• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Tiga PR Besar yang Dihadapi FIFA

ByMasSam

Sep 7, 2021

Babak kualifikasi menuju Piala Dunia 2022 masih panjang. Akan tetapi PR (Pekerjaan Rumah) yang maha besar buat organisasi sepakbola sedunia (FIFA) . Sudah ada di depan mata.
Jika PR besar ini tidak segera diselesaikan. Bukan tidak mungkin akan menggelinding bak bola salju. Makin lama makin membesar.
Untuk itu FIFA harus segera mencari jalan penyelesaiannya. Apa saja saja PR FIFA?

Tiga PR bagi FIFA
Satu, rasisme. Publik pasti masih ingat. Pada laga babak kualifikasi Piala Dunia 2022 beberapa waktu lalu. Ketika timnas Inggris melawan Hungaria. Penonton yang sebagian besar pendukung timnas Hungaria melakukan tindakan rasis terhadap Raheem Sterling. Hampir sepanjang pertandingan mereka tidak henti-hentinya meneriakkan kata-kata rasisme.
Atau tengok sedikit ke belakang. Ketika anggota timnas Inggris (Marcus Rashford dan Bukayo Saka) gagal melakukan adu tendangan penalti. Pada babak final Piala Eropa 2020. Mereka mendapatkan tindakan rasis dari para pendukung The Three Lions.
Dua, intervensi. Kejadian aparat keamanan dan otoritas kesehatan. Menghentikan laga babak kualifikasi Piala Dunia 2022 antara tuan rumah Brasil versus Argentina. Bisa menjadi preseden buruk. Boleh jadi kejadian serupa akan terulang kembali. Dengan dalih pihak otoritas kesehatan suatu negara menjalankan protokol kesehatan.
Selama ini kita tahu. Suatu pertandingan bebas intervensi dari pihak manapun. Bahkan ketika wasit melakuakan kesalahan fatal sekalipun, misalnya. Akan sangat berbahaya apabila pihak-pihak lain ikut-ikutan melakukan intervensi pada sebuah pertandingan. Mengatasnamakan kepentingan institusinya.
Tiga, koordinasi. Insiden dihentikannya laga Brasil vs Argentina mengindikasikan lemahnya koordinasi FIFA dengan lembaga-lembaga terkait. Misalkan terhadap otoritas kesehatan. Semua sudah tahu bahawasanya saat ini sedang pandemi covid-19. Setiap negara mengeluarkan kebijakan untuk mencegah penularan covid-19.
Maka sudah sepantasnya FIFA harus berkoordinasi dengan negara-negara yang akan menjadi penyelenggara suatu event sepakbola. Menjelaskan aturan yang berlaku di negara penyelenggara kepada tim-tim yang akan bertanding ke negara lain.
Dengan demikian akan bisa dicegah kejadian yang mengenaskan di Brasil tempo hari.
Semoga.

BACA JUGA :   Kegiatan Sosialisasi Pembentukan Bank Sampah tahun 2021 bersama PKK Bangka Barat

Mas Sam

MasSam (38)

Bagikan Yok!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *