Oktober 16, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Adrian dan Dendam Kesumat dalam Dadanya

Suara jahat kerap berbisik di telinga Adrian. Suara itu mengusulkan untuk sebaiknya menyelesaikan semua perkara itu. Sudah sejak lama hidupnya tidak baik-baik saja. Orang-orang di sekitarnya beranggapan jika Adrian hidup hanya akan menjadi sampah. Tamat sudah riwayatnya. Kemarin, tetangga sebelah menikamnya dengan kata-kata yang sangat tajam. Hampir saja membunuhnya. Teman-teman di sekolahnya bahkan tidak pernah menganggapnya sebagai manusia. Dan entah mengapa semesta seolah merestui semua perlakuan tidak adil itu atas dirinya.

Suatu malam yang kelam, Adrian yang menyedihkan bersimpuh di bawah rembulan yang bersinar sempurna. Hatinya semakin merajam dendam. Terlihat dari matanya yang tidak lagi menyimpan belas kasihan. Untuk apa dia harus berbelas kasih jika hidupnya saja dikuasai oleh rundung tak berkesudahan. Sejatinya, Adrian bukanlah bocah buruk rupa seperti korban rundung lainnya. Hanya saja ada satu alasan yang membuatnya harus menjadi remaja paling dipinggirkan. Dan ini tidak pernah disadarinya.

Di bawah sinar rembulan malam yang sempurna, Adrian hadir dengan setumpuk dendam di hatinya. Puluhan wajah muncul dalam otaknya. Teman-teman di sekolahnya ditebas dengan begitu membabibuta. Tetangganya yang kerap melihatnya bak anak setan, dibunuhnya satu demi satu. Ini menyenangkan. Dalam sekejab orang-orang yang merundungnya akan hilang. Hilang dalam pandangannya. Hilang dari ingatannya selamanya.

Pada malam saat rembulan bersinar dengan sempurna, Adrian berdiri di pinggir rooftop dan bersiap mengakhiri semuanya. Adrian akan melupakan jika ia pernah menjadi bahan cemooh dunia. Alangkah menyenangkan sekali jika kali ini ia berhasil melakukannya. Setidaknya, ia tidak akan bertemu lagi dengan mereka selamanya. Kepada angin malam yang berembus semilir, ucapan selamat tinggal pada wajah-wajah itu mulai diucapkannya.

BACA JUGA :   Cara Terbaik Menggandakan Uang ditahun 2021

Adrian tersenyum. Kedua tangannya kini terbentang dan mengarah pada dua arah mata angin.

“Semua akan berakhir. ‘Kan kurajam kalian manusia paling menyedihkan,” bisiknya pada diri sendiri.

“Sayangnya, semua belum berakhir sekarang,” ucap seseorang serta merta menarik tangan Adrian.

Wajahnya berubah merah. Tawa orang-orang menggema dalam pikirannya.

“Lihat saja, semesta bahkan tidak ingin kau mengakhirinya sekarang!”

Adrian kemudian membiarkan dirinya ditertawakan hingga dendamnya berubah menjadi sebentuk rasa malu.

“Apa yang coba kau lakukan?” tanya Adrian pada sosok yang menggagalkan semua rencananya. Padahal, dia baru saja akan membunuh orang-orang itu. Melenyapkan mereka dari pikirannya selamanya.

“Justru aku yang ingin bertanya. Apa yang sedang kau lakukan?”

Adrian menertawai dirinya sendiri.”Tentu saja ingin membunuh mereka yang dengan sukaria membuatku merasa sangat hina.”

“Tidak. Kau hanya ingin menyudahi hidupmu. Sadarkah kau akan hal itu?”

“Tidak ada yang bisa kulakukan untuk menyudahi perlakuan mereka selain mengakhiri hidupku. Aku bahkan tidak diberi kesempatan untuk mencari jawabannya,”jawab Adrian putus asa.

“Lihat dirimu, Adrian! Kau berbeda dari mereka.”

Di depan cermin, Adrian benar-benar memperhatikan dirinya. Sebentuk bibir tipis yang ranum—terangkum menjadi sesuatu yang menarik. Dua bola matanya mengandung sihir yang mampu memikat. Pun dengan kulitnya yang halus. Bukankah semua itu anugerah yang menjadi bagian hidupnya? Untuk apa mereka harus menaruh dengki untuk sesuatu yang tidak seharusnya mereka tancapkan pada dirinya?

“Rundung itu berawal dari sana,”bisik Adrian pada dirinya. Seketika ia bahkan menyadari jika suaranya terdengar berbeda. Suaranya aneh. Tangannya mulai menelusup ke bawah pusat. Dendam yang sedari tadi menjalar di seluruh nadinya membuat sekujur kulitnya terasa dingin. Tepat di bawah pusat, kenyataan membuatnya tersadar.

BACA JUGA :   Candi Tangkas Kori Agung Pesangkan Bali

“Ini adalah awal dari perlakuan mereka. Rundung tak henti itu bersumber dari sini. Aku memang berbeda,” ucapnya lirih.

Perawang, 15 September 2021

Bagikan Yok!
%d blogger menyukai ini: