• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Tiga Koentji Dasar Kembangkan Literasi

ByMasSam

Sep 8, 2021

Seperti terlupakan. Padahal hari ini tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Aksara Internasional (HAI).
HAI atau International Literacy Day (Hari Literasi Internasional) pertama kali dideklarasikan oleh UNESCO pada 8 September 1966. Jadi hari aksara sama dengan hari literasi. Apa yang dimaksud dengan literasi?
Literasi adalah kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan sesuatu dengan cerdas. Literasi terbagi atas baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial dan budaya.
Di jaman ketika kemajuan teknologi informasi berkembang dengan cepat dan pesat. Dibutuhkan kecerdasan dalam berliterasi. Harus pandai memilih dan memilah informasi yang akan diakses dan digunakan.

Tiga Kunci Literasi
Berikut 3 hal yang harus dilakukan untuk mengembangkan literasi dasar.
Pertama, membaca. Membaca artinya menyerap ilmu pengetahuan. Dengan membaca akan menambah wawasan si pembaca.
Luasnya wawasan yang kita miliki akan mampu menyaring dan membedakan informasi yang tersaji secara masif di masyarakat. Mengambil informasi yang baik-baik saja dan membuang informasi yang sesat (hoaxs).
Kedua, menulis. Kegiatan menulis menjadi sarana untuk menyebarkan informasi. Di sinilah letak pentingnya berliterasi secara benar.
Tulisan-tulisan yang kita buat. Harus memberikan manfaat bagi orang lain. Bukan tulisan yang menjerumuskan, mengelabui atau bahkan menyesatkan pembaca.
Tulisan tentang tips menjaga kebugaran tubuh atau cara mengubah hobi menjadi usaha. Tentu akan bermanfaat bagi pembaca. Ketimbang menulis gosip-gosip yang tidak jelas asal-usul dan sumbernya.
Ketiga, berbicara. Dalam hal ini adalah komunikasi secara lisan. Sesungguhnya menulis adalah bentuk komunikasi dengan aksara. Sementara berbicara adalah komunikasi secara lisan.
Kita tentu masih ingat pepatah. Mulutmu haraimaumu. Sebuah nasehat yang mengingatkan untuk berhati-hati dalam berbicara. Kalau di jaman literasi digital saat ini. Sama maknanya dengan jarimu harimaumu.
Hendaklah kita berbicara yang baik-baik saja. Bicara yang menyejukkan. Bukan bicara yang dapat memicu timbulnya kegaduhan. Tepat sekali hadits Nabi yang menasehati kita untuk diam manakala tidak mengetahui persoalan yang sedang jadi bahan pembicaraan.
Begitulah sekedar tulisan retjeh ini dalam rangka ikut menyemarakkan Hari Aksara Internasional atau Hari Literasi Internasional.
Semoga.

BACA JUGA :   TAK BIASA, Persib Bandung Enggan Gelar Latihan Resmi Jelang Lawan Bali United, Kelabui Lawan?

Mas Sam

MasSam (38)

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *