Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kegagalan Gajah Mada Habisi Nyawa Raja Malaka

HASRAT Kerajaan Majapahit menguasai Malaka tak terbendung. Segala cara ditempuh dalam untuk menguasai, termasuk dengan siasat bentukan Gajah Mada.

Kisah ini dituliskan buku “Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan” karya penulis Enung Nurhayati. Dikisahkan dalam Hikayat Hang Tuah, Raja Majapahit meminta agar Gajah Mada menyusun strategi siasat untuk membunuh Raja Malaka.

Raja Majapahit pun mengusulkan agar pernikahan putrinya jadi ajang membunuh Raja Malaka, dan berhasil menaklukkan Kerajaan Malaka. Maka Gajah Mada pun mencoba menyusun skenarionya sesuai perintah Raja Majapahit kala itu.

Tapi strategi pertama Gajah Mada menghabisi nyawa Raja Malaka dan empat orang pembesarnya yang tengah berada di Majapahit gagal. Gajah Mada tak putus asa, ia tetap yakin dengan kekuatan dan strateginya berhasil membunuh raja. Ia mencoba membesarkan hati Raja Majapahit yang memerintahkannya.

Strategi pun disusun, perayaan pernikahan Raja Malaka dengan putri Kerajaan Majapahit pun digelar. Konon di acara pesta pernikahan inilah Gajah Mada berusaha merealisasikan perintah Raja Majapahit. Tapi usahanya diceritakan Hikayat Hang Tuah gagal kembali.

Kegagalan pembunuhan Raja Malaka membuat Raja Majapahit dibuat kecewa kembali. Tapi bukan Gajah Mada namanya, bila tak berhasil membesarkan hati Raja Majapahit dan mencoba meyakinkan misinya lagi.

Cerita ini terukir dalam hikayat Hang Tuah dengan tulisan “Ya tuanku, sabar juga dahulu, yang akan mengenai kiai Tiga itu atas pateklah, kerena banyak lagi prajurit yang kepetangan patek peliharakan. Indah apatah membunoh kiai Tuah itu dan segala Melayu lima orang itu, selang negeri besar – besar lagi dapat dialahkan? Adapun pekerjaan anak anda juga tuanku bicarakan, supaya main kita jangan ketara, karena Melayu itu bijaksana”.

BACA JUGA :   Sejarah Nasi Jamblang yang Melegenda, Berawal dari Sedekah untuk Para Pekerja hingga Jadi Ikon Kuliner Cirebon

Upaya pembunuhan Raja Malaka ini diketahui pihak kerajaan. Tapi Gajah Mada yang pandai dan cerdik menyampaikan tak ada maksud sama sekali menghabisi nyawa Raja Malaka. Ia berpura – pura tidak tahu tentang rencana percobaan pembunuhan. Justru Gajah Mada dan Majapahit menyebut ia berhutang budi kepada Hang Tuah.

“Ayoh anak Tun Tuah, banyak kita berhutang kasih kepada anak Tuah. Jikalau lambat anak Tuah menikam juga, nescaya matilah manira ditikamnya, karena manira orang tua tiada berperang,” demikian kisah di Hikayat Hang Tuah, yang artinya “Ayoh anak Tun Tuah, banyak kita berhutang kasih kepada terhadap anak Tuah. Jikalau terlambat anak Tuah menikamnya, niscaya matilah manira ditikamnya, karena manira ibu bapa yang tidak berdaya”.

Djuan Revi (352)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: