• Sel. Sep 28th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Perempuan-Perempuan Metropolitan: Susuk Pemikat

ByMasSam

Sep 15, 2021

“Dasar perempuan sundel,” kata Sarah sambil menjatuhkan badan di bangku dekat kami ngobrol.
Sarah yang baru pulang dari shopping langsung saja nyerocos. Menumpahkan kekesalannya. Kepada siapa?
“Kenapa kamu, Sarah?” tanya bunda Marissa.
“Sinta, bunda.”
“Sinta siapa?” tanyanya menegaskan.
“Sinta, si pelakor. Sinta yang merebut suami bunda.”
“Kenapa dengan perempuan itu?”
“Dia merebut suamiku.” jelas Sarah.
Setelah pergi meninggalkan mantan suami bunda Marissa. Karena sudah bangkrut. Rupanya Sinta mencari mangsa baru.
Kebetulan dia kenal suami sirinya Sarah. Dulu mereka sering ketemu ketika suami Sarah masih boleh datang menemui Sarah di rumah kos.
Dasar laki-laki hidung belang. Dengan mudah saja mereka akrab. Sampai akhirnya menjalin hubungan. Kebetulan suami Sarah tidak boleh datang lagi ke rumah kos. Setelah peristiwa pengusiran oleh bunda Marissa.
Jadilah mereka ketemu di luar sepengetahuan Sarah. Dikiranya jarang menjemput Sarah karena laki-laki itu sibuk dengan urusan kantor.

Kepergok Berduaan
Siang tadi Sarah memergoki mereka berduaan. Ketika sedang belanja di mall. Mereka terlihat begitu mesra. Suaminya sedang mengantarkan Sinta belanja pakaian dan keperluan wanita.
Kontan saja Sarah melabrak Sinta yang sedang mencoba wangi parfum. Tapi denga seenaknya Sinta bilang kalau suaminya yang mengejar-ngejar dirinya.
“Tanya aja dia kalau tidak percaya.” katanya enteng.
Sarah makin sewot ketika suaminya lebih memilih mengantarkan pulang Sinta. Ketimbang dirinya. Dengan santainya mereka ngeloyor. Meninggalkan Sarah yang merah padam menahan amarah.

Pakai Susuk Pemikat
“Aku pikir perempuan itu pakai susuk pemikat!” tiba-tiba saja keluar tuduhan Sarah.
“Coba bunda bayangkan. Kenapa dia begitu mudah menggaet suami bunda dan lakiku.” lanjutnya. “Pasti pakai susuk pemikat.”
Memang Sinta dari wajah kalah cantik dari Sarah. Tapi setiap laki-laki yang pernah ketemu Sinta. Pasti ingin terus dekat.
Mereka akan terus terbayang-bayang senyum Sinta yang memikat. Apalagi kalau sudah bertemu pandang dengan mata Sinta. Mereka tidak akan bisa melupakannya. Sorot matanya yang redup begitu menggoda.
Akankah suami Sarah kembali ke pelukannya? Atau justru akan meninggalkan Sarah? Seperti dulu suami bunda Marissa meninggalkannya demi Sinta?

BACA JUGA :   Novel Takdir: Chapter 1

Mas Sam
(Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama dan kejadian hanya kebetulan saja.)

MasSam (49)

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *