• Ming. Sep 19th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Perempuan-Perempuan Metropolitan: Istri Simpanan

ByMasSam

Sep 7, 2021

Sebagai wartawan, sekalipun hanya koresponden, aku sudah diberi bekal. Tehnik wawancara dan trik mengorek keterangan dari nara sumber.
“Saya sebetulnya tidak suka Sarah kos di sini.” celetuk bunda Marissa secara tiba-tiba. Ada apa, pikirku. Naluri kewartawananku segera saja muncul.
“Emang kenapa, Bunda?” pancingku.
Benar saja. Segera saja meluncur cerita tentang Sarah dari mulut bunda Marissa.
Awalnya Sarah seorang karyawan bagian administrasi di sebuah perusahaan. Sampai akhirnya dijadikan istri simpanan oleh seorang manager di kantornya.
Memang bodinya aduhai. Apalagi Sarah suka berpenampilan seksi. Setiap laki-laki yang melihatnya pasti akan ngiler. Menelan ludah.
Gaya hidupnya yang glamour dan suka dandan. Telah mengantarkan dirinya jatuh ke pelukan seorang managernya. Dia dengan sukarela hanya dijadikan istri muda.
Prinsip hidupnya yang penting happy. Membuatnya bersikap cuek dengan omongan dan cibiran orang lain.
Begitulah dia senang saja hanya ditempatkan di rumah kos. Yang penting hobi belanjanya terpenuhi. Hampir tiap minggu Sarah ke mall. Beli baju-baju mewah dan tas bermerk, parfum mahal dan handphone berganti-ganti merk.
Seminggu hanya dua atau tiga kali ‘dipulangi’ oleh suami sirinya pun. Tidak jadi masalah.
“Malah untung. Bodi gue tetap utuh.” begitu canda Sarah membela dirinya.
Sikap Sarah yang rela jadi madu inilah yang ternyata membuat bunda Marissa tidak suka kepadanya. Setiap melihat Sarah seakan luka lamanya terbuka kembali. Suaminya direbut oleh Sinta. Si sekretaris pelakor, begitu dia selalu menyebutnya.
Akan tetapi ternyata bukan itu saja yang membuat bunda Marissa benci sama Sarah. Ada cerita seru dibalik kebencian bunda Marissa kepada Sarah.
Apa? Dendamkah?

Mas Sam

MasSam (38)

Bagikan Yok!
BACA JUGA :   Berjualan Kartu Perdana dan Paket Data Sangat Menguntungkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *