• Kam. Sep 16th, 2021

IMBICOM

Tulisanmu Suaraku Suaramu Suara Kita

Asap rokokdisebut dapat merusak interior dan mengurangi harga jual mobil. Asap yang menempel di interior juga mengganggu kesehatan pengguna mobil.

Hal itu terungkap saat Terios Rush Club Indonesia (TeRuCi) menggelar nongkrong virtual antar chapter bertema “Perawatan Kendaraan dalam Keseharian Komunitas,”.

Acara dihadiri humas pengurus pusat TeRuCi (2017-2019) Reza Dado, Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo serta puluhan anggota dari chapter Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang.

Dalam sambutannya, Reza menyambut baik inisiatif untuk menjaga tali silaturahmi antar anggota di masa pandemi ini. Menurutnya semangat kekeluargaan harus tetap terjaga meski tidak bisa bertemu secara fisik. “Hari ini kita kumpul untuk merawat hubungan antar anggota. Sama seperti mobil, biarpun intensitas bertemu (fisik) menurun, kualitas harus tetap bagus,” kata Reza.

Dalam acara tersebut Reza juga berbagi tips perawatan interior agar tetap prima. Ia menyebut interior tetap harus dirawat meski mobilitas selama pandemi dibatasi.

Menurut Reza, rutin membuka kaca jendela dan pintu baik untuk memberikan sirkulasi udara segar ke dalam interior mobil. Ia juga mengajak para anggota TeRuCi menghentikan kebiasaan merokok di dalam mobil.

“Merokok di dalam mobil bisa menimbulkan bau, merusak interior, dan berpengaruh kepada harga jual mobil nantinya,” tutur Reza.

Ketua KABAR Ariyo Bimmo menyebut kebiasaan merokok di dalam mobil sering dianggap sepele, padahal sangat berbahaya dari aspek keselamatan berkendara maupun kualitas udara. Tidak hanya pada pengemudi, namun juga penumpang.

“Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang akan menempel di interior mobil. Asap ini sangat berbahaya dan bisa terhirup orang lain di sekitar perokok dan berbahaya bagi kesehatan,” kata Ariyo.

BACA JUGA :   Kesempatan Langka, Bisa Mendapatkan Pinjaman Rp25 Juta Tanpa Jamina untuk Modal Usaha, Hanya Khusus Perempuan

Ariyo menyebut cara terbaik mengurangi bahayanya adalah tidak merokoksama sekali. Ia mengingatkan, menggunakan produk tembakau saat mengemudi tidak disarankan karena berisiko dari aspek keselamatan berkendara.

“Penggunaan produk tembakau alternatif dibandingkan dengan lanjut merokok adalah upaya pengurangan bahaya atau harm reduction. Sama dengan tidak merokok sambil berkendara, atau penggunaan sabuk keselamatan, itu juga untuk mengurangi bahaya,” kata Ariyo.

Djuan Revi (161)

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Bagikan Yok!

Djuan Revi

Ingin memanfaatkan sedikit potensi yang ada dalam diri saya agar bisa berguna dan bermanfaat untuk sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *