• Jum. Sep 24th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Perempuan-Perempuan Metropolitan: Duda Keren

ByMasSam

Sep 9, 2021

Jodoh, seperti halnya rizki dan kematian, tidak ada yang tahu kapan datangnya. Semuanya menjadi rahasia Illahi.
“Papanya Shella itu keren, lho” tiba-tiba saja meluncur dari bibirnya bunda Marissa. Ada apa?
Kata orang jika menyebut-nyebut atau selalu mengingat nama seseorang. Tandanya dia sangat menyukai orang tersebut. Aku jadi pengin mengorek isi hati bunda Marissa.
Ahai. Ternyata benar. Bunda Marissa sedang jatuh cinta dengan papanya Shella. Ketika menyebut nama papanya Shella wajah bunda berubah menjadi riang. Bersinar-sinar.
Tidak menunjukkan raut amarah. Seperti kerika meneceritakan kelakuan kurang ajar suami sirinya Sarah. Tampak sekali wajahnya menyiratkan ketidaksukaannya. Bahkan sangat membencinya.

Cinta yang Bersemi
Awalnya biasa saja. Tapi seiring berjalannya waktu. Hati bunda Marissa mulai membuka diri untuk kehadiran seoarang laki-laki. Panas asmarapun sudah menancap ke hatinya.
Adalah seorang duda keren. Tajir lagi. Secara dia adalah seorang direktur sebuah perusahaan besar. Perkenalan mereka terjadi begitu saja.
Pertemuan pertama terjadi ketika papanya Sarah mengantarkan ke rumah kosan bunda Marissa. Belum ada tanda-tanda saling suka.
Akan tetapi karena seringnya menengok putrinya. Mereka jadi sering terlibat dalam obrolan. Ibarat pepatah dari mata turunnke hati. Begitulah yang terjadi kemudian di antara mereka berdua.
Seringnya ngobrol ternyata menumbuhkan benih-benih cinta. Papanya Shella dengan gentle menyatakan cintanya. Sementara bunda Marissa dengan berbunga-bunga menyambut uluran cinta duda keren itu.
“Tapi sekarang kami jarang ketemu. Papanya Shella dipindahkan ke kantor cabang.” jelas bunda Marissa tanpa aku tanya alasannya.
“Bunda, kangen dong sama doi.” godaku.
Bunda Marissa tidak menjawab. Hanya senyum tersipu.
Bagaimana gaya pacaran janda dan duda? Serukah?

Mas Sam
(Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama hanyalah kebetulan saja.)

MasSam (46)

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Puisi tentang Kehidupan, Jadi Perenungan dan Pembelajaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *