Oktober 19, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Cerpen Maafkan Aku Ayah

Maaf jika aku belum bisa menerimamu, ayah. Meski aku tahu pengorbananmu yang begitu besar padaku. Maaf ini memang kesalahanku. Jujur sebenarnya aku tak ingin seperti ini tapi entah kenapa semuanya terjadi begitu saja. Mungkin dulu aku belum bisa menerima bahwa ayah kandungku telah tiada. Tetapi aku kini sadar bahwa tak ada yang abadi. Semua orang pasti akan kembali pada Sang Pencipta dan semua orang juga tak tahu kapan mereka akan dipanggil. Ayah, maaf jika aku tak pernah menganggapmu ada. Aku hanya tak ingin posisi ayah kandungku digantikan olehmu. Tetapi anggapan itu kini musnah, aku baru menyadari betapa besar pengorbananmu. Kini aku bisa menerimamu walau aku masih malu untuk mengatakan itu padamu. Mungkin aku tak perlu mengatakan itu padamu, dengan sikapku yang manis padamu menurutku itu sudah cukup utuk membuktikan bahwa aku sudah bisa menerimamu sebagai ayahku.
Apalagi saat aku dengar bahwah kau sakit. Jantungku serasa berhenti berdetak. Sepertinya aku takut kehilanganmu. Aku tak ingin kehilangan ayah untuk kedua kalinya. Apalagi kau dirawat di rumah sakit tempat ayahku dulu dirawat bahkan kata ibu kamarnya pun berdekatan dengan kamar ayah dulu saat drawat di rumah sakit. Hal itu mulai menghantuiku setiap waktu. Bahkan aku sering bermimpi hal-hal buruk terjadi padamu. Itu yang membuatku tak henti-henti berdoa memohon pada-Nya agar kau diberi kesembuhan dan dapat berkumpul kembali bersama aku dan ibu. Walau hanya beberapa hari sekali kau bertemu denganku. Bukannya aku menghindarimu dan tak mau tinggal bersamamu. Tetapi aku ingin menemani nenek dan kakeku yang telah merawatku sejak ayah mennggal dan ibu menjadi TWK. Bahkan aku telah menganggap mereka sebagai orang tua pengganti ibu dan ayah. Aku ingin merawat mereka seperti mereka merawatku saat aku kecil. Aku ingin membuat mereka bangga padaku. Karena hanya itu yang dapat aku lakukan untuknya, aku tak mungkin bisa membalas pengorbanan mereka yang begitu besar dan sangat berarti untukku.
Hatiku senang sekali setelah mendengar bahwa kau telah sembuh, ayah. Aku tak henti-henti mengucap syukur pada Sang Kuasa karna masih memberimu kesempatan untuk menghirup segarnya udara di pagi hari, merasakan dinginnya angin di malam hari dan merasakan teriknya sinar matahari di siang hari. Ayah, hanya kata maaf yang selalu terucap. Maaf jika aku sempat menyakiti hatimu, maaf jika aku sempat meragukanmu dan maaf jika aku sering membuatmu kecewa. Aku tak bermaksud seperti itu tapi entah kenapa itu berjalan sendiri dan sirna dengan berjalannya waktu. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih atas pengorbananmu untuk meyakinkanku bahwa kau pantas menjadi pengganti ayahku. Terima kasih kau mau menjadi imam untuk ibuku, mewarnai hari-hari ibuku dan selalu menghapus kesedihan ibu. Karena ibu adalah segalanya untukku. Ibu telah berjuang mencari nafkah di negeri orang hanya untuk aku. Au tak ingin melihat ibu air mata yang suci menggenangi pipinya karena air mata ibu adalah air mataku dan kebahagiaan ibu adalah kebahagiaanku. Maka dari itu aku memilihmu diantara lelaki yang lain untuk menjadi ayahku dan pendamping ibuku. Karena aku yakin kaulah yang terbaik untuk ibuku dan dapat membimbing ibu menuju jannah-Nya. Aku akan berusaha membuatmu bangga memiliki anak seperti aku. Dan aku akan menyayangimu seperti kau menyayangiku.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Penyu Langka Dipergoki di Pesisir Pantai Paloh Kalbar
%d blogger menyukai ini: