Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cukai Hasil Tembakau Naik (CHT), Siapa Di Untungkan?

Cukai hasil tembakau kembali menjadi perbincangan di beberapa kalangan kaum udud dan sebat.

Cukai HasilTembakau Naik (CHT), Siapa Di Untungkan?

Pandemi sampai saat ini masih berlangsung dan entah sampai kapan akan berakhir, dengan melihat kondisi ekonomi indonesia yang masih dalam belenggu pandemi covid-19 keterbatasan dalam mengakses pekerjaan dirasakan masyarakat secara umum dikarenakan adanya pembatasan sosial yang berskala . hal ini mengakibatkan UMKM sulit menjangkau pendapatan dan mengalami kondisi limit dan akan memungkinkan jika tidak ditangani dengan serius akan berujung pada gejala sosial chaos yang berakibat fatal.

Ditengah kondisi pandemi pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai kenaikan cukai hasil tembakau(CHT), Cukai Hasil Tembakau (CHT) tahun depan berpotensi meningkat lantaran pemerintah menargetkan penerimaan cukai tahun depan senilai Rp 203,9 triliun. Nilai tersebut meningkat 11,9 persen dibandingkan target realisasi tahun ini senilai Rp 182,2 triliun. Hingga saat ini, CHT merupakan penopang sekaligus komponen utama penerimaan cukai pemerintah yang mencapai 95 persen lebih.Tentu hal ini menuai banyak perbincangan baik pada tataran industri maupun masyarakat konsumen rokok.

Dampak dari kenaikan cukai hasil tembakau(CHT), terutama akan terjadi kepada petani, dan para pekerjanya. Semakin sering cukai dinaikan para pekerja pelinting juga akan terus menghadapi ancaman PHK. Karena pabrik rokok pasti akan menekan biaya dengan efisiensi pekerja. Sementara buat petani serapan panen yang berkurang pasti akan merugikan petani tembakau dan akan berdampak pula pada petani cengkeh.

Kebijakan pemerintah semakin aneh-aneh saja kondisi pandemi covid-19 saat ini banyak masyarakat yang sulit mengakses sumber pendapatan dan pekerjaan mereka namun, pemerintah menerapkan kebijakan yang sangat paradoks terhadap kondisi masyarakat hari ini. Seharusnya hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana penanganan covid-19 tetap berjalan dan jaminan kerja bagi para pekerja tetap dilaksanakan, kartena jika hal demikian tidak diperhatikan dengan serius maka ancaman pengangguran Sikilis akan terjadi.

BACA JUGA :   Generasi Indonesia Emas berbagi dengan Masyarakat Depok

Hal yang perlu diwaspadai ketika cukai rokok dinaikkan adalah beredarnya rokok ilegal yang lebih memperparah pendapatan negara atas tembakau, karena produsen pastinya berfikir panjang mengenai persoalan ini, jika kita berfikir lebih jauh mengenai cukai rokok maka produsen akan mendapatkan profit yang lebih tinggi ketika menjual rokok dengan/tanpa bea cukai namun dengan transaksi gelap dan tentu lebih beresiko akan tetapi hal ini menjadi pilihan ketika kebijakan cukai tembakau tetap dinaikkan.

Sebaiknya pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau(CHT), dikarenakan memicu pasar gelap yang meresahkan dan juga potensi buruh di PHK bahkan lebih parahnya lagi akan memicu gejala pengangguran Sikilis terjadi.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: