Oktober 19, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sang Penyendiri

Sudut monitor penuh debu
Seringkali tak terlihat merangkai lusuh
Penat menata jemari beradu
Rangkaian kata merapat berpadu

Ruangan suram minim cahaya
Melantunkan bosan yang semakin berjelaga
Mata menatap ke layar bersama kenangan
Merangkaikan kembali coretan yang terlupakan

Dunia luar hanya fantasi
Menikmati masa memeluk sendiri
Diam berkhayal menuai mimpi
Mungkin esok waktunya untuk pergi

Masihkah kilau itu menunggu?
Atau dia telah hilang ditelan waktu?
Biar saja semua berlalu
Apapun itu tiada yang tahu

Ram Tadangjapi (7)

Seorang pria yang terjebak dalam kata, terpenjara rindu dalam pelukan dosa.
Silahkan interpretasi sendiri!.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Puisi : Cinta yang Menimbulkan Luka
%d blogger menyukai ini: