• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Sinergi Karakter Anak dan Orangtua

ByI Nengah Suartha

Sep 12, 2021

Karakter merupakan salah satu faktor internal yang dimiliki oleh semua manusia. Karakter ini merupakan nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, manusia, makhluk hidup lainnya dan lingkungan yang terwujud dalam bentuk pikiran, perkataan dan perbuatan. Karakter ini sedang digalakkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Pembelajaran Abad 21 yang menekankan pada pengembangan 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration dan Creativity and iInovation) dan Karakter Pelajar Pancasila.

Karakter pelajar pancasila menekankan pada religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif dan mandiri, demokratis, cinta tanah air dan lainnya. untuk mengembangkan karakter ini dalam diri anak tentunya peran guru di sekolah selaku pendidik dan orangtua di rumah yang mengetahui langsung tumbuh kembang anak.

Orangtua memiliki peran penting dalam pengembangan karakter anak. Selaku orang tua harus mampu menjadi contoh riil bagi anak dalam bertingkah laku (karakter) yang baik. Tentunya hal ini tidak mudah bagi orangtua, yang harus membenting tulang untuk menafkahi keluarga. Yang tanpa disadari terkadang keluar kata-kata kasar yang terekam dalam memori anak. Disinilah perlunya kerjasama orang tua (Ayah dan Ibu) dalam melakukan pendampingan dan kontroling tumbuh kembang anak.

Hal ini bisa dilakukan mulai dari hal yang sangat kecil, “perhatian” merupakan hal yang paling didambakan oleh semua anak dalam masa tumbuh kembangnya. Sekecil apapun bentuk perhatian orangtua, akan sangat membekas dalam memori anak. Tentunya rekam jejak memori ini akan membentuk perkembangan karakter anak itu sendiri. Sebagai contoh misalnya: orangtua yang memanfaatkan waktu setelah makan malam sebagai tempat untuk bercengkrama dengan keluarga, bercerita tentang kejadian hari itu yang dilewati oleh anak, maka secara tidak langsung anak-anak akan menemukan kehangatan yang memnyebabkan emosi anak menjadi stabil, hangat, komunikatif dan percaya diri.

BACA JUGA :   Musik Kenangan Sang Kekasih

Begitu banyak hal positif yang bisa kita temukan, jika kita memberikan waktu bagi anak dalam bentuk “perhatian”. Perkembangan karakter yang positif tentulah akan terwujud. Anak yang berkarakter akan menjadi generasi emas dalam pembangunan bangsa.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *