Oktober 26, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Dari Selingkuhan Hingga Jadi Istri Simpanan

Pergeseran nilai di dalam masyarakat cenderung menumbuhkan “godaan” yang tidak sedikit, dan secara tidak relatif problematika ini menjadi semacam fenomenologis.

Seperti misalnya ada usaha-usaha dari individu tertentu untuk melakukan perbaikan status sosial dan status ekonomi dengan beragam cara.

Karena itu tidak jarang di dalam perkembangan sosial berikutnya akan muncul berbagai “trik” bagaimana memenuhi kebutuhan hidup.

Masalah sosial ini, bukan hanya dialami kaum pria saja. Namun belakangan ini banyak terjadi bagi kaum wanita muda.

Lantaran itu, janganlah heran kalau belakangan terkuak wanita muda terlibat di dalam affair (perselingkuhan) dengan kaum pria yang sudah beristri. Begitu juga sebaliknya. Hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, psikologi, dan status sosial.

Di kota Jayapura, kaum pria yang sudah “di borgol” dengan cincin kawin tak sedikit menjadi incaran gadis-gadis ABG (Anak Baru Gede-red).

Mengapa? Alasan dari remaja-remaja tersebut, pria yang sudah beristri jauh lebih mapan dari pada kaum bujangan, dan di dalam persoalan asmara mereka lebih bisa mengerti dengan pasangannya.

Benarkah demikian? Sebenarnya beristri lebih dari satu bukan hal yang lumran terjadi di Papua. Hal ini sudah ada sejak zaman batu.

Namun, setelah para misionaris datang pada tahun 70 an, budaya kawin lebih dari satu tersebut di tentang karena sudah berlawanan dengan ajaran agama ( kristiani).

Malah dewasa ini moral masyarakat bukan tambah baik, namun tambah rusak tatanan sosial di dalam lingkungan masyarakat.

Kawin lepas kerap terjadi, perselingkuan dimana-mana, hingga anak beliah menjadi santapan pria berduit. Akhirnya timbul penyakit kelamin (HIV/Sipilis dll), yang nyatanya belum ada obat.

Sudah jelas di dalam bacaan ibrani 13, memberikan peneguhan iman kepada umat manusia, ;

BACA JUGA :   Terharu! Doa dan Permintaan Maaf Seorang Anak Yang Tak Mampu Terucap

“…..Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu…..”.

Dewasa ini Wanita Idaman Lain (WIL) atau Pria Idaman Lain (PIL) sangat Trent menjadi simpanan para pejabat.

Simpanan disini ibarat seorang pejabat menyimpan uang di bank. Tapi bukan uang yang saya dimaksud disini, namun perempuan yang menjadi simpanan.

Semakin banyak perempuan yang di simpan maka pengeluaran (Cost ) uang pun meningkat untuk menghidupkan simpanan wanita tersebut.

Tentu, berbeda jika seseorang sering menyimpan atau mempunyai simpanan (menabung) uang di bank. Semakin banyak uang yang menabung maka banyak juga bunganya.

Kisah lelaki berinisial “GJ”, seorang ASN ketahuan menghamili mahasiswi aktif di salah satu universitas negeri di Jayapura.

Sangat di sayangkan, mahasiswa 24 tahun itu tidak dinikahinya, tapi malah GJ hanya membayar denda kepada keluarga perempuan dengan perjanjian, bila anak yang dikandung itu lahir maka pihak keluarga GJ yang akan membesarkannya.

Kini GJ berulah, dia kembali lagi mengkencani seorang perempuan pelajar SMA. Perilaku romantis dan pengertian menjadi trade mark “GJ”.

Tak tanggung-tanggun, Kendaraan (motor), HP, dan uang difasilitasi kepada kaum Hawa yang menjadi incarannya. Wanita mencintai apa adanya, apalagi kalau segalah kebutuhan hidup sudah di penuhi.

Berbeda nasib dengan seorang lelaki berinisial “LK” dengan WILnya itu. Saat perselingkuhan tercium istri sah, bahtera rumah tanggah mulai terguncang hebat.

Istri Sah LK melakukan perang mulut terhadap WIL milik LK, yang sudah ketahuan menjalin asmara cukup lama.

Caci-maki di keluarkan dari mulut sampai tak terbendungkan dan menyisahkan tontotan warga Organda, Heram.

BACA JUGA :   Dirgahayu Indonesiaku

Saling berantem pun terjadi hingga tak terhidarkan.Pakaian ditarik sampai dilepaskan. WIL milik LK dipermalukan di depan warga.

Sampai-sampai, masalah ini diselesaikan di kantor kepolisian terdekat.

Melihat kondisi duniawi dengan perselingkuan, pesta poran dan lainnya. Saya pernah mendengar seorang ibu di Gereja GKI PNIEL Kotaraja, Abepura, bersaksi dan menimbulkan rasa takut bagi jemaat.

Wanita ini pun bersaksi, “sudah dua orang penatua/pengurus gereja telah dipanggil oleh yang Maha Kuasa secara mendadak, sekarang seorang penatua sedang sakit dan hanya dua penatua dalam keadaan baik”.

Dia mendapatkan wahyu (petunjuk) saat jemaat meresmikan Gereja yang baru di bangun. Katannya, Tuhan menyampaikan jemaat harus meninggalkan dosa di gereja yang lama, sebelum masuk ke gereja yang baru.

Para jemaat, penatua harus bertobat dari segalah perselingkuan, saling cerita yang negatif, korupsi hingga pesta pora.

Dan bila tidak di hindakan, maka akan ada lagi penatua, pengurus gereja dipanggil Tuhan secara mendadak, ujarnya.

Setelah mendengar kesaksian itu, para jemaat, penatua, pengurus gereja menjadi takut dan saling menatap satu sama lain di dalam ruang gereja.

Kasus di atas menyangkut kebutuhan hidup yang harus di penuhi, namun tidak ada takaran moral yang di perhitungkan sehingga kerap terjadi masalah sosial di masyarakat.

Pergolakan hidup seakan-akan kembali ke zaman lampau, dimana kita tidak mengenal lagi ajaran santun dari Tuhan yang Maha Kuasa.

Paskalis (52)

Bergandengan Tangan Ceria Bersama

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: