Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Perempuan-Perempuan Metropolitan: Perempuan Malam

Aku baru menyadari seharian ini ngobrol dengan bunda Marissa. Tahu-tahu penghuni rumah kos satu demi satu sudah mulai pulang kerja.
Aku baru mengerti ritme kehidupan kota metropolitan. Pagi-pagi semua orang bergegas berangkat ke tempat kerjanya. Sore hari mereka baru pulang ke rumah masing-masing.
Sesampainya di rumah langsung saja masuk kamar dan mengunci pintu. Entah apa yang mereka lakukan. Pastilah istirahat setelah seharian bekerja.
Akan tetapi ada juga yang ritme hidupnya berbeda. Ketika orang-orang pulang kerja dan istirahat. Dia justru baru memulai aktivitasnya. Saat orang lain lelap dalam tidurnya. Mereka justru sedang melek. Melakukan pekerjaan rutinnya.

Perempuan Malam
Orang-orang menjulukinya perempuan malam. Tidak seluruhnya berkonotasi negatif. Sayangnya orang lain terlanjur mengecap negatif pekerjaannya.
Padahal ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada malam hari. Bukan hanya yang berhubungan dengan urusan esek-esek. Tengok saja banyak rumah makan yang buka pada malam hari. Tentu saja pelayannya harus kerja malam. Memang banyak juga klub-klub malam tetapi jumlahnya tidak sebanyak tempat-tempat makan-minum semacam kafe dan restoran.
Dari banyak perempuan yang kos di rumah bunda Marissa. Hanya Sinta yang kerjanya malam hari. Denger-denger dari asisten rumah tangganya bunda Marissa. Dia memang sebagai perempuan malam betulan. Ketika yang lain berangkat kerja. Sinta baru pulang dan langsung melemparkan tubuhnya di atas kasur. Tidur.
Benar saja. Ketika aku akan masuk ke kamar. Kami berpapasan di ruang tengah. Dia tidak bereaksi sedikitpun. Dengan santainya melenggang dengan muka menunduk.
Penampilannya memang menggoda dengan dandanan minim. Wangi tubuhnya begitu menginspirasi.
“Sinta harus jadi tokoh tulisanku berikutnya.” bathinku.
Cerita kehidupannya pasti menarik untuk diketahui pembaca. Apalagi penampilannya begitu enak dipandang oleh terutama kaum laki-laki. Foto-foto ilustrasi tentang kehidupan pribadinya pasti dapat menggaet pembaca.
Sebuah tantangan sendiri bagiku. Dari mana harus memulai agar bisa masuk ke dalam kehidupan pribadi Sinta. Seperti biasa perempuan-perempuan malam pastilah menutup rapat kehidupan pribadinya. Mereka tidak mau orang lain mengetahui cerita di balik kehidupan malamnya.
Apakah bunda Marissa mengetahui latar belakang Sinta? Seberapa banyak bunda tahu pekerjaan Sinta? Bagaimana sikap bunda terhadap status Sinta sebagai perempuan malam?

BACA JUGA :   Spoiler Kasih Abadi BAB 29

Mas Sam
(Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama dan kejadian hanyalah kebetulan saja.)

MasSam (61)

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: