• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

CARA MENANAM PADI YANG BAIK DAN MENGUNTUNGKAN

Dalam usaha pertanian khususnya budidaya padi tentu tujuan yang ingin dicapai oleh setiap petani padi adalah hasil panen padi melimpah yang pada akhirnya petani bisa sukses budiya padi. Untuk mencapai tujuan tersebut maka petani padi harus mengetahui bagaimana cara menanam padi yang baik dan menguntungkan  sehingga bisa sukses dalam usaha pertanian khususnya budidaya padi ini.

Cara menanam padi yang baik dan benar perlu dilakukan petani agar pertumbuhan tanaman padi nantinya bisa optimal.Cara menanam padi yang baik diawali dari bibit yang digunakan, pengolahan lahan yang sempurna, dan teknik cara penanaman padi yang baik harus dikuasai oleh tenaga yang melakukan proses penanaman padi.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tanaman padi bisa tumbuh dengan baik dan optimal, adapun beberapa hal tersebut antara lain sebagai :

1. Bibit yang ditanam tidak lebih dari 3 bibit per rumpun atau dalam bahasa jawanya “iwir”

Dengan menanam bibit yang sedikit dalam setiap rumpunnya maka hal ini akan membuat tanaman padi lebih leluasa untuk membentuk anakan produktif. Sebaliknya jika kita menanam bibit yang banyak dalam setiap rumpunnya maka anakan yang terbentuk tidak akan produktif.

      
2. Pengaturan jarak tanam yang tepat sesuai dengan tingkat kesuburan tanah

Untuk lahan yang kurang subur sebaiknya menggunakan jarak tanam 25 x 25 cm sedangkan untuk tanah yang subur bisa menggunakan jarak yang lebih lebar yaitu 30 x 30 cm. Hal ini dimaksudkan agar pada fase generatif nantinya tanaman padi bisa memproduksi malai dengan maksimal. Selain itu dengan pengaturan jarak tanam ini bisa memudahkan kita nantinya saat melakukan perawatan, seperti penyemprotan, pemupukan dan lain sebagainya. 

BACA JUGA :   Cara Membuat Donat Sederhana


3.  Gunakan bibit usia muda tidak lebih dari 20 hari

Tujuan dari menggunakan bibit padi muda adalah agar bibit yang baru dipindah tanam bisa tidak mengalami stagnasi (tanaman berhenti tumbuh) yang berkepanjangan atau istilah orang jawa menyebutnya tanaman cepat “Ngililir“. Selain itu dengan menggunakan bibit muda ini maka kesempatan tanaman padi untuk membentuk anakan akan semakin panjang durasinya waktunya sehingga pertumbuhan tanaman pada fase vegetatif bisa maksimal.

4. Saat proses pindah tanam usahakan Kondisi air di lahan macak macak

Dengan kondisi air yang macak-macak ini maka proses penanaman akan semakin mudah dan bibit yang baru dipindah tanam tidak akan mengalami resiko seperti asem-asemen, dimakan hama keong dan lain sebagainya.

5. Tanam dangkal

Hal ini dimaksudkan agar akar tanaman bisa segera bergerak karena mendapatkan sirkulasi udara yang cukup. Selain itu tanam dangkal ini dapat mempengaruhi pembentukan anakan nantinya dan juga mempermudah akar untuk menyerap unsur hara yang diberikan dari pemupukan.

6. Sistem tanam jajar legowo

Dengan sistem tanam jajar legowo ini dapat mengurangi terjadinya kompetisi antar tanaman dalam menyerap unsur hara dan jajar legowo membuat sirkulasi udara dan sinar matahari bisa sempurna menyinari rumpun padi. Selain itu dengan sistem tanam jajar legowo bisa mempermudah kita untuk melakukan perawatan nantinya.

Seperti itulah beberapa syarat cara menanam padi yang baik dan menguntungkan.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Djuan Revi (161)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Bagikan Yok!

Djuan Revi

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *