Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Mengenal Daun Kratom yang Kekuatan Efek Sampingnya 3 Kali Lebih Kuat Dari Ganja

Selain dapat menyegarkan tubuh, daun kratom juga memiliki efek samping yang dapat mengganggu kesehatan.

Kratom atau daun putik ( Mitragyna speciosa) belakangan ini menjadi trending topic. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut daun ini dianggap sejenis narkoba yang dilarang untuk ditanam atau dikonsumsi.

Pro kontra kemudian muncul di tengah masyarakat. Karena komoditas daun ini sudah lama menjadi mata pencarian petani.

Kratom telah lama dibudidayakan oleh para petani untuk bahan herbal atau jamu sebagai minuman penyegar.

Kratom yang bisa tumbuh dengan tinggi hingga 4-16 meter ini termasuk jenis tanaman tropis yang berasal dari Asia Tenggara.

Banyak dijumpai di kawasan Asia Tenggara, seperti Muangthai, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina dan Papua Nugini.

Di Indonesia tanaman ini banyak tumbuh di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua, serta di wilayah lainnya.

Masyarakat percaya tanaman ini bisa menyembuhkan penyakit seperti nyeri, cemas, dan gangguan tidur.

Namun demikian, menurut BNN tanaman herbal ini juga berpotensi membahayakan kesehatan apabila disalahgunakan.

Menurut BNN, daun kratom memiliki kandungan zat adiktif yang 3 kali lebih kuat dari efek yang ditimbulkan oleh ganja.

Diketahui, daun kratom memiliki komposisi zat alkaloid seperti
Mitragynine, 7-hydroxymitragynine, Speciociliatine, Corynantheidine, Speciogynine, Paynantheine, dan Mitraphylline.

Selain itu daun kratom juga mengandung antioksidan flavonoid, terpenoid, saponins, polifenol, dan glikosida.

Penggunaan daun kratom secara terus-menerus dapat menyebabkan keracunan, kerusakan hati atau ginjal.

Kemudian pembengkakan otak, henti jantung, koma, dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Bahkan dalam kasus tertentu, mengkonsumsi daun kratom yang bersamaan dengan obat atau suplemen tertentu bisa menimbulkan efek interaksi obat.

Pro kontra di tengah masyarakat saat ini lebih disebabkan karena banyaknya petani yang menanam pohon kratom.

Ratusan petani akan kehilangan penghasilannya seandainya pemerintah melarang menanam pohon kratom seperti halnya tanaman ganja.

BACA JUGA :   Anak Berusia Dua Tahun Menderita Bocor Jantung

BNN mewanti-wanti para petani, karena tanaman kratom ini akan dilarang secara resmi pembudidayaannya pada tahun 2022.

Daun kratom terbukti banyak memiliki kandungan zat yang bermanfaat. Namun, penelitian untuk observasi efektivitas dan keamanan sebagai obat masih belum maksimal .

Dengan demikian, manfaat dan juga efek samping daun kratom secara umum masih perlu penetelitian lebih lanjut oleh para ahli.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: