Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Refleksi Diri: Waktu Ibarat Mata Pedang

Tau-tau sudah ketemu akhir pekan lagi. Rasa-rasanya waktu cepat berlalu. Ngapain aja sepekan yang telah lewat?
Benar kata pepatah, waktu ibarat pedang. Melibas apa saja yang berada di depannya. Tanpa kompromi.
Waktu juga diumpamakan seperti seorang pelari. Terus berlari. Tidak pernah berhenti apalagi mundur. Tak peduli orang lain tertinggal atau mengikutinya.
Dari gambaran tersebut. Jelaslah bahwasanya waktu begitu sangat berharga. Saking berharganya, Tuhan pun bersumpah demi waktu.
Fenomena betapa sangat berharganya waktu bisa kita lihat, misalnya dalam sebuah pertandingan bola. Masa tambaham waktu (injury time) bisa merubah keadaan dari sebuah laga.
Bagi penggemar sepakbola tentu masih ingat kejadian di babak tambahan waktu. Ketika Portugal melawan Irlandia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Portugal yang ketinggalan gol dari lawannya sejak babak pertama. Dapat menyamakan kedudukan. Bahkan membalikkan keadaan pada masa injury time.
Adalah seorang Christiano Ronaldo yang menciptakan gol pada menit 88 dan 90+3′. Sehingga Portugal memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.
Nyatalah bagi orang yang aktif bekerja dan selalu optimis setiap detik begitu sangat berharganya. Dari ilustrasi sepakbola di atas. Seandainya para pemain Portugal pesimis dan tidak mau berusaha. Pastilah akan menelan kekalahan dari timnas Irlandia yang notabene kualitasnya jauh di bawahnya.
Akan tetapi bagi orang yang selalu berpandangan pesimis dan mudah menyerah. Waktu dianggap sama saja. Bahkan bisa jadi waktu yang dihadapi saat ini lebih buruk dan tidak ada gunanya.
Mereka dengan santainya berleha-leha menghabiskan waktu berlalu. Tanpa aktivitas yang produktif. Rebahan sepanjang hari.
Orang-orang yang demikian tidak pernah merasa kehilangan kesempatan yang dibawa oleh sang waktu. Bahkan acapkali mereka membunuh waktu dengan kegiatan yang tiada guna.
Pilihan ada pada diri kita masing-masing. Dilibas atau bergerak cepat bersama waktu yang terus berputar.
Pilihan terbaiknya tentu memanfaatkan waktu seefektif mungkin.
Semoga.

BACA JUGA :   BERPUISI DALAM BUKU KONFLIK KASIH KARYA ANDREAS RIO PAMUNGKAS

Mas Sam

MasSam (60)

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: