Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Malam

Malam yang begitu sunyi membawaku kembali teringat pada kejadian 7 tahun lalu.
7 tahn yang menjadi momen yang sama sekali gak pernah aku bayangkan.
Kehilangan..
Yaa… kehilangan orang yang aku sayang, kehilangan untuk selamanya.
Kehilangan itu membuatku menjadi trauma dan mengubah hidupku.
Hariku menjadi sepi, sampai aku tidak mau melakukan hal hal baru karna aku tidak bisa melakukannya dengan dia.
Semasa hidupnya aku belum sempat mewujudkan keinginannya.
Semenjak itu aku lebih suka menyendiri, lebih banyak diam.
Aku menjadi pribadi yang lebih tertutup, bahkan tidak bisa mengatakan apa yang aku rasakan.
Orang melihatku baik baik aja, seperti tidak ada rasa terpukul kehilangan dia.
Tapi yang orang tidak tau hatiku hancur, aku harus terlihat kuat.
Karna ada orangtua ku yang harus aku kuatkan setelah kehilangan dia.
Dia bagaikan bintang dalam keluarga kami, yang terus memberikan cahaya untuk semuanya.
Dan sekarang bintang itu telah pergi, pergi untuk selamanya.
Kalau di tanya siap??
Siapa yang akan siap dan mau kehilangan, apalagi kehilangan dia.
Tapi allah punya rencana yang lebih indah.
Kehilangan dia menjadi duka bagi kami semua, dan sekarang aku gak boleh kelihatan lemah.
Semenjak itu aku lebih suka menyendiri, mengenang semua yang terjadi.
Mengenang masa masa bersama dia, sesuatu hal yang pernah aku rasakan walaupun hanya sebentar.
Semenjak itu aku tidak suka dengan malam, bagiku malam adalah kehilangan.
Malam bagiku kesedihan dan menyakitkan.
Sampai 4 tahun setelah itu secara tidak langsung sesorang itu.
Membuatku lupa akan trauma dengan malam.
Dia selalu memberi keceriaan dan kenyamana, berbicara dengannya.
Membuat beban yang selama ini aku rasakan bisa berkurang.
Dia menjadi orang tempatku berbagi hal hal tertentu tapi membuatku merasa lega.
Tanpa kita sadari kita semakin dekat satu sama lain.
Berbagai momen selalu menyatukan kami, sehingga kami selalu ada satu sama lain.
1 tahun kami dekat sebagai sahabat yabg bisa berbagi berbagai hal.
Tapi hari itu tanpa dia mengatakan apapun padaku dia membuat keputusan.
Yang membuatku sedih dan kehilangan dia.
Aku juga tidak bisa memaksa dia untuk mengubah keputusannya.
Aku takut kehilangan dan jauh dari dia karna keputusan dia itu.
Ternyata selama ini di menaruh hati padaku, sehingga setelah dia.
Mengambil keputusan itu dia mengutarakan isi hatinya.
Aku yang saat itu nyaman dengan dia dan gak siap untuk jauh darinya.
Akhirnya kita pacaran, 1-3 bulan semuanya berjalan baik.
Tapi bulan ke empat aku yang begitu sibuk dan dia yang mulai agak posesif.
Aku yang ketika itu gak bisa mengatur waktu karna ada hal hal yang tidak terduka terjadi.
Dan membuat jarangnya komunikasi di antara kita.
Tapi aku selalu meluangkan waktu untuk bisa komunikasi dengan dia.
walaupun hanya beberapa menit, tapi melihat sikap dia yang mulai posesif membuatku kurang nyaman.
Sampai sampai kita sama sekali tidak ada komunikasi selama seminggu.
Bahkan untuk saat ini aku tidak bisa lagi menceritakan berbagai hal ke dia.
Tidak seperti dulu ketika kita masih menjadi teman dekat.
Di saat aku punya waktu justru dia yang sibuk, aku mencoba untuk memahaminya.
Seperti dia mencoba memahamiku ketika aku sibuk.
Justru dengan kesibukan dia membuat kita semakin jauh dan bahkan komunikasi pun tidak ada.
Sampai suatu ketika aku ingin kita kembali seperti dulu.. kalau status kita sekarang membuat tidak nyaman lebih baik kita menjadi teman dekat seperti dulu lagi.
Bahkan di saat itu aku merasakan sudah benar benar kehilangan dia.
Orang yang menyembuhkan trauma ku malah dia yang membuat trauma baru yang lebih menyakitkan.
Aku menyesal oada diriku sendiri karna kesibukanku kehilangan semuannya.
Mungkin orang bilang susah move on, dari momen bersama dia
Butuh waktu yang lumayan lama bagiku untuk menyembuhkan itu.
Bahkan di saat aku merasa sudah bisa melupakan dia, justru saat ini dia selalu ada di sosial mediaku.
Aku tidak pernah memblokir dia dari semua sosial mediaku.
Karna bagiku move on bukan hanya dengan memblokir semua sosial media dia.

BACA JUGA :   7 Tanaman Herbal untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kehilangan dia membuatku tidak ingin memiliki hubungan pacaran dengan siapapun.
Aku masih takut kehilangan lagi ketika aku begitu sangat sayang.
Aku merasa hari hariku semakin sepi, orang orang di sekitarku mulai hilang.
Mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing.
Bahkan sekarang malam yang dulunya paling aku benci.
Sekarang membuatku nyaman karna kesunyiannya, dan udara dinginnya itu.
Melihat bintang yabg ada di langit ketika malam sambil memejamkan mata.
Membuat hati begitu nyaman, serasa hati menemukan kenyamanannya.
Semenjak itu aku belajar, bahwa luka yang pernah terjadi akan dapat di sembuhkan.
Seperti malam yang memberiku luka, kehilangan, justru saat ini malam lah yang menyembuhkan itu.
Malam lah yang membuatku untuk kembali merasakan kenyaman itu.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: