Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sejarah Kota Tegal

Kekayaan sejarah sebuah kota atau kawasan yang terlihat dari peninggalan apa yang disebut warisan budaya dan budaya hidup yang tersisa dan hidup di kawasan tersebut. Keduanya merupakan warisan peradaban umat manusia.

Demikian pula dengan Kabupaten Tegal, Wilayah yang kaya akan jejak-jejak sejarah sebagai penanda bahwa Kabupaten Tegal sebagai tlatah kawasan tak dapat dihubung-hubungkan dengan garis sejarah hingga membentuk kawasan sekarang ini.
Penekanan pada bidang pertanian misalnya, tak dapat diambil dari kondisi wilayah dan akar kesejarahan tlatah Kabupaten Tegal yang mengembangkan kapasitasnya sebagai wilayah agraris. Tradisi keagrarisan dimulai dari ketokoan Ki Gede Sebayu juru demung trah Pajang. Bahkan kalau dirunut keagrarisan itu dimulai semenjak Mataram Kuno.

Kesaksian ini denga ditemukannya artefak kuno dan candi di Pedagangan. Ditambah tlatah Tegal kerapkali penggemar dengan kerajaan Pajang dan Mataram Islam yang menguasai dengan dasar pada agraris ( De Graaf, 1986).

Juru Demung Ki Gede Sebayu

Tegal berasal dari nama Tetegal, tanah pinggiran yang mampu menghasilkan tanaman pertanian (Depdikbud Kabupaten Tegal, 1984). Sumber lain menyatakan, nama Tegal dipercaya berasal dari kata Teteguall. Sebutan yang diberikan seorang pedagang asal Portugis yaitu Tome Pires yang singgah di Pelabuhan Tegal pada tahun 1500 –an (Suputro, 1955).

Namun sejarah tlatah Kabupaten Tegal tak dapat diepaskan dari ketokohan Ki Gede Sebayu. Namanya adalah trah Majapahit, karena sang ayah Ki Gede Tepus Rumput ( kelak bernama Pangeran Onje ) adalah keturunan Batara Katong Adipati Ponorogo yang masih punya kaitan dengan keturunan dinasti Majapahit (Sugeng Priyadi, 2002).

alambae (90)

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Dia membuatku seperti dulu lagi
%d blogger menyukai ini: