Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Peraih Wisudawan Terbaik Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta Tahun 2021

Di era modern sekarang ini pendidikan menjadi suatu kebutuhan pokok yang harus kita perjuangkan. Apalagi sekarang ini persaingan justru semakin ketat, membuat kita harus bisa mempersiapkan kualitas diri kita dengan baik. Banyak yang beranggapan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, maka akan semakin besar pula peluang kerja yang akan didapat. Dengan adanya asumsi tersebut, seolah membuat banyak orang untuk berlomba-lomba melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari S1, S2, bahkan S3.

Dalam menempuh bangku perkuliahan sangatlah berbeda ketika kita menempuh pendidikan di SD, SMP, SMA. Ketika kita menjadi mahasiswa berarti kita harus siap beradaptasi dengan dunia kampus, dengan teman- teman yang berasal dari berbagai daerah, kota, propinsi, bahkan negara. Mahasiswa dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa dan matang. Tidak seperti ketika kita menjadi pelajar yang tugasnya hanya menuntut ilmu, belajar, dan bermain. Ketika menjadi mahasiswa, waktunya tidak lagi untuk bermain, namun serius belajar, dan memikirkan masa depan yang akan kita jalani nanti. Karena setiap proses yang kita lakukan itulah yang semesta akan berikan. Jadi, bersungguh- sungguhlah kalian dalam menuntut ilmu.

Mahasiswa akan menjadi agen of change dalam kehidupan. Selain itu, sebagai generasi penerus, aksi mahasiswa dalam skala besar ternyata efektif untuk memberi pengaruh perubahan politik. Mahasiswa secara tidak langsung sebagai kader penerus bangsa. Selain itu mahasiswa menjadi harapan setiap orang tua. Dengan peran yang dimiliki mahasiswa, tentunya banyak yang mencari pengalaman dan pengetahuan dalam organisasi, mengikuti berbagai lomba, maupun mengikuti kegiatan di luar kampus. Dengan mengikuti banyak kegiatan di kampus maupun luar kampus, itu menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mengupgrade diri, mengembangkan bakat, dan meningkatkan prestasinya dalam bidang akademik, maupun non akademik.

BACA JUGA :   LSM Flofa Aceh Bantu Petani Aceh Utara Tingkatkan Produksi Gabah

Untuk menjadi mahasiswa berprestasi memiliki banyak keuntungan. Karena hal ini bisa menjadi bekal untuk masa depan, menambah jejaring sosial, mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, membuat keluarga bangga, dan masih banyak lagi keuntungan yang didapat ketika menjadi mahasiswa berprestasi. Maka tidak heran banyak mahasiswa yang menginginkan gelar mahasiswa berprestasi. Tentunya berprestasi dalam bidang akademik, contohnya menjadi peraih gelar terbaik dalam setiap program studinya.

Seperti yang sudah dialami oleh ananda Umi Hasanah, salah satu mahasiswi IIQ An Nur Yogyakarta yang berhasil meraih prestasi di bidang akademik. Menjadi wisudawan terbaik dalam program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah di IIQ An Nur Yogyakarta, dengan IPK 3,74. Hal ini dipelopori secara langsung oleh wakil rektor 1 bidang akademik dan kelembagaan yakni Dr. H. Munjahid, M.Pd. pada Hari Sabtu, 18 September 2021.

Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr Ahmad Sihabul Millah MA juga menyampaikan bahwa wisuda sejatinya menjadi titik awal bagi para wisudawan untuk mengoptimalkan potensi diri yang telah didapatkan dari kampus dalam memberikan lebih banyak manfaat dan solusi problematika sosial keagamaan.

Tentu hal ini menjadi sebuah apresiasi dan pengalaman yang luar biasa bagi ananda umi, yang sudah meraih gelar S. Pd nya. Ananda umi juga menyampaikan beberapa kata kepada adik- adik tingkatannya, bahwa untuk meraih prestasi menjadi wisudawan terbaik itu harus kuat mental, artinya setiap ada arahan dari para pembimbing harus dilakukan dan dijalankan dengan baik. Tidak boleh kita membantah ataupun menyepelekan suatu hal walaupun itu hal kecil.

Selain itu ananda Umi Hasanah, juga memberikan beberapa strategi kepada para mahasiswa semua. Bahwa ketika ingin meraih prestasi wisudawan terbaik, hal-hal yang harus dilakukan, diantaranya:

  1. Manajemen waktu yang baik.
    Dalam hal ini setiap mahasiswa harus pintar- pintar dalam membagi waktunya. Kapan waktunya belajar, kapan waktunya berkumpul bersama teman, kapan waktunya nderes qur’an, kapan waktunya pergi ke kajian ilmu, kapan waktunya mengerjakan skripsi. Jangan sampai ada waktu yang terbuang sia” tanpa memikirkan suatu hal yang bermanfaat.

  2. Niat yang tertata
    ” Innamal A’malu Binniat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa’ , sesungguhnya segala sesuatu bergantung dengan apa- apa yang kita niatkan. Maka luruskanlah niat hanya karena Allah, hanya ingin mengharap ridhonya. Kerjakan skripsimu dengan niat yang baik dengan niat yang positif karena Allah, bukan karena suatu yang lain.

BACA JUGA :   Pemakaman Covid 19 di Bangka Barat.

3.Selalu Mengingat Wajah Orang Tua
Ketika kita sedang down, sedang malas mengerjakan skripsi, ingatlah wajah orang tua yang sudah banting tulang, demi anaknya bisa kuliah, demi anaknya bisa sukses, mereka rela kepanasan, kehujanan, demi kalian bahagia, bisa menggapai cita- cita, impian, dan harapan. Ketika kita ngarasa males, ingatlah wajah mereka dan perjuangan mereka agar semangatmu dalam mengerjakan skripsi bisa kembali berkobar. Tunjukkan bahwa kalian mampu mempersembahkan skripsi terbaik untuk orang tua kalian, kalian mampu mengajak orang tua untuk naik panggung atas prestasi yang diraih.

4.Meluangkan waktu untuk bertadarus Al- Qur’an
Jangan terlalu sibuk dalam mengerjakan skripsi. Luangkan waktu untuk bertadarus Al- Qur’ an minimal 1-2 juz dalam sehari. Agar Allah mudahkan segala urusanmu, pikiran menjadi tenang, hati menjadi sejuk, beban menjadi ringan, dan kamu mudah dalam mengerjakan skripsi.

  1. Tlaten, Jeli, dan fokus.
    Menurut ananda umi, ketika kita mengerjakan skripsi harus fokus. Jangan disambi dengan kegiatan yang lain, selesaikan satu- satu agar hasilnya maksimal. Dalam mengerjakan skripsi itu harus tlaten, itulah kunci agar skripsi kita bisa bagus. Tlaten disini ketika dikasih arahan sama pembimbing ya dijalankan dengan baik, ada revisi ya kita kerjakan lagi, Ketika sudah dikerjakan tapi masih ada revisi, ya dibenarkan dan dikerjakan lagi sampai benar- benar berhasil. Kita tidak boleh mengeluh apalagi membantah arahan dosen pembimbing, harus kuat mental jika ingin menjadi seorang mahasiswa yang berprestasi.

Itulah beberapa cara yang bisa penulis berikan, semoga bermanfaat, ingatlah pepatah ” Man Jadda Wa Jadda”. Siapa yang bersungguh- sungguh pasti akan mendapatkannya” . Jika kalian ingin menjadi wisudawan terbaik, maka bersungguh-sungguhlah kalian dalam belajar, nikmati setiap prosesnya dan tuailah hasilnya.

Hayati (8)

Wiji Nurhayati. Dalam dunia sastra, ia sering disapa Hayati. Baginya menulis ialah Hasil refleksi hati yang ditata rapi menjadi untaian kata yang indah serta menarik. Dengan menulis segala curahan hati bisa tersampaikan, maka untuk mendapatkan ketenangan hati ia akan meluapkan segala emosinya dengan terus menulis untuk merangkai bait- bait yang indah dan bermakna.

BACA JUGA :   Asmara Dua Kasih Di Tepi Sungai
Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: