Oktober 19, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Dia ( Chapter 3 )

Dihari pertama aku kembali masuk kerja kita sempat ketemu di kantin kantor.
Dia selalu menanyakan bagaimana keadaanku, apa udah ada kabar dari kakakku…
Dia selalu care apapun keadaannya. Padahal kita baru dan ngobrol di saat kakakku pergi.
Disaat kita ngobrol di kantin tiba tiba ada panggilan masuk ke nomorku dan itu nomor baru.
Aku tidak tau itu nomor siapa, aku langsung menjawab telpon itu.
Dan ternyata itu dari kak rani kakaku yang pergi dari rumah.
Dia menghubungiku karna dia di kasih oleh abang sepupuku kalau aku sakit karna kepergian kak rani.
Dia menghubungiku supaya aku gak kepikiran lagi.
Dia mengatakan kalau dia akan selalu ada untuk ku, walaupun dia gak di rumah bukan berarti dia gak peduli lagi dengaku.
Dia juga menanyakan kabar mama dan papa setelah dia kepergian dia dari rumah
Aku mengatakan semenjak dia pergi semuanya berubah menjadi lebih buruk sejak kepergiannya.
Kak rina hanya bilang maaf atas keputusannya, dia hanya ingin membuktikan ke mama dan papa.
Kalau dia bisa sukses dengan jalannya, dia pengen melakukan sesuai fashionnya.
Walaupun caranya dia tau salah,, tapi dia terpaksa dan cuma itu aja caranya.
Dia bilang supaya aku gak kepikiran lagi, jangan sakit lagi, jaga kesehatan dan jagain mama dan papa.
Dia pasti akan pulang, bilangin sama mama dan papa kalau kakk sayang mereka, kakak rindu mereka disini.
Jangan khawatirin kakak, kakak baik baik aja.
Dan aku juga bilang kalau kakak harus tetap menghubungiku, karna aku sekarang sendirian aja.
Dia janji dia akan selalu menghubungiku, dia hanya butuh waktu untuk sendiri dulu.
Aku yang selama ini deket dengan kakk bahkan tidak mengetahui apa yang dirasakan kakaku.
Hari ini aku lumayan senang karna mendapatkan kabar dari kakakku langsung.
Mama yang mulai sakit sakitan sejak kak rani pergi, dan aku yang semakin dekat dengan rafan.
Bahkan 5 bulan kami deket dia mengajakku untuk serius ingin bersamaku.
Aku yg pernah jatuh hati padanya dan juga merasa nyaman dengan rafan.
Jika dia memang ingin serius denganku aku meminta dia datang kerumah menemui orangtua ku untuk menyampaikan keseriusannya.
3 hari sejak aku mengatakan itu rafan dan orang tuanya datang ke rumahku.
Mereka datang dengan niatan ingin melamarku.
Dan orangtuaku menerima lamaran itu, dan lamaran resminya akan di adain bulan depan.
Tapi ada rasa yang kurang bagiku, kak rani gak ada di sisiku.
Aku menghubungi kak rani dan memintannya untuk pulang,
Aku katakanlah kalau aku bulan depan mau lamaran, dan aku ingin dia kembali lagi kerumah.
Dia sempat bilang gak bisa pulang dan dia hanya mendoakanku supaya acaranya lancar.
Mendengarkan perkataannya yang tidak bisa datang di hari bahagiaku tanpa sadar air mataku menetes.
Aku menangis sesegukan sehingga mama datang ke kamar untuk memastikan aku kenapa.
Aku mengatakan ke mama kalau kakak gak bakalan datang saat lamaran aku.
Mama yang mendengar itu juga sedih, mama pun langsung mengambil handphone ku untuk menelphone kak rani.
“Ran, ini mama. Mama minta maaf kalau kamu pergi dari rumah karna mama.
Mama gak bermaksud untuk membedakan kalian, mama sayang sama kamu.
Bagi mama kamu dan zara segalanya bagi mama, mama minta maaf nak.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Dipertemukan oleh waktu:chapter 4
%d blogger menyukai ini: