Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Budaya Jawa Akulturasi

MASA AKULTURASI BUDAYA JAWA

A.Paham Animisme Kejawen

Seluruh kepercayaan manusia Jawa berunsur pada animisme dari jaman prasejarah sampai sekarang, termasuk kepercayaan tentang mahluk halus, roh leluhur yang mendiami macam-macam tempat tertentu. Dalam sejarah pulau Jawa ada tiga jaman pokok mengenai agama yaitu :

üJaman prasejarah sampai abad 8, dimana jaman itu rakyat Jawa tinggal di dalam masyarakat kecil dan kepercayaan animisme. Kepercayaan animisme termasuk kepercayaan manusia mengenaqi mahluk halus dan roh lelehur yang mendiami bermacam-macam tempat.

üJaman kerajaan Hindu-Budha. Pertama dengan kerajaan Mataram dari abad 8 sampai abad 10 yang terletak di Jawa Tengah, kerajaan Majapahit dari abad 13 sampai abad 16 yang terletak di Jawa Timur. Pada jaman tersebut masyarakatnya beragama Hindu serta Budha.

Jaman Islam setelah abad 16 waktu kerajaan Majapahit turun. Kerajaan Islam yang dibentuk masih menyimpan banyak tradisi dari kerajaan Hindu-Budha tetapi memakai agama Islam.

Karena ketiga jaman agama tersebut, agama Jawa saat ini berlapiskan tiga, yaitu kepercayaan animisme, agama Hindu-Budha, dan agama Islam.

Walaupun mayoritas orang Jawa beragama Islam, agama Islam yang dilakukan di Jawa punya perbedaan dari agama Islam yang di lakukan di daerah Timur Tengah. Agama Islam di Jawa dicampuri dengan kepercayaan manusia lain asli Jawa, yaitu kepercayaan animisme dam kepercayaan dari kerajaan Hindu-Budha.

Asalnya kepercayaan animisme adalah dari jaman prasejarah dan bagian kepercayaan itu masih hidup sampai sekarang. Penganut animisme adalah orang-orang yang percaya bahwa tempat-tempat atau objek-objek punya kepercayaan tersendiri, mislanya orang yang percaya dengan mahluk halus, roh leluhur dan hantu yang mendiami macam-macam tempat.

B.Hindu-Budha Ke Jawa

Pengaruh Hindu Budha yang paling mengakar dalam kehidupan orang Jawa terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur cukup kental, karena Hindu-Budha memberikan tat tulis, perhitungan tahun Saka, serta sastra yang mengandung filsafat keagamaan beserta ajaran mistik yang cukup halus. Artinya, Hinduisme memberikan dan mengangkat budaya intelektual selapis suku Jawa dan melahirkan kerajaan-kerajaan besar dengan budaya religi animisme dan dinamisme yang asli dan telah mengakar dengan berbagai macam tradisi dan aturan-aturan (hukum) adatnya.

BACA JUGA :   Keterbukaan dan Kejujuran

Asalnya agama Hindu dan agama Budha adalah dari India dan agama tersebut datang ke pulau Jawa sebelum abad ke 8. Agama Hindu-Budha menguasai pulau Jawa selama delapan abad dan agama itu memang pengaruhi kepercayaan manusia Jawa terhadap gunung. Tempat bergunung-gunung sepanjang sejarah agama ini dipakai sebgai tempat smemedi. Simbolisme agama Hindu dalam kepercayaan manusia Jawa memang kuat sekali.

Kosmologi agama Hindu termasuk lima dewnya menurut mata angin dan Siwa sebagai tengah. Dari dewa Siwa ditengah, ada Iswara ke timur, Brama ke selatan, Mahadewa ke barat dan Wisnu ke utara. Selanjutnya karena dunia manusia berhubungan dengan dunia alam dan ghaib, pada waktu kerajaan Hindu-Budha kalau ada bencana seperti letusan gunung berapi, banjir dan sebgainya, bencana tersebut akan mengkurangkan kekuatan rajanya.

Sebenarnya Hindu-Budha tidak mematikan budaya Jawa asli akan tetapi sebaliknya justru memupuk dan menyuburkannya. Tidak hanya itu, Hinduisme meningkatkan filsafat hidup dan wawasan tentang alam raya beserta teori-teori kenegaraan yang dipengaruhi oleh raja-raja yang keramat sebagai wakil para dewa untuk mengatur kehidupan masyarakat yang diberkati para dewa. Oleh karena itu Hinduisme kemudian mengakar dalam dan menjadi penyangga kebudayaan priyayi kejawen yang menjulang di lingkungan istana kerajaan-kerajaan.

Paham ini telah membentuk tradisi besar, sedangkan masyarakat petani pedesaan yang hanya selapis tipis tersentuh Hinduisme tetap buta huruf dqan mewujudkan tradisi kecil dlam budaya Jawa. Namun budaya animisme dan dinamisme tetap bertahan serta ikut menjiwai pula dalam pola kebudayaan priyayi di lingkungan tradisi besar. Kemudian kedatangan agama Islam yang mulai menyebar di Indonesia sejak abad ke-13 M, ternyata juga tidak mengganggu budaya asli animisme dan dinamisme di Jawqa, karena budaya asli ini mempunyai watak yang elastis yang dapat menyusup dalam kehidupan Islam pesantren.

Djuan Revi (352)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

BACA JUGA :   Lambang Weton yang Cocok Dengan Pekerjaan Kamu, Jangan Salah Pilih, Agar Rezeki Mengalir Terus!
Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: