• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Kucingku Malang, Kucingku Diburu Orang

ByAgus Yanto

Sep 12, 2021

Mahatma Gandhi mengatakan,“Kebesaran moral sebuah bangsa dapat dilihat dari bagaimana cara perlakuan terhadap hewannya.”

Berangkat dari ungkapan tersebut sejatinya setiap manusia harus memperlakukan hewan-hewan yang ada di lingkungannya dengan memberikannya kasih sayang.

Hewan kucing termasuk salah satu makhluk Tuhan yang juga harus diperhatikan dan diberikan rasa kasih sayang tersebut.

Memperlakukan kucing sama dengan memberi perlakuan terhadap anggota keluarga lainnya adalah sebuah sifat yang beradab.

Sebagian kucing kehidupannya terjamin karena tinggal bersama majikannya. Mereka dipelihara sebagai binatang kesayangan.

JENIS KUCING PELIHARAAN

Ada beberapa jenis kucing yang dipelihara di rumah dan hidup berdampingan dengan anggota keluarga.

Kucing yang sering menjadi hewan peliharaan itu antara lain Kucing Persia yang memiliki ciri khas dengan kepala dan dahi yang bulat lebar.

Sedangkan telinganya kecil dengan ujungnya yang membulat. Sementara ekornya dan kaki yang pendek.

Kucing lainnya yang menjadi primadona untuk dipelihara adalah jenis Anggora, dengan ciri-ciri seperti bentuk kepalanya yang menyerupai segitiga.

Untuk membedakan dengan hewan sejenisnya, kucing Anggora ini memiliki bulu lebat seperti singa dan hidung yang mancung.

Kemudian kucing yang juga sering dipelihara adalah Kucing Siam. Jenis hewan ini memiliki bentuk tubuh ramping, ekor panjang, dengan sorot matanya yang kebiruan.

Kucing Siam dapat dibedakan dari jenis sesamanya, karena memiliki bulu pendek yang menyebar rata di sekitar muka, telinga, ekor, dan kakinya.

Satu lagi kucing yang sering dipelihara karena keunikan tubuhnya adalah Kucing Bengal, karena menyerupai macan tutul.

Meski demikian kucing jenis ini memiliki sifat yang jinak dan sangat ramah kepada manusia dan sangat cocok sebagai hewan peliharaan.

DIBURU UNTUK DISEMBELIH

Selain menjadi hewan peliharaan, kucing juga banyak dijumpai di sekitar lingkungan manusia. Di lorong jalan, pasar, atau bahkan tempat pembuangan sampah.

BACA JUGA :   Kebahagiaan Bukanlah Sebuah Benda

Hewan-hewan ini berkeliaran bebas. Tinggal di sembarang tempat dan bahkan seringkali mengais sisa makanan di rumah-rumah penduduk.

Asal tahu saja, di balik kehidupannya tersebut ternyata ratusan hewan kucing setiap hari disembelih demi memuaskan keinginan duniawi manusia.

Sejak dahulu telah muncul pro kontra mengkonsumsi daging kucing. Karena bagaimanapun hewan ini sudah lama hidup bersama manusia.

Menurut sebuah sumber, konsumsi hewan jinak ini sangat tinggi di Indonesia, terutama di 3 kota besar seperti Medan, Solo dan Jakarta.

Bayangkan saja, 3,5 ekor kucing cuma bisa didapatkan berat 1 kilogram saja.

Jika sehari dibutuhkan 1 kg daging kucing maka dalam sebulan hampir 100 ekor kucing meregang nyawanya.

Kemudian secara matematika, maka dalam setahun ada kurang lebih 12.000 ekor kucing yang mati disembelih. Sungguh tragis.

Meski harganya mahal, sekitar 70.000 ribu per kilo, namun masih banyak saja peminatnya. Konon, kucing -kucing ini katanya bisa mengobati berbagai penyakit.

Walaupun hingga kini belum terbukti secara medis, jika kucing dapat menyembuhkan penyakit, namun masih terus saja orang orang membunuhnya tanpa belas kasihan.

Selain Indonesia, ternyata daging kucing juga banyak disantap oleh penduduk di Asia seperti China, Taiwan, juga Vietnam dengan berbagai alasan.

Namun alasan klise yang sering didengar, mengkonsumsi daging kucing dipercaya dapat menghilangkan penyakit dari dalam tubuh, seperti darah tinggi, asma dan bahkan dipercaya mampu meningkatkan stamina.

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *