Oktober 20, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Catatan Kecil dari Piala Sudirman: Masih tentang Kemungkinan

Masih bicara tentang semua serba mungkin. Kali ini dari dunia bulutangkis.
Seperti semua sudah tahu. Sejak kemenangan pasangan ganda putri Gresya Polli/Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Cabang olahraga bulutangkis seakan bangkit kembali.
Gairah permainan tepok bulu angsa ini menjalar di mana-mana. Apalagi kalau melihat ‘tanda kasih’ kepada peraih medali yang berbilang milyaran. Semakin banyak anak-anak yang bermimpi menjadi pemain nasional dan memenangkan juara di even-even internasioal.

Piala Sudirman 2021
Saat ini para pemain nasional bulutangkis Indonesia sedang menjalankan ‘mission imposible’. Membawa pulang tropi Piala Sudirman yang sudah 32 tahun melalang dunia.
Dikatakan misi imposibel sebab sejak pertama kali digelar. Tim bulutangkis beregu Indonesia baru sekali menjadi juara. Pada kali pertama Piala Sudirman diadakan tahun 1989. Sejak itu tropi Piala Sudirman terbang ke negara lain. Paling sering dan lama bersemayam di negara Tirai Bambu China.
Wajar jika muncul keinginan besar untuk memboyong tropi Piala Sudirman ke pangkuan ibu pertiwi. Selaras dengan euforia masyarakat menyambut kemenangan di ajang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020.
Mungkinkah tim bulutangkis Indonesia membawa pulang tropi Piala Sudirman 2021?

Misi Dimulai Malan Ini
Semua serba mungkin. Kemungkinan itu dimulai saat ini. Di Energia Stadium, Vantaa – Finlandia malam ini Indonesia akan memulai babak perempat final Piala Sudirman. Menghadapi musuh bebuyutan bangsa serumpun Malaysia.
Indonesia melaju ke babak perempat final setelah menjadi juara grup C di babak penyisihan. Setelah melalui drawing timnas Indonesia harus berhadapan dengan Malaysia.
Di atas kertas sebenarnya Indonesia lebih unggul dari Malaysia. Indonesia mempunyai materi pemain lebih baik dan merata di semua kategori (tunggal putra-putri, ganda putra-putri dan ganda campuran).
Tunggal putra kita mempunyai andalan Anthony Ginting dan Jonathan Cristie. Sementara gabda putra ada Marcus Gideon/Kevin Sanjaya dan Hendra Setiawan/M Ahsan.
Di sektor tunggal putri Gregoria Mariska menjad andalan. Sedangkan di ganda putri tentu ada pasangan emas Olimpiade Tokyo Greysia Polli/Apriyani Rahayu.
Terakhir di ganda campuran Praven Jordan dan Melati Oktavianti yang di babak penyisihan menentukan kemenangan Indonesia atas Denmark (3-2).
Secara kualitas pemain. Timnas Indonesia lebih unggul dilihat dari ranking IBF. Maka di luar persoalan teknis seharusnya Indoneaia dapat mengatasi Malaysia.
Sayangnya kalau sudah berhadapan dengan Malaysia kadang aspek emosional lebih mengedepan. Semacam perasaan adu gengsi.
Apabila para pemain Indonesia dapat mengatasi emosinya. Sudah dapat diprediksikan Indonesia dapat menang dari timnas Harimau Melayu. Setidaknya dengan skor 4-1.
Jadi untuk meraih kemenangan. Kata kuncinya adalah mengendalikan sisi emosional pemain. Harus fokus ke pertandingan. Bukan ke hal-hal di luar teknis bulutangkis.
Kalau ini dapat dilakukan maka dipastikan timnas Indonesia dapat melaju ke babak semifinal. Di babak ini kemungkinan besar kita akan ketemu dengan tim Jepang.
Segala kemungkinan bisa terjadi. Jika para pemain dapat menyingkirkan masalah-masalah yang tidak berkaitan dengan peevulutangkisan. Kemungkinan besar Indonesia dapat membawa pulang tropi Piala Sudirman.
Semoga.

BACA JUGA :   Cerpen Selalu Terpendam Dalam Angan Semu Part 1

Mas Sam

MasSam (61)

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: