Oktober 25, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sejarah Kota Pekalongan

Datang dari Topo Ngalongnya Joko Bau/Jaka Bau putra dari Kyai Cempaluk pahlawan Mataram dari Kesesi. Satu hari, Joko Bau diperintahkan oleh Ki Cempaluk untuk mengabdi pada Sultan Agung raja Mataram. Dia juga memperoleh pekerjaan untuk memboyong putri Ratnasari Kalisasak Batang ke istana, namun Joko Bau jadi jatuh cinta pada sang putri.

Karena datang dariperbuatannya menyukai putri Ratnasari, ia di beri hukuman untuk mengamankan daerah pesisir yang dibajak oleh Cina. Kemudian Joko Bau bersemedi di rimba Gambiran, sesudah lama ia bersemedi selanjutnya namanya bertukar manjadi Bau Rekso. Atas perintah Sultan Agung, Bau Rekso menyiapkan pasukan untuk menggempur beberapa kompeni yang ada di Batavia (1628-1629).

Namun, serangan itu mengalamai kegagalan, selanjutnya ia kembali pada rimba Gambiran untuk bertapa ” ngalong ” artinya bergelantungan seperti kelelawar. Waktu topo ngalong Joko Bau/Bau Rekso harga sepatu nike berjalan, ia pernah sekali diganggu oleh Tan Kwie Djan atas perintah dari Mataram untuk terima pekerjaan. Dari nama asal topo ngalong berikut selanjutnya jadi nama Pekalongan. Sampai selanjutnya, dikarenakan peroleh kemampuan gaib, Dewi Lanjar ingin dipersunting oleh di Bau Rekso.

Sedang timbulnya nama Pekalongan menurut versus era XVII merupakan di zaman Sultan Agung waktu Ki Bau Rekso gugur waktu melawan pada tanggal 21 September 1628 melawan VOC di Batavia. Tempat topo ngalong dari Joko Bau ada di Wiradesa, Kesesi, Slamaran, Ulujami, Comal serta Alun-alun Pekalongan.

Terdapat beberapa versus berkenaan asal usul nama Pekalongan, dimulai dari Kerajaan Kalingga, Kalang, Legok Kalong (kelelawar) dsb yang menurut orang-orang seputar dibenarkan. Namun, lepas dari hal semacam itu, Pekalongan telah jadi Kabupaten yang mempu mengharumkan namanya. Kabupaten kecil di Jawa Tengah ini kondang dengan Batik Pekalongan sebagai ciri khas dari Indonesia.

alambae (90)

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Lakukan Hal Ini Agar Daring Kamu Tidak Membosankan
%d blogger menyukai ini: