Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Motivasi Menebar Kebaikan Lewat Menulis

Menulis adalah cara menyebar kemanfaatan secara mudah dan praktis kepada seseorang, menyentuh secara jauh dan mendekatkan secara gamblang. Jika materi kita tak mampu, mengapa tidak dengan menulis menjadi jalan menyalurkan kebaikan kepada seluruh insan.

Sederhana, bukan? Tidak perlu banyak kata, ataupun pusing menyusun kalimat agar menarik bagi sang pembaca, cukup tulis saja. Lama kelamaan juga akan terstruktur secara berlahan, jika kita hanya mampu menyampaikan hal baik di akun media sosial kita, itu cukup berharga daripada tidak sama sekali.

Mungkin saja, beberapa tulisan kita menjadi pengaruh besar pada kehidupan orang lain, dan justru mendedikasikan dirinya menjadi lebih baik dari sebelumnya, pun juga siapa sangka jika ada beberapa orang yang akan mendoakan si penulis, tanpa sadar doa-doa mendarat begitu saja di setiap harinya.

Sebuah kebahagian mengharukan, jika mereka yang di luar sana tidak mengenal kita tetapi memberikan doa terbaiknya untuk kehidupan ini. Luar bisa sekali, kan? Dan juga jangan meminta lebih atas apa yang kita lakukan, sebab sebaik-baiknya pemberian adalah doa yang dirahasiakan.

Nah, untuk itu kapan lagi mulai menulis? Jangan biarkan ide-ide atau pun gagasan kita menjadi mati atau pun bersawang tanpa makna dan tanpa pesan yang istimewa. Yuk, jadikan semua lebih berharga.

Jangan pikirkan tulisan kita dibaca atau tidak, tulisan kita menyentuh hati pembaca atau diabaikan, atau pun tulisan kita sama sekali tak dilirik, tugas kita hanya mengeksekusi kebaikan itu meskipun tidak ada yang menghargainya, ataupun tidak ada yang memberikan apresiasinya.

“Semua manusia akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak.” (Ali bin Abi Thalib).

BACA JUGA :   Sebatang Rokok

Kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang membantu atau menolong kita di akhirat kelak. Mungkin saja ada segelintir tulisan kita yang terus dibaca dan dipraktekkan khalayak, hingga menjadi amal jariyah di saat raga kita tak lagi di dunia tetapi nama kita kan terus diabadikan oleh masa.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: