Oktober 19, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Belajar Memelihara Optimisme dari Laga Liverpool vs AC Milan

Duel klasik tersaji pada babak fase grup Liga Champions antara Liverpool melawan AC Milan.
Pertandingan yang digelar di Anfield Stadium, markas The Reds, berlangsung dramatis. Tuan rumah yang sempat ketinggalan di babak pertama. Akhirnya dapat membalikkan kedudukan bahkan memetik kemenangan.
Banyak pelajaran bisa kita petik dari laga kedua tim. Terutama dalam hal menumbuhan dan memelihara optimisme. Sikap yang sangat diperlukan ketika situasi tidak menguntungkan. Seperti saat ini.
Sebelum memulai pertandingan. Sebetulnya kedua tim mempunyai pengalaman yang sangat berharga. Tahun 2004/2005 di final Liga Champions yang diselenggarakan di Istambul, Turki.
AC Milan yang sempat unggul 3-0. Justru harus mengalami kekalahan setelah Liverpool dapat menyamakan kedudukan dan menang dalam adu tendangan penalti.
Dua tahun berikutnya pada final Liga Champions di Athena. AC Milan dapat membalaskan dendamnya. Mengalahkan Liverpool dan merebut gelar juara Liga Champions.

Pelajaran Berharga
Pertemuan dua kali antara Liverpool dan AC Milan itu menjadi pelajaran berharga kedua tim sebelum melakukan bentrok di babak fase grup Liga Champions musim kompetisi 2021/2022.
Bermain di hadapan pendukungnya sendiri jelas menambah kepercayaan diri anak asuh Juergen Klopp.
Terbukti laga baru berjalan 9 menit Liverpool sudah unggul 1-0. Berkat gol bunuh diri bek AC Milan Tomori yang salah mengantisipasi tendangan Alexander-Arnold.
Ketinggalan gol bukan menyurutkan semangat pasukan Stefano Pioli. Justru menambah greget Ante Ribic dan kawan-kawan.
Optimisme pemain-pemain membuahkan hasil di akhir babak pertama. Hanya dalam waktu 3 menit (42′ dan 44′). Ante Rebic dan Brahim Diaz mampu menyarangkan 2 gol ke gawang The Reds yang dijaga Alisson Becker.
Tim tuan rumah tak kalah optimismenya. Apalagi didukung oleh fans fanatiknya.
Tiga menit masuk babak kedua. Kerja sama apik antara Mohammed Salah dan Divock Origi dapat menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Keadaan imbang ini semakin memicu optimisme Liverpool. Hasilnya pada menit 69 Jordan Henderson dengan kepercayaan diri yang tinggi. Melepaskan tendangan keras jarak jauh yang tidak dapat dijangkau kiper AC Milan Mike Maigan.
Di sisa waktu pasukan Pioli terus mencoba mencetak gol penyeimbang. Tapi tidak ada gol yang tercipta. Tim tamu AC Milan harus mengakui kemenangan Liverpool 3-2.
Olahraga khususnya sepakbola selalu mengajarkan sportivitas dan optimisme. Tidak ada kata pesimis bagi seorang atlet atau pemain bola.
Sikap yang patut diteladani oleh siapapun. Termasuk kita yang bukan olahragawan dalam menjalani kehidupan yang keras.

BACA JUGA :   Asal Tahu, Kadangkala Kita Bernafas Cuma Lewat Satu Lubang Hidung Saja

Mas Sam

MasSam (61)

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: