Oktober 20, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Diaa: chapter 1

Pandanganku tertuju pada cahaya indah yang berada di depanku, cahaya dari lampu yang berasal dari rumah penduduk.
Cahaya indah di malam itu, membuatku tenang sambil menikmati hembusan angin sepoi sepoi.
Aku hanya duduk sendiri di temani secangkir kopi, cafe yang selama sebulan ini menjadi tempat favorite ku.
Begitu banyak hal yang terjadi dalam hidupku yang akhirnya membuatku lebih menyukai menyendiri.
Aku yang tengah asik menikmati indahnya malam sampai sampai hanyut dalam lamuman.
“Sendiri aja?” Suara itu membuyarkan lamunanku, mataku langsung tertuju ke arah suara itu.
Dia adalah laki laki yang aku kagumi, laki laki yang membuatku jatuh hati sejak pertama kali bertemu.
Walaupun kita tidak pernah ngobrol bahkan hanya pernah beberapa kali berpas pasan.
Kebetulan dia itu bekerja di samping tempatku bekerja tapi kita tidak pernah ngobrol.
Namanya rafan, aku mengetahui namanya dari teman tempat kerjaku.
Dan hari ini laki laki itu berada tepat di sampingku, seperti mimpi bagiku.
“Heiii… kok malah melamun?” Tanya sosok laki laki yang aku kagumi itu.
“Eehhh… maaf bang” kataku sambil tersipu malu.
“Sendirian aja?” Tanya dia lagi.
“Iya bang” jawabku.
“Kamu zara kan yang kerja di kantor FIY Group” tanya dia sambil melihatku.
“Iya bang, kok abang bisa tau namu aku?” Tanyaku yang sedikit penasaran.
“Tau lah” katanya sambil berdiri dan pindah duduk dari sampingku pindah ke kursi yang ada di depanku.
Bertatapan langsung dengan dia membuatku gerogi saat itu.
“Siapa sih yang gak bakalan tau nama kamu. Katanya sambil tertawa tipis.
“Ngapain malam malam duduk sendirian aja di sini, orang orang ke sini mahh berdua atau rame rame” katanya
“Cuma pengen me time aja ” kataku.
“Kamu suka suasana malam ya?” Tanya dia lagi
“Iya, bisa bikin tenang, damai, dan juga lebih bersyukur lagi akan nikmat yang di berikan allah.
“Kamu benar” jawabnya
“Lah abang sendiri kenapa sendirian aja ke sini?” Tanyaku balik
“Pengen aja” jawab dia sabil tertawa.
“Kita pernah beberapa kali bertemu kan, tapi baru ini kita ngobrol. Katanya
“Hhhhmmmm….
Tiba tiba ada panggilan masuk ke handphone ku. Yang membuat suasana hatiku saat itu campur aduk setelah menjawab telphone itu.
“Kenapa, ada masalah??” Tanya dia
“Gapapa kok” jawabku singkat
“Kalau kamu butuh teman untuk cerita, cerita aja. Gak baik kalau ada masalah di pendem sendiri, nanti malah jadi penyakit”
“Kalau mau nangis, nangis aja supaya agak lega” katanya sambil tetap melihat ke arahku.
” aku mau pulang” kataku sambil beranjak dari tempat dudukku.
“Aku anter ya” tawar dia yang menyusulku
“Gak usah, aku pulang sendiri aja. Aku bawa mobil kok” jawabku.
“Tapi kamu yakin?” Tanya dia
“Yakin” kataku.
Kami sama sama menuju ke parkiran, dan pulang.
Aku sampe di rumah jam 11 malam, dan di rumah semua keluarga besarku kumpul.
Bukan untuk menungguku pulang tapi karna ada masalah sehingga semuanya kumpul di rumahku.
“Apa yang terjadi?” Pertanyaan yang selalu ada di benakku setelah aku menerima telphone tadi.
“Kamu dari mana?” Tanya abang sepupuku.
“Aku tadi ketemu sama temen, emang ada apa sih bang, tadi pas aku mau pergi semuanya baik baik aja? ‘ tanya ku..
“Kakak kamu pergi dari rumah” jawab abang sepupuku.
“Pergi???? Pergi kemna? Tanyaku.
“Dia kabur” jelasnya.
“Gak mungkin, gak mungkin kakak pergi dari rumah” kataku yang shok mendengarnya.
“Mama kakak kemana?” Tanya ku kemama.
Mama hanya menangis dan tidak menjawab pertnyaanku.
“Tapi kenapa kakak pergi? Padahal tadi gak kenapa napa. Tanyaku lagi.

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   KELUARGA SAMAWA
%d blogger menyukai ini: