• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Perempuan-Perempuan Metropolitan: Janda Merindu

ByMasSam

Sep 10, 2021

Seperti perempuan pada umumnya. Bunda Marissa menyimpan rapat rahasianya. Tidak seorang pun tahu hubungannya dengan papanya Shella. Kecuali aku.
Padahal setidaknya sebulan sekali papanya Shella menyempatkan waktu menemuinya. Tentu saja tanpa sepengetahuan Shella.
Sebelum datang biasanya papanya Shella akan kasih info. Di mana mereka akan ketemu. Biasanya ke tempat perawatan atau spa langganan bunda Marissa.
Sambil perawatan mereka berbincang berduaan. Layaknya anak muda yang sedang memadu kasih. Selesai perawatan mereka mencari tempat makan yang romantis.
Tapi bunda Marissa tidak pernah mau diajak belanja. Dia menjaga betul dari anggapan bahwa perempuan itu matre. Tukang porot laki-laki.Kecuali hadiah ulang tahun bunda mau menerimanya.
“Saya masih bisa beli sendiri.” dia memberi alasan. “Lagi pula harga diri perempuan jatuh di mata laki-laki jika selalu minta dibelikan ini itu.” tandasnya.
Aku semakin kagum saja kepada bunda Marissa. Gaya dan penampilannya modern tapi pemikirannya begitu dalam. Makin menambah keanggunan wajah dan perilakunya.
Aku semakin ingin mengenalnya lebih dekat. Menyelamti pikiran dan falsafah hidupnya. Menarik. Modern tapi tidak kehilangan jatidirinya sebagai perempuan timur.
“Kalau berduaan ngapain aja, Bunda?” pancingku.
Seperti biasa dia hanya tersenyum. Tapi kemudian meluncur begitu saja cerita indahnya bersama papanya Shella.
Bahwasanya papanya Shella itu laki-laki yang romantis. Membuatnya bisa jatuh cinta lagi kepada laki-laki. Setelah mengalami peristiwa traumatis dikhianati oleh suaminya.
Papanya Shella pinter ngemong. Memperlakukan dirinya dengan penuh kesantunan. Tidak pernah sekalipun mencoba merendahkan harkatnya sebagai perempuan. Itulah kenapa dia selalu merindukan papanya Shella si duda keren.
Bunda Marissa sudah mantab membangun maghligai rumah tangga kembali dengan papanya Shella. Dia yakin papanya Shella mampu menjadi imam yang baik. Bahkan mereka sudah berangan-angan memberikan adik bagi Shella.
Dapatkah cinta mereka bersatu? Apakah Shella mau menerima bunda Marissa? Menggantikan mamanya yang telah tenang di surga?

BACA JUGA :   Dipertemukan oleh waktu:chapter 5

Mas Sam
(Cerita ini fiktif belaka. Kesamaan nama hanyalah kebetulan saja.)

MasSam (46)

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *