Oktober 26, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kisah Mistis di Museum Wayang Kota Tua Jakarta: Boneka Gale-Gale, Gamelan Sunda hingga Perempuan Bergaun Merah

Kota Tua Jakarta hingga kini dikenal sebagai lokasi wisata sejarah. Banyak keberadaan gedung tua seperti Museum Fatahillah yang ramai dengan pengunjung yang menjadi daya tarik wisata.

Selain itu, kawasan ini juga memiliki berbagai museum lainnya bagi pengunjung yang gemar melihat benda-benda bersejarah, salah satunya adalah Museum Wayang. Museum Wayang merupakan salah satu tempat wisata yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Di museum tersebut terdapat banyak jenis tokoh pewayangan yang berasal dari Indonesia dan negara-negara lain. Namun di balik nilai sejarahnya, terdapat beberapa kisah mistis yang dapat membuat bulu kuduk berdiri, Rabu (4/8/2021)

Sejarah dan Asal-Usul Museum Wayang
Sebelum menjadi museum, gedung di kawasan Kota Tua Jakarta ini dulunya merupakan bangunan gereja yang bernama De Oude Hollandche Kerk atau Gereja Lama Belanda yang dibangun di tahun 1640.

Dilansir dari berbagai sumber, gereja tersebut kemudian mengalami perombakan pada 1732 dan namanya diubah menjadi Gereja Baru Belanda atau De Nieuwe Hollandse Kerk. Sayangnya, akibat gempa bumi yang terjadi di tahun 1808 bangunan gereja itu roboh.

Selanjutnya, Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia atau Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen memutuskan membeli bangunan bekas gereja itu yang diserahkan kepada Yayasan Oud Batavia yang mengubahnya menjadi Oud Bataviaasche Museum pada tahun 1939 seperti dikisahkan di Museum Wayang

Setelah mengalami beberapa kali perpindahan kepemilikan, bangunan ini akhirnya dikelola Pemerintah DKI Jakarta yang lantas memutuskan untuk menjadikannya Museum Wayang di tahun 1968.
Peresmiannya sendiri dilakukan oleh Gubernur Ali Sadikin pada 13 Agustus 1975 dan sempat diperluas pada tahun 2000-an. Saat ini, bangunan Museum Wayang terdiri dari 2 lantai.

BACA JUGA :   Stadion JIS Calon Kandang Persija Jakarta Ukir 3 Rekor MURI

Lokasi dan Daya Tarik Museum Wayang
Seperti namanya, Museum Wayang Kota Tua berada di area Wisata Kota Tua Jakarta yang lokasinya berdekatan dengan ikon bangunan Kota Tua itu sendiri atau yang biasa disebut Jakarta History Museum, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara 27, Jakarta Barat.

Ketika mengunjungi museum ini, hal yang paling menuai perhatian adalah bentuk bangunannya serta koleksinya. Mengapa? Pasalnya, aspek bentuk bangunan tua museum sangat mencerminkan gedung di era Kolonialisasi Belanda yang langsung dapat dilihat dari bagian depannya.

Sedangkan terkait koleksinya, Museum Wayang memiliki ribuan wayang dan boneka kayu lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga luar negeri seperti boneka dari Malaysia, Thailand, hingga Suriname.

Selain itu, terdapat Makam dari para petinggi VOC dan Pemerintah Hindia-Belanda di era penjajahan dahulu, salah satu yang terkenal adalah Makam seorang Gubernur VOC Jan Pieterszoon Coen atau J.P Coen.

Misteri Benda Koleksi Museum Wayang
Adapun misteri serta cerita horor dari Museum Wayang tidak dapat dilepaskan dari sejarah bangunan yang telah berusia ratusan tahun tersebut, serta benda-benda koleksi yang terdapat di dalamnya.

Bagi pengunjung yang ‘peka’, suasana di Museum Wayang akan terasa cukup berbeda yang sarat dengan nuansa mistis. Terdapat banyak sekali misteri serta kisah menyeramkan yang berasal dari pengunjung maupun penjaga museum.

Pertama adalah misteri terkait beberapa benda koleksi Museum Wayang, salah satu yang dianggap menyeramkan adalah Boneka Gale-Gale yang berasal dari Sumatera Utara.
Secara bentuk, boneka tersebut sesungguhnya sudah tampak sedikit menyeramkan dengan sosok pria hitam yang memakai baju serba putih.

Ditambah lagi sejarah dan legenda yang menyebut bahwa boneka yang digunakan pada upacara kematian masyarakat di Pulau Samosir tersebut kerap dihuni oleh arwah orang meninggal yang merasuki boneka.

BACA JUGA :   Hasil Undian Pot Piala AFF 2021 - Timnas Indonesia Satu Pot dengan Rival Bebuyutan dan Bisa Lawan Vietnam

Selain itu, si pembuat boneka tersebut dipercaya akan langsung meninggal beberapa saat setelah boneka tersebut jadi dan digunakan dalam upacara.

Selanjutnya yang paling kondang adalah misteri mengenai koleksi Gamelan Sunda yang terdapat di lantai 2 museum. Terdapat kebijakan yang melarang pengunjung untuk membunyikan alat musik tersebut.
Usut punya usut, hal ini karena tindakan tersebut diyakini akan dapat mengganggu makhluk yang mendiami lokasi sekitar gamelan tersebut diletakkan!

Cerita Horor yang Beredar
Misteri menyelimuti museum tersebut seakan nyata seiring cukup banyaknya cerita horor yang dialami langsung oleh pengunjung bahkan petugas museum sekalipun.

Cerita tersebut beredar dari mulut ke mulut, dengan salah satu cerita paling terkenal adalah yang dialami oleh seorang penjaga museum bernama Syarif menyaksikan anak kecil hingga wanita dengan gaun merah saat sedang membersihkan museum yang telah tutup dan sepi dari pengunjung.

Satu hal yang pasti, Museum Wayang adalah salah satu museum yang sangat menarik untuk dikunjungi bagi yang ingin menikmati aktivitas wisata sejarah di Ibukota. Pun demikian jikalau anda tertarik untuk mengulik misteri hingga kisah mistis yang beredar!

Djuan Revi (352)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: