtekamp, merupakan kasus pertama kali di dalam hidupnya.

Kini sudah seminggu dia belum mengikuti proses belajar-mengajar dengan aplikasi virtual Zoom secara on-line. Kondisi tubuhnya belum pulih dari tindakan amukan massa yang membuat sekucur tubuhnya lebab.

Dan saat batuk sering keluar darah segar serta saat bangun tidur kepalanya masih pusing hingga beberapa anggota tubuh masih sakit.

Dia membutuhkan bimbingan, arahan dari orangtua, pemuka agama dan pekerja sosial anak, dan semua pihak perlu terlibat mendukung penyelesaian persoalan dengan memperhatikan hak anak dan hak korban dengan bijak dan bermartabat.

Saya berharap masalah ini bila menjadi pelajaran tentang nilai kehidupan dan nilai kemanusiaan serta rasa tanggung jawab dalam penyelesaian. Persoalan ini bisa menjadi pelajaran bagi Naldi agar hidup ke depan bisa lebih dewasa.

Orang tua perlu terlibat aktif di dalam melihat persoalan ini, agar Naldi bertumbuh dengan takut akan Tuhan dan dengar-dengaran sama orang tua.

Peran orangtua harus lebih intens dalam menjaga dan menangkal setiap pergaulan buruk anak mereka di lingkungan sosial.

Berdasarkan kepentingan terbaik anak, kita berharap Naldi bisa mengenyam pendidikan kembali dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang eksekutive serta di bina oleh negara dalam segalah aspek kehidupan. Dan mengedepankan hak-hak anak dan melihat lagi efek jerah dan peran orang tua perlu di tingkatkan sehingga setiap orangtua perlu menerapkan tanggung jawab yang terbaik demi perkembangan dan pengasuhan anak lebih baik lagi.

Paskalis (48)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: