• Sen. Sep 27th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sudah 3 Tahun Diresmikan, Bandara Kertajati Kapan Bisa Ramai Ya?

Jakarta – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) alias Bandara Kertajati belum juga bisa menarik banyak penumpang sejak diresmikan tahun 2018 silam. Kini, di masa pandemi bandara yang menelan biaya pembangunan sekitar Rp 2,6 triliun itu makin sepi.
Bandara yang berlokasi di Majalengka ini akan menggantungkan harapan besar pada penerbangan umrah. Penerbangan umrah dinilai dapat meningkatkan dengan signifikan penumpang dari Bandara Kertajati.

Menurut Direktur Utama BIJB Salahuddin Rafi jemaah umrah dari Jawa Barat menjadi salah satu pasar terbesar penerbangan. Ditambah lagi, kini Arab Saudi juga mulai melonggarkan pengetatan syarat umrah.

“Kami saat ini akan upayakan sekali buat penerbangan umrah, ini kan jemaah paling besar di Jawa Barat se-Indonesia. Ini harapan kita, apalagi Saudi Arabia juga mulai mengurangi pengetatannya kan,” ungkap Rafi ketika dihubungi detikcom, Minggu (12/9/2021).

Rafi sendiri memprediksi Bandara Kertajati bakal mulai ramai tahun depan. Salah satunya karena akses jalan tol yang sudah selesai dan terhubung ke Bandara Kertajati. Mulai dari Ruas Jalan Tol Akses hingga Jalan Tol Cisumdawu sudah selesai pembangunannya tahun depan.
“Kita lihat pak Menteri PUPR juga rajin tinjau Tol Cisumdawu. Katanya November kan diuji coba, ini kan jadi dorong kemudahan ke Kertajati. Prediksi kami sih tahun depan lah mulai bangkit lagi,” kata Rafi.

“Vaksin juga sudah banyak, pemerintah juga mulai bilang pandemi jadi endemik,” lanjutnya.

Segudang rencana lain juga dilakukan operator bandara demi menghidupkan Kertajati. Salah satunya adalah menjadikan Bandara Kertajati sebagai bengkel perawatan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO). Keputusan ini merupakan hasil dari rapat terbatas yang dilakukan kabinet Maret lalu.

Menurut Rafi, proyek ini masih berada pada tahap tender alias lelang kontraktor proyek. Pihaknya sejauh ini masih berkoordinasi dengan Kemenhub dan Kemenhan soal proyek ini.

BACA JUGA :   Asal usul kota Majalengka

Rafi mengatakan tender sempat dilakukan namun batal karena adanya pandemi, saat ini tender dilakukan kembali. Rencananya, proses tender proyek bakal selesai bulan ini.

“Pengembangan bisnis MRO, kita baru mau tender ulang buat MRO karena pandemi kan banyak yang batal maka kita ulang. Kita kerja sama dengan Kemenhub dan Kemenhan soal masalah itu,” ungkap Rafi.

Dalam catatan detikcom, pihak BIJB telah menyiapkan lahan seluas 67 hektare. Pembangunan MRO tahap I ditargetkan berdiri di atas lahan 30 hektare. Pengerjaannya bisa dikebut dalam waktu satu tahun seiring dengan pengoperasian Tol Cisumdawu.

BIJB akan bekerja sama dengan PT Garuda Maintenance Facillity (GMF) dalam menggarap proyek ini. BIJB sudah memiliki lahan dan dokumen teknis, sedangkan GMF siap dengan mengelola dengan kemampuan SDM dan sertifikasi yang sudah dimiliki, yang dibutuhkan hanya kontraktor pembangun fasilitas MRO.

Fasilitas MRO yang bakal dibangun BIJB ini rencananya akan menyasar perawatan pesawat TNI Polri dan juga BNPB. Khusus buat BNPB, fasilitas ini bakal berguna sebagai markas helikopter pemadam api.

VP of Corporate Secretary & Legal BIJB Handika Suryo menambahkan pihaknya juga akan mengembangkan bisnis fasilitas pendukung bandara. Salah satunya adalah menggarap hotel yang terletak di kawasan integrasi cargo village.

“Manajemen juga fokus pada pengembangan bisnis untuk melengkapi fasilitas bandara. Seperti Hotel yang mulai akan dibangun pada waktu dekat sebagai bagian dari integrated building Cargo Village,” papar Handika.

Djuan Revi (303)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Bagikan Yok!

Djuan Revi

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *