Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cerpen Maafkan Aku

Maafkan aku…
Aku hanya ingin memberi yang terbaik untukmu
Ku kira kau setuju
Tetapi aku mengecewakanmu
Sekali lagi maafkan aku…
Baru aku tahu rasanya dibenci teman sendiri. Aku tahu mungkin ini salahku. Aku tahu kau kecewa padaku. Aku hanya berniat memberi yang terbaik. Tetapi kau justru bersikap seperti itu padaku. Ya Allah, ampuni hambamu ini. Mungkin hamba bukan pemimipin yang terbaik. Mungkin ini teguran dari-Mu Ya Allah. Akhir-akhir ini aku memang sering meninggalkan kewajibanku. Aku lupa akan janjiku pada-Mu Ya Rab. Maafkan aku, mungkin ini memang pantas untukku. Untuk orang yang mendahulukan kehidupan duniawinya dari pada Sang Pencipta. Aku masih tak percaya dengan kata-kata yang kau ucap. Begitu marahkah kau padaku hingga kata-kata kasar terucap dari bibir manismu. Bagaikan tubuh lunglai yang tersambar petir saat mendengar kata-katamu itu. Masih tak ku sangka kau berkata seperti itu padaku. Begitu besarkah kesalahanku padamu?? Ya Allah, Ya Rab berikanlah hambamu ini kekuatan untuk menghadapi semua ini.
Tak kenal lelah ku berusaha
Berusaha meminta maaf padamu
Tetapi kau mengacuhkanku
Menganggapku tak lagi disampingmu
Bahkan memandang pun kau tak mau
Lalu apa yang harus kulakukan??
Apa tak cukup perjuanganku selama ini
Aku hanya ingin kau memaafkanku
Apa itu permintaan yang berat umtukmu??
Aku tahu aku tak pantas menjadi pemimpin. Memimpin diriku saja aku tak sanggup apalagi aku harus memimpin orang lain. Aku tahu aku salah, aku lalai dengan tugasku, aku pemimpin ang tak bertanggung jawab. Apa karena itu kau membenciku?? Bukankah kau pernah berkata teman itu selalu ada disaat kita membutuhkannya. Apa kau lupa dengan kata-katamu sendiri??? Kenapa disaat aku membutuhkanmu kau tak ada disampingku?? Apa itu hanya omong kosong??? Sudah berulang-ulang kali aku meminta maaf padamu tetapi apa balasanmu kau justru acuhkan aku dan tak pedulikan aku. Mana temanku yang dulu?? Aku tak mengenalmu. Apa kau telah berubah?? atau memang aku yang terlalu banyak salah padamu. Entahlah aku tak ingin memikirkan ini lagi. Semua ini membuatku bingung. Membuat ku selalu gelisah. Mungkin hanya Engkau Ya Allah, yang mengerti perasaanku. Jika ini memang cobaan dari-Mu maka kuatkanlah hamba dalam menghadapinya, jangan biarkan hamba menyerah Ya Allah, jangan biarkan segores rasa putus asa dalam hati hamba. Aku yakin rencanamu akan indah pada waktunya. Aku yakin ada pelangi dibalik hujan. Temanku, aku tahu kau masih marah padaku. Maafkan aku jika hari-hari ini aku tak meminta maaf padamu. Aku hanya tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Teman, terimakasih atas semua yang kau berkan padaku. Terimakasih kau telah mengingatkan aku bahwa aku tak pantas menjadi pemimpin. Tetapi kini aku mengerti memang begitu berat tanggung jawab menjadi seorang pemimpin. Mungkin aku memang tak sanggup memimpin orang lain tetapi aku masih mempunyai tekad untuk berubah dan belajar menjadi pemimpin yang baik untuk diriku sendiri.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Cerpen Harapanku Di Malam Tahun Baru
%d blogger menyukai ini: