• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Pisgor Ponti Masih Eksis Menemani Penikmat Kopi

ByAgus Yanto

Sep 14, 2021

Indonesia merupakan salah satu negara yang subur untuk tanaman jenis pisang. Di pedesaan, setiap jengkal tanah dipastikan terdapat pohon tersebut

Tak heran jika di belahan wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pisang goreng (pisgor) banyak dikonsumsi untuk makanan ringan, atau sebagai pasangan saat minum kopi di pagi atau sore hari.

Dari tanaman pisang ini juga bisa dibuat berbagai variasi makanan, seperti pisang goreng, sele pisang, kolak pisang, cemilan berupa kripik pisang dan sebagainya.

Salah satu olahan makanan dari pisang yang sangat favorit adalah Pisang Goreng Ponti (asal kata Pontianak) yang diperkenalkan masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar).

Rasanya yang manis dan renyah dengan bentuknya menyerupai kipas, menjadi daya tarik tersendiri untuk menyantapnya.

Kuliner Pisang Ponti kini bukan hanya ditemukan di Pontianak, tapi juga bisa dijumpai di Jakarta, terutama wilayah yang banyak didiami masyarakat Kalbar.

Misalnya di Krendang dan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Lalu juga di Pademangan, Sunter, dan Kelapa Gading di kawasan Jakarta Utara.

Ada beberapa jenis pisang yang dijadikan sebagai bahan baku Pisang Goreng Ponti ini dan semuanya memiliki ciri khas rasa (taste) yang renyah.

Sementara itu pisang yang digunakan sebagai bahan baku umumnya pisang kepok. Karena memiliki tekstur yang padat dan tidak lembek jika digoreng.

Pisang kepok digoreng tidak terlalu matang agar dapat dihasilkan sensasi rasa enak. Namun demikian banyak juga yang memakai pisang uli atau tanduk.

Indonesia merupakan salah satu negara yang subur untuk tanaman jenis pisang. Di pedesaan, setiap jengkal tanah dipastikan terdapat pohon tersebut

Tak heran jika di belahan wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pisang goreng (pisgor) banyak dikonsumsi untuk makanan ringan, atau sebagai pasangan saat minum kopi di pagi atau sore hari.

BACA JUGA :   Cerpen Selalu Terpendam Dalam Angan Semu Part 1

Dari tanaman pisang ini juga bisa dibuat berbagai variasi makanan, seperti pisang goreng, sele pisang, kolak pisang, cemilan berupa kripik pisang dan sebagainya.

Salah satu olahan makanan dari pisang yang sangat favorit adalah Pisang Goreng Ponti (asal kata Pontianak) yang diperkenalkan masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar).

Rasanya yang manis dan renyah dengan bentuknya menyerupai kipas, menjadi daya tarik tersendiri untuk menyantapnya.

Kuliner Pisang Ponti kini bukan hanya ditemukan di Pontianak, tapi juga bisa dijumpai di Jakarta, terutama wilayah yang banyak didiami masyarakat Kalbar.

Misalnya di Krendang dan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Lalu juga di Pademangan, Sunter, dan Kelapa Gading di kawasan Jakarta Utara.

Ada beberapa jenis pisang yang dijadikan sebagai bahan baku Pisang Goreng Ponti ini dan semuanya memiliki ciri khas rasa (taste) yang renyah.

Sementara itu pisang yang digunakan sebagai bahan baku umumnya pisang kepok. Karena memiliki tekstur yang padat dan tidak lembek jika digoreng.

Pisang kepok digoreng tidak terlalu matang agar dapat dihasilkan sensasi rasa enak. Namun demikian banyak juga yang memakai pisang uli atau tanduk.

Pisang goreng sebagai kudapan khas masyarakat Indonesia telah lama dikenal, namun tidak banyak yang mengetahui asal usul makanan ini.

Olahan pisang goreng sebagai makanan mulai dikenal ketika bangsa Portugis datang ke bumi Indonesia, sekitar tahun 1511.

Penduduk pribumi kemudian mengikuti olahan makanan yang menggunakan bahan baku pisang tersebut.

Dalam perkembangan selanjutnya, olahan pisang goreng tidak melulu dicelupkan ke adonan terigu sebelum diigoreng dengan minyak panas.

Kekinian, pisang juga dapat dibuat panganan lain, seperti pisang molen atau juga sele pisang.

Meskipun memiliki beragam vitamin, namun pakar kesehatan mewanti-wanti untuk tidak menyatap pisang goreng terlalu banyak.

BACA JUGA :   Asal mula Ngarot di Indramayu

Dibalik rasanya yang renyah dan gurih, pisgor ternyata menyimpan bahaya jika dikonsumsi secara berlebihan atau terus-menerus.

Dalam kandungan minyaknya terdapat lemak jenuh yang bisa mengakibatkan penyakt darah tinggi, kolesterol dan obesitas.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *