Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Perempuan-Perempuan Metropolitan: Hantu Perempuan

Seminggu di rumah kosan bunda Marissa. Aku baru menyadari ada yang aneh.
Lantai atas rumah bunda yang dijadikan tempat kos-kosan. Berjumlah 14 kamar. Masing-masing terdiri dari 7 kamar yang saling berhadap-hadapan.
Tetapi kamar terakhir yang aku tempati nomor 15. Bukan nomor 14. Kok bisa ya? Apakah bunda Marissa lupa kasih nomor? Aneh kan?
Bahan tulisan nih, pikirku.
Makanya sehabis santap malam. Aku sengaja turun mencari vi Sri. Pastilah dia tahu banyak cerita tentang rumah kos ini. Pasalnya bi Sri sudah lama ikut bunda Marissa.
“Ceritanya panjang mbak. Menyedihkan lagi.” kata bi Sri memulai obrolan kami.
“Denger-denger suka ada hantu perempuan ya, Bi?” pancingku.
Cerita hantu perempuan bermula ketika ada kejadian tragis penghuni kos. Tersebutlah seorang gadis penghuni kos. Namanya Suci. Seorang perempuan muda yang cantik menawan. Perempuan yang pendiam.
Bahkan ketika peristiwa tragis yang menimpa dirinyapun. Dia tetap diam. Sampai akhirnya dia bunuh diri. Menggantung diri di dalam kamar kosnya dengan melilitkan kain sarung di lehernya.
Peristiwa ini baru diketahui setelah beberapa hari. Perempuan itu tidak keluar kamar. Teman-teman kos merasa curiga. Apalagi mereka mencium bau anyir dari dalam kamar.
Setelah lapor ke pak RT. Beberapa laki-laki berusaha mendobrak pintu yang terkunci dari dalam. Setelah pintu dapat dibuka paksa. Betapa kagetnya mereka. Perempuan itu sudah kaku. Menggantung di samping tempat tidurnya dengan kain sarung melilit lehernya.
Warga pun geger. Di samping timbul tanda tanya, kenapa bunuh diri? Para warga juga mulai muncul kasak-kusuk. Perempuan yang bunuh diri arwahnya bakal gentayangan jadi hantu. Hantu perempuan itu akan muncul setiap habis maghrib. Terutama pada malam Jum’at.
Entah benar atau sekedar sugesti. Beberapa orang mengaku ketemu dengan hantu perempuan. Wajahnya mirip dengan Suci.
Mereka akhirnya mendesak kepada bunda Marissa untuk bikin selamatan di kamar yang ditempati Suci. Mereka juga meminta nomor kamarnya Suci diubah. Dari nomor 13 menjadi nomor 14. Jadi urutannya lompat, dari 12 langsung 14 dan kamar terakhir menjadi nomor 15.
Sejak itulah konon katanya hantu perempuan tidak muncul lagi. Hanya pada waktu-waktu tertentu warga mencium bau wangi seperti parfum yang biasa Suci pakai.
Akan tetapi kamar nomor 14 tidak pernah ada yang berani menempati. Sampai aku datang.
Adakah kejadian-kejadian aneh? Siapa pemilik sarung?

BACA JUGA :   BOLA BASKET

Mas Sam
(Cerita ini fiktif belaka. Kesamaan nama dan kejadian hanya kebetulan saja.)

MasSam (60)

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: