Oktober 26, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Pemkab Bekasi Bangun Trotoar Puluhan Miliar Rupiah Saat Pandemi Covid-19, Dipakai PKL dan Parkir

Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali mengalokasikan anggaran Rp26 miliar untuk membangun trotoar di Jalan Inspeksi Kalimalang.

Padahal, sejak dibangun 2018 lalu, trotoar itu lebih banyak dihuni para pedagang dan parkir kendaraan dari pada para pejalan kaki.

Apalagi di masa pandemi, pembangunan trotoar sepertinya bukan kebutuhan mendesak.

Pada 2018 lalu, sedikitnya Rp10 miliar dianggarkan Pemkab Bekasi untuk membangun trotoar. Setahun berselang, Rp12,8 miliar kembali dikucurkan untuk pembangunan trotoar di Kalimalang. Hasilnya, trotoar itu kini hanya dihuni para pedagang untuk berjualan.

Sisanya, trotoar hancur karena lebih sering digunakan untuk parkir kendaraan ketimbang berjalan kaki.

Berbeda dengan Kota Bekasi atau pun DKI Jakarta yang sudah menjadi jalan protokol, Jalan Inspeksi Kalimalang di Kabupaten Bekasi masih menjadi jalur alternatif.

Tidak ada pusat keramaian atau bahkan perbelanjaan di lokasi itu. Sehingga trotoar sepertinya belum sepenuhnya dibutuhkan karena jarang orang berjalan kaki di jalur tersebut.

Belum lagi Kalimalang yang gersang ditambah dengan banyaknya pabrik di lokasi tersebut, termasuk batching plan membuat trotoar semakin mubazir.

Jangankan untuk berjalan kaki, bagi pengendara sepeda motor saja perlu masker dan helm dengan kaca tertutup karena banyaknya debu yang berterbangan.

Sehingga trotoar yang dilapisi keramik kasar itu lebih banyak digunakan untuk para pedagang berjualan.

Bahkan terdapat beberapa warung nasi mendirikan bangku dan meja makan di atas trotoar, lengkap dengan atapnya.

“Ya kalau trotoar saya enggak paham. Saya pakai aja (untuk pelanggan makan),” kata Seha (27) salah seorang pedagang makanan yang mengaku sudah berjualan sejak lama, sebelum trotoar dibangun.

Selain warung makan, terdapat pula beberapa bengkel yang memerbaiki mobil pelanggannya di atas trotoar.

BACA JUGA :   Persiapan Venue Porkab III di Kabupaten Bangka Barat

Berdasarkan pantauan di lapangan, trotoar yang tidak digunakan untuk pejalan kaki itu, pada beberapa titik mulai hancur. Tahun ini, trotoar mubazir itu kembali dibangun.

Tahun ini, pembangunan trotoar dianggarkan pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi. Anggaran itu terdiri dari penataan Jalan Kalimalang (Tegaldanas-Tegalgede) sebesar Rp15,8 miliar, pembangunan saluran dan trotoar batas kota-Cibitung sebesar Rp5 miliar, pembangunan lanjutan drainase dan trotoar ruas Tegalgede-Tegaldanas Rp3,9 miliar dan penataan Jalan Kalimalang Cibitung-Tegalgede sebesar Rp 2 miliar.

Pandemi

Pada tahun kedua pandemi melanda, sejumlah anggaran infrastruktur kembali dialihkan untuk penanganan covid-19. Hanya saja, pembangunan trotoar senilai Rp 26 miliar itu justru lolos dari refocusing anggaran.

Berbeda dengan anggaran pembangunan rumah tidak layak huni milik warga yang malah dibatalkan oleh Pemkab Bekasi. Padahal, rencananya ada 2.500 rumah yang akan dibangun.

Seturut dengan itu, pembangunan sejumlah ruang kelas yang rusak di sekolah pun dibatalkan karena anggarannya digunakan untuk penanganan covid-19.

Hanya saja, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Iwan Ridwan tidak dapat dihubungi terkait pembangunan trotoar. Begitupun Penjabat Sekretaris Daerah Herman Hanapi tidak bisa dikonfirmasi terkait ketimpangan program yang direfocusing.***

Djuan Revi (352)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: